{"id":3523,"date":"2025-11-04T17:34:22","date_gmt":"2025-11-04T10:34:22","guid":{"rendered":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/tren\/rekomendasi-wisata-kuliner-khas-daerah-indonesia-yang-wajib-dicoba\/"},"modified":"2026-07-21T09:02:55","modified_gmt":"2026-07-21T02:02:55","slug":"rekomendasi-wisata-kuliner-khas-daerah-indonesia-yang-wajib-dicoba","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/?p=3523","title":{"rendered":"Rekomendasi Wisata Kuliner Khas Daerah Indonesia yang Wajib Dicoba"},"content":{"rendered":"<p><meta http-equiv=\\\"refresh\\\" content=\\\"7; url=https:\/\/eksplorasiindonesia.com\\\" \/><\/p>\n<p>Eksplorasiindonesia.com &ndash; Wisata kuliner khas daerah di Indonesia menjadi salah satu aktivitas yang paling diminati oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Bukan hanya sekadar makan, pengalaman menikmati makanan tradisional dari setiap wilayah bisa memperkaya pengetahuan budaya dan sejarah bangsa. Dari <strong>nasi uduk<\/strong> di Bali hingga <strong>soto ayam<\/strong> di Jawa Tengah, setiap daerah memiliki keunikan makanan yang bisa dijadikan alasan untuk berkunjung. Dalam artikel ini, kami akan mengulas <strong>rekomendasi wisata kuliner khas daerah Indonesia<\/strong> yang wajib dicoba, lengkap dengan lokasi, rasa, dan alasan mengapa makanan tersebut menjadi icon kuliner setempat.<\/p>\n<h2>Pemahaman tentang Wisata Kuliner Khas Daerah<\/h2>\n<p>Wisata kuliner khas daerah tidak hanya melibatkan mencicipi makanan, tetapi juga menciptakan pengalaman menyeluruh yang mencerminkan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Dengan berkembangnya <strong>SEO<\/strong> dan media digital, wisata kuliner kini bisa diakses secara global, sehingga makanan dari Indonesia bisa menjadi daya tarik utama bagi pengunjung. Karena itu, penting untuk mengetahui makanan apa saja yang mewakili kekayaan budaya setiap wilayah. Wisata kuliner khas daerah juga bisa membangun ekonomi lokal, karena memacu minat wisatawan untuk mencari pengalaman yang autentik.<\/p>\n<h2>Menjelajahi Rasa Tradisional<\/h2>\n<p>Makanan khas daerah sering kali menjadi cerminan dari perjalanan sejarah suatu wilayah. Misalnya, <strong>nasi uduk<\/strong> yang popular di Pulau Bali berasal dari pengaruh kerajaan Majapahit. Sementara itu, <strong>kerak telor<\/strong> yang lezat di Yogyakarta memiliki akar pada tradisi keraton. Dengan mengunjungi tempat-tempat yang menyajikan makanan ini, wisatawan tidak hanya bisa memperkaya pengetahuan sejarah, tetapi juga merasakan keterlibatan langsung dengan masyarakat setempat.<\/p>\n<h2>Pengalaman Sensasi Unik<\/h2>\n<p>Setiap makanan khas daerah memiliki rasa, aroma, dan tekstur yang membedakannya dari makanan di daerah lain. Misalnya, <strong>gudeg<\/strong> di Yogyakarta memiliki cita rasa manis dan pedas yang khas, sedangkan <strong>sate lilit<\/strong> di Bali berbeda dari sate pada umumnya karena menggunakan daging yang dihaluskan dan dibungkus daun. Pengalaman ini tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga memberikan kesan mendalam yang bisa diingat seumur hidup.<\/p>\n<h2>Kesempatan untuk Mengenal Budaya<\/h2>\n<p>Wisata kuliner khas daerah sering kali dikaitkan dengan ritual, upacara, atau tradisi lokal. Contohnya, <strong>bika lapis<\/strong> di Bali tidak hanya menjadi camilan, tetapi juga terkait dengan ritual pernikahan dan hari besar. Dengan menjelajahi makanan khas, wisatawan bisa memahami bagaimana budaya memengaruhi kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<h4>Lokasi dan Pengalaman Makan Terbaik<\/h4>\n<p>Pemilihan tempat untuk menikmati makanan khas daerah sangat menentukan kualitas pengalaman. Beberapa <strong>lokasi wisata kuliner<\/strong> populer di Indonesia memiliki keunggulan karena lokasinya yang strategis atau reputasi yang telah terbukti. Misalnya, kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya sering menjadi pusat distribusi makanan khas daerah, tetapi kecamatan kecil di luar kota juga memiliki warung yang lebih autentik.