{"id":12989,"date":"2026-10-31T01:28:20","date_gmt":"2026-10-31T01:28:20","guid":{"rendered":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/?p=12989"},"modified":"2026-10-31T01:28:23","modified_gmt":"2026-10-31T01:28:23