Info Terbaru: Momen Presenter TV Iran Menangis Saat Umumkan Kematian Khamenei

pemimpin tertinggi iran ayatollah ali khamenei 169

Serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Teheran menewaskan pemimpin tertinggi Iran,Ali Khamenei. Pembaca acara TV pemerintah Iran menangis saat mengumumkan kematian Khamenei. DilansirBBCdanCNN, Minggu (1/3/2026), pembawa acara tersebut membacakan pernyataan dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Pernyataan tersebut mengkonfirmasi kematian Khamenei. "Pemimpin dan Imam umat Islam, Yang Mulia Ayatollah Seyyed Ali Hosseini Khamenei, dalam perjuangan menjunjung tinggi keagungan tempat suci Republik Islam Iran, telah berpulang ke surga dan bergabung dengan Kerajaan Surgawi Tertinggi" ujar pembawa acara sambil terisak. Foto: Presenter TV Iran menangis saat mengumumkan kematian Khamenei (tangkapan layar) Foto: Presenter TV Iran menangis saat mengumumkan kematian Khamenei (tangkapan layar) Kantor beritaIRNAdanFarsmelaporkan Khamenei tewas di kantornya saat sedang 'melakukan tugas yang diberikan kepadanya' pada Sabtu (28/2) pagi.

Serangan Trump ke Iran Picu Protes Dalam Negeri, Eks Wapres AS Kecam Keras Serangan Trump ke Iran Picu Protes Dalam Negeri, Eks Wapres AS Kecam Keras Namun, belum ada laporan lebih detail seputar pembunuhannya yang diumumkan. Pemerintah Iran dilaporkan telah menetapkan 40 hari berkabung. Israel dan AS menyerang Iran dengan rudal sejak kemarin.

Serangan itu menargetkan sejumlah lokasi di Iran. Iran sempat membalas dengan menembakkan rudal ke Israel. Iran juga menembakkan rudal ke negara-negara Arab yang menampung pasukan AS seperti Qatar, UEA, Bahrain dan Kuwait.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman terbaru terhadap Iran. Dia memperingatkan Iran untuk tidak membalas serangan AS dan Israel. "Iran baru saja menyatakan bahwa mereka akan menyerang dengan sangat keras hari ini, lebih keras dari yang pernah mereka lakukan sebelumnya.

MEREKA LEBIH BAIK TIDAK MELAKUKAN ITU, KARENA JIKA MEREKA MELAKUKANNYA, KAMI AKAN MENYERANG MEREKA DENGAN KEKUATAN YANG BELUM PERNAH TERLIHAT SEBELUMNYA!" tulis Trump di akun Truth Social miliknya seperti dilansir BBC, Minggu (1/3/2026).