<\/p>\n<h5>Panduan Umum untuk Mengunjungi<\/h5>\n<h2>Rekomendasi Wisata Kuliner dari Jawa Barat<\/h2>\n<p>Jawa Barat memiliki keanekaragaman makanan yang mencerminkan keragaman budaya dan sejarahnya. Dari kota-kota besar seperti Bandung hingga kota kecil di sekitar Gunung Tangkuban Perahu, ada banyak pilihan <strong>wisata kuliner khas daerah Indonesia<\/strong> yang layak dicoba.<\/p>\n<h2>Nasi Uduk di Tangerang<\/h2>\n<p>Nasi uduk yang lezat dan beraroma kuat dari Tangerang menjadi salah satu ikon kuliner Jawa Barat. Nasi uduk dibuat dari beras yang dimasak dalam santan, disajikan dengan lauk pauk seperti <strong>ayam panggang<\/strong>, <strong>ikan asin<\/strong>, dan <strong>tahu bakar<\/strong>. Makanan ini biasanya disajikan saat pagi hari, dan warga setempat menganggapnya sebagai makanan sarapan yang menyehatkan.<\/p>\n<h4>Keunggulan Nasi Uduk Tangerang<\/h4>\n<p>Nasi uduk Tangerang memiliki keunikan dibandingkan nasi uduk di daerah lain. Rasa santan yang kaya dan tekstur beras yang lembut membuatnya menjadi favorit banyak orang. Selain itu, warung nasi uduk yang menjual makanan ini biasanya memiliki lingkungan yang hangat dan ramah.<\/p>\n<h2>Tahu Sumsum di Cirebon<\/h2>\n<p>Tahu sumsum yang lembut dan berisi isian kacang serta bahan tambahan membuatnya menjadi makanan khas yang membedakan Cirebon dari daerah lain di Jawa Barat. Tahu sumsum biasanya disajikan dengan <strong>sambal<\/strong> dan <strong>lauk pauk<\/strong> yang memperkaya rasa.<\/p>\n<h4>Penyajian dan Variasi<\/h4>\n<p>Tahu sumsum tidak hanya bisa dinikmati sebagai camilan, tetapi juga bisa dipakai sebagai bahan utama dalam berbagai masakan. Misalnya, <strong>tahu sumsum pedas<\/strong> atau <strong>tahu sumsum gurih<\/strong> dengan bahan tambahan yang berbeda. Ada juga variasi tahu sumsum dengan isian sayuran atau daging yang menarik perhatian penggemar masakan kreatif.<\/p>\n<h2>Lontong Balap di Banyumas<\/h2>\n<p>Lontong balap adalah makanan khas Banyumas yang terdiri dari lontong berisi daging, sayuran, dan bahan lainnya, disajikan dengan <strong>sambal<\/strong> dan <strong>tempe<\/strong>. Makanan ini sering disajikan saat acara adat atau sebagai menu utama untuk makan siang.<\/p>\n<h4>Alasan Mengunjungi Banyumas<\/h4>\n<p>Selain lontong balap, Banyumas juga dikenal sebagai kota yang memiliki banyak tempat wisata lainnya, seperti <strong>Kebun Raya Purwodadi<\/strong> dan <strong>Pantai Indrayanti<\/strong>. Dengan berkunjung ke Banyumas, wisatawan bisa menggabungkan menikmati makanan khas dan menikmati alam yang indah.<\/p>\n<h2>Rekomendasi Wisata Kuliner dari Jawa Tengah<\/h2>\n<p>Jawa Tengah memiliki berbagai masakan tradisional yang terkenal secara nasional. Dari <strong>soto ayam<\/strong> hingga <strong>kerak telor<\/strong>, makanan khas Jawa Tengah memiliki ciri khas yang tidak bisa ditemukan di daerah lain.<\/p>\n<h2>Soto Ayam Solo<\/h2>\n<p>Soto ayam Solo adalah makanan khas yang dikenal karena <strong>kuahnya yang kental dan beraroma kuat<\/strong>. Biasanya disajikan dengan <strong>tahu putih<\/strong>, <strong>sambal<\/strong>, dan <strong>lauk pauk<\/strong> yang memberikan keunikan pada setiap hidangan.<\/p>\n<h4>Keunggulan Soto Ayam Solo<\/h4>\n<p>Soto ayam Solo memiliki bahan utama yang berbeda dari soto ayam di daerah lain, seperti <strong>daging ayam kampung<\/strong> dan <strong>daun jeruk<\/strong> yang digunakan untuk meramu kuah. Soto ini sering disajikan di acara keluarga atau saat berkunjung ke Solo.<\/p>\n<h2>Kerak Telor di Yogyakarta<\/h2>\n<p>Kerak telor adalah makanan khas yang terbuat dari <strong>telur yang digoreng dan digiling<\/strong> hingga lembut. Biasanya disajikan dengan <strong>nasi putih<\/strong>, <strong>tempe<\/strong>, dan <strong>sayuran<\/strong>. Makanan ini memiliki rasa gurih dan lembut yang membedakannya dari masakan lain.