Hasil Pertemuan: Menlu China-Rusia bertemu, persiapkan pertemuan Xi-Putin

W020260414815882745693

Pertemuan Menlu China-Rusia Jelang Pertemuan Pemimpin Negara

Pada Selasa (14/4), Menteri Luar Negeri China Wang Yi berdialog dengan rekan sejawat Rusia Sergey Lavrov di kota Beijing. Pertemuan ini bertujuan mengupas isu bilateral serta menyusun persiapan untuk pertemuan antara Presiden Xi Jinping dan Vladimir Putin. Dalam situs resmi Kementerian Luar Negeri Tiongkok, disebutkan bahwa kedua pihak berkoordinasi untuk memastikan keselarasan dalam rencana pertemuan tahunan antara para pemimpin kedua negara.

Situasi Global yang Dinamis

Pada sesi diskusi, Wang Yi menekankan bahwa dunia saat ini mengalami perubahan tajam, dengan ancaman hegemoni dan persaingan global yang semakin intens. Ia menyoroti kebutuhan pengembangan sistem tata kelola baru serta tantangan dalam mencapai perdamaian dan kemajuan bersama. “Dalam lingkungan eksternal yang kompleks, hubungan Tiongkok-Rusia tetap stabil seperti langit yang tidak menghalangi penglihatan, serta kerja sama di berbagai sektor terus berjalan kokoh,” ujarnya.

“Di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping dan Putin, Tiongkok-Rusia mampu mempertahankan kemitraan strategis, bahkan di tengah gejolak global,” tambah Wang Yi.

Koordinasi Internasional dan Multilateralisme

Kedua negara sepakat berkolaborasi di berbagai forum internasional untuk menunjukkan komitmen bersama menghadapi dinamika politik dunia. Wang Yi menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan historis, mengikuti arah perkembangan global, dan mendorong kerja sama yang saling menguntungkan. Di sisi lain, Lavrov menyatakan bahwa Tiongkok dan Rusia adalah mitra strategis yang saling percaya dan mendukung.

“Rusia akan terus menjalankan kesepakatan dengan Tiongkok, memperkuat komunikasi antarpejabat, dan mendorong kebijakan konkret yang menghasilkan manfaat bersama,” tutur Lavrov.

Isu Global dan Kawasan yang Dibahas

Dalam pembicaraan, mereka mengupas sejumlah masalah internasional, termasuk konflik antara Amerika Serikat dan Iran, dinamika di kawasan Asia-Pasifik, serta krisis Ukraina. Lavrov mengakui bahwa beberapa negara berusaha membentuk kelompok kecil untuk melawan pengaruh Tiongkok dan Rusia. “Kedua negara perlu menyelaraskan inisiatif global dari Xi Jinping dengan gagasan Putin, seperti Kemitraan Eurasia Raya dan Arsitektur Keamanan Benua Eurasia,” tambahnya.

Langkah Strategis Pasca-Pertemuan

Setelah sesi pertemuan, Wang Yi dan Lavrov menandatangani dokumen kerja sama untuk tahun 2026. Dokumen ini menegaskan komitmen untuk terus mempererat hubungan bilateral serta meningkatkan koordinasi dalam isu global dan regional. Mereka juga menyoroti peran kemitraan multilateral seperti PBB, SCO, serta kelompok BRICS dalam menjaga stabilitas internasional.