<\/p>\n<h4>Variasi dan Penyajian<\/h4>\n<p>Kerak telor bisa disajikan dalam berbagai bentuk, seperti <strong>kerak telor tradisional<\/strong>, <strong>kerak telor dengan sayuran<\/strong>, atau <strong>kerak telor pedas<\/strong>. Ada juga variasi yang menggunakan bahan tambahan seperti <strong>kacang<\/strong> atau <strong>cabe rawit<\/strong>.<\/p>\n<h2>Mie Kocok di Klaten<\/h2>\n<p>Mie kocok adalah makanan khas Klaten yang terdiri dari mie yang dimasak dengan <strong>bumbu khas<\/strong> dan <strong>daging ayam<\/strong> yang lembut. Mie ini sering disajikan sebagai makanan siang yang praktis dan lezat.<\/p>\n<h4>Tips Mengunjungi Klaten<\/h4>\n<p>Mie kocok Klaten bisa ditemukan di beberapa warung yang menjual makanan khas. Untuk mendapatkan rasa terbaik, lebih baik mencicipi mie kocok di area lokal Klaten.<\/p>\n<h2>Rekomendasi Wisata Kuliner dari Bali<\/h2>\n<p>Bali tidak hanya terkenal sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga karena kekayaan kuliner khasnya. Dari <strong>babi guling<\/strong> hingga <strong>sate lilit<\/strong>, makanan Bali memiliki rasa yang membedakannya dari daerah lain.<\/p>\n<p><img src=\\\"https:\/\/modelslab-bom.s3.amazonaws.com\/generations\/9177f7cd-3659-4e70-8ca7-5f2cf42f6aae-1.jpg\\\" alt=\\\"Rekomendasi Wisata Kuliner Khas Daerah Indonesia yang Wajib Dicoba\\\" style=\\\"width:100%; height:auto; margin:20px 0;\\\" \/><\/p>\n<h2>Babi Guling di Badung<\/h2>\n<p>Babi guling Badung adalah makanan khas yang terdiri dari daging babi yang digulingkan dengan bumbu khas Bali. Biasanya disajikan dengan <strong>nasi putih<\/strong>, <strong>lauk pauk<\/strong>, dan <strong>sambal<\/strong> yang memberikan keunikan pada setiap hidangan.<\/p>\n<h4>Keunggulan Babi Guling Bali<\/h4>\n<p>Babi guling Bali memiliki rasa yang berbeda dari babi guling di daerah lain karena menggunakan <strong>bumbu rempah khas<\/strong> dan <strong>sumber bahan baku yang berkualitas<\/strong>. Makanan ini sering menjadi menu utama saat acara besar atau berkunjung ke Bali.<\/p>\n<h2>Sate Lilit di Denpasar<\/h2>\n<p>Sate lilit adalah makanan khas Bali yang terdiri dari daging yang dihaluskan dan dibungkus daun. Biasanya disajikan dengan <strong>sambal<\/strong> dan <strong>bawang merah<\/strong> yang memperkaya rasa.<\/p>\n<h4>Penyajian dan Variasi<\/h4>\n<p>Sate lilit Bali memiliki variasi rasa yang berbeda, seperti <strong>sate lilit pedas<\/strong>, <strong>sate lilit gurih<\/strong>, atau <strong>sate lilit dengan bahan tambahan lainnya<\/strong>. Makanan ini bisa ditemukan di banyak tempat di Denpasar.<\/p>\n<h2>Lawar Bali di Gianyar<\/h2>\n<p>Lawar Bali adalah makanan khas yang terdiri dari berbagai sayuran dan daging yang dimasak dengan bumbu khas. Biasanya disajikan sebagai hidangan utama di acara adat atau saat berkunjung ke Gianyar.<\/p>\n<h4>Kesempatan untuk Mengikuti Tradisi<\/h4>\n<p>Lawar Bali tidak hanya bisa dinikmati sebagai makanan, tetapi juga bisa menjadi pengalaman untuk mengikuti tradisi dan ritual adat. Makanan ini sering dipakai sebagai menu utama dalam acara pernikahan atau upacara keagamaan.<\/p>\n<h2>Rekomendasi Wisata Kuliner dari Sumatra Utara<\/h2>\n<p>Sumatra Utara memiliki keanekaragaman makanan khas yang menggambarkan budaya dan sejarahnya. Dari <strong>laksa<\/strong> hingga <strong>makanan khas Dayak<\/strong>, setiap hidangan memiliki rasa dan keunikan yang tidak bisa ditemukan di daerah lain.<\/p>\n<h2>Laksa Medan<\/h2>\n<p>Laksa Medan adalah makanan khas yang terdiri dari mi kuning dan <strong>kaldu ikan<\/strong> yang kaya. Biasanya disajikan dengan <strong>tahu<\/strong>, <strong>sambal<\/strong>, dan <strong>daging ayam<\/strong>. Makanan ini sangat populer di Medan dan sekitarnya.<\/p>\n<h4>Keunggulan Laksa Medan<\/h4>\n<p>Laksa Medan memiliki keunikan karena <strong>kaldu ikan yang digunakan<\/strong> dan bahan tambahan yang khas. Makanan ini bisa ditemukan di banyak tempat, tetapi untuk rasa terbaik, lebih baik mencicipi di warung tradisional.<\/p>\n<h2>Makanan Khas Dayak di Borneo<\/h2>\n<p>Dayak adalah suku asli Borneo yang memiliki banyak makanan khas yang bisa dinikmati. Dari <strong>terong bakar<\/strong> hingga <strong>ayam panggang dengan bumbu khas<\/strong>, makanan Dayak memiliki rasa yang membedakannya dari daerah lain.<\/p>\n<h4>Pengalaman untuk Mengenal Budaya<\/h4>\n<p>Makanan khas Dayak bisa menjadi pengalaman untuk mengenal budaya lokal. Misalnya, <strong>terong bakar<\/strong> yang lezat dan <strong>ayam panggang dengan bumbu khas<\/strong>. Beberapa warung di Borneo juga menyajikan makanan khas ini sebagai menu utama.<\/p>\n<h2>Rekomendasi Wisata Kuliner dari Sulawesi Selatan<\/h2>\n<p>Sulawesi Selatan memiliki makanan khas yang kaya rasa dan menggambarkan budaya daerahnya. Dari <strong>sate kwang<\/strong> hingga <strong>kue khas<\/strong>, setiap hidangan memiliki keunikan yang menarik perhatian wisatawan.<\/p>\n<h2>Sate Kwang di Makassar<\/h2>\n<p>Sate kwang adalah makanan khas yang terdiri dari <strong>daging sapi<\/strong> yang dimasak dalam <strong>sambal<\/strong> yang khas. Biasanya disajikan dengan <strong>lauk pauk<\/strong> dan <strong>bahan tambahan lainnya<\/strong>.<\/p>\n<h4>Penyajian dan Variasi<\/h4>\n<p>Sate kwang Sulawesi Selatan memiliki rasa yang berbeda dari sate pada umumnya karena menggunakan <strong>bumbu rempah khas<\/strong> dan <strong>daging sapi berkualitas tinggi<\/strong>. Makanan ini bisa ditemukan di beberapa tempat di Makassar.<\/p>\n<h2>Mie Sedaap di Makassar<\/h2>\n<p>Mie sedaap adalah makanan khas yang terdiri dari <strong>mi kuning<\/strong> dan <strong>kaldu ayam<\/strong> yang lezat. Biasanya disajikan dengan <strong>sayuran<\/strong>, <strong>sambal<\/strong>, dan <strong>lauk pauk<\/strong>. Makanan ini sangat populer di Makassar dan sekitarnya.<\/p>\n<h4>Keunggulan Mie Sedaap<\/h4>\n<p>Mie sedaap memiliki keunikan karena <strong>kaldu ayam yang digunakan<\/strong> dan bahan tambahan yang khas. Makanan ini bisa ditemukan di banyak tempat, tetapi untuk rasa terbaik, lebih baik mencicipi di warung tradisional. <\/p>\n<table style=\\\"border-collapse: collapse; width: 100%; margin: 20px 0;\\\">\n<thead>\n<tr>\n<th style=\\\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px; background-color: #f5f5f5; font-weight: bold;\\\">Daerah<\/th>\n<th style=\\\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px; background-color: #f5f5f5; font-weight: bold;\\\">Makanan Khas<\/th>\n<th style=\\\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px; background-color: #f5f5f5; font-weight: bold;\\\">Keunikan<\/th>\n<th style=\\\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px; background-color: #f5f5f5; font-weight: bold;\\\">Lokasi Populer<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td style=\\\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\\\">Bali<\/td>\n<td style=\\\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\\\">Babi Guling<\/td>\n<td style=\\\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\\\">Bumbu rempah khas<\/td>\n<td style=\\\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\\\">Warung babi guling di Denpasar<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\\\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\\\">Yogyakarta<\/td>\n<td style=\\\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\\\">Kerak Telor<\/td>\n<td style=\\\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\\\">Bahan yang beragam<\/td>\n<td style=\\\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\\\">Warung kerak telor di Malioboro<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\\\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\\\">Medan<\/td>\n<td style=\\\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\\\">Laksa<\/td>\n<td style=\\\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\\\">Kaldu ikan khas<\/td>\n<td style=\\\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\\\">Warung laksa di Pasar Baru<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\\\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\\\">Makassar<\/td>\n<td style=\\\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\\\">Sate Kwang<\/td>\n<td style=\\\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\\\">Bumbu spesifik<\/td>\n<td style=\\\"border: 1px solid #ddd; padding: 12px;\\\">Warung sate kwang di Pahawang<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2>FAQ: Pertanyaan Umum tentang Wisata Kuliner Khas Daerah<\/h2>\n<h2>Q: Apa saja makanan khas daerah Indonesia yang paling populer?<\/h2>\n<p><strong>A:<\/strong> Makanan khas daerah Indonesia yang paling populer antara lain <strong>nasi uduk<\/strong> di Bali, <strong>soto ayam<\/strong> di Jawa Tengah, <strong>babi guling<\/strong> di Solo, <strong>laksa<\/strong> di Medan, dan <strong>sate kwang<\/strong> di Makassar.<\/p>\n<h2>Q: Apakah makanan khas daerah Indonesia bisa ditemukan di luar wilayahnya?<\/h2>\n<p><strong>A:<\/strong> Ya, banyak makanan khas daerah Indonesia yang sudah terkenal secara nasional. Misalnya, <strong>nasi uduk<\/strong> dan <strong>babi guling<\/strong> bisa ditemukan di banyak kota besar seperti Jakarta atau Surabaya.<\/p>\n<h2>Q: Bagaimana cara menikmati makanan khas daerah secara autentik?<\/h2>\n<p><strong>A:<\/strong> Untuk menikmati makanan khas daerah secara autentik, lebih baik mengunjungi <strong>lokasi asal<\/strong> atau <strong>warung lokal<\/strong> yang sudah terkenal. Selain itu, berinteraksi langsung dengan warga setempat bisa memberikan wawasan lebih mendalam.<\/p>\n<h2>Q: Apakah ada rekomendasi wisata kuliner yang cocok untuk makan siang?<\/h2>\n<p><strong>A:<\/strong> Ada banyak rekomendasi makan siang dari <strong>wisata kuliner khas daerah Indonesia<\/strong>, seperti <strong>lontong balap<\/strong> di Banyumas, <strong>sate lilit<\/strong> di Bali, atau <strong>mie kocok<\/strong> di Klaten.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Wisata kuliner khas daerah Indonesia tidak hanya memberikan pengalaman lezat, tetapi juga menjadi sarana untuk memahami budaya dan sejarah masyarakat setempat. Dari <strong>nasi uduk<\/strong> di Bali hingga <strong>sate kwang<\/strong> di Makassar, setiap makanan memiliki keunikan dan nilai budaya yang tinggi. Dengan mengeksplorasi wisata kuliner khas daerah, wisatawan bisa merasakan kekayaan rasa dan keanekaragaman budaya Indonesia. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk mencoba rekomendasi wisata kuliner yang wajib dicoba! <strong>Ringkasan Artikel:<\/strong> Artikel ini menyajikan rekomendasi wisata kuliner khas daerah Indonesia yang wajib dicoba, dengan fokus pada makanan tradisional dari berbagai wilayah. Dari Jawa Barat hingga Sulawesi Selatan, setiap makanan memiliki keunikan yang membedakannya dari daerah lain. Selain itu, artikel ini juga menambahkan tabel perbandingan dan FAQ untuk membantu pembaca memahami lebih dalam tentang kekayaan kuliner Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Eksplorasiindonesia.com &ndash; Wisata kuliner khas daerah di Indonesia menjadi salah satu aktivitas yang paling diminati oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.\u2026<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3522,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[92],"tags":[],"class_list":["post-3523","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-review"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3523","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3523"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3523\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3523"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3523"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3523"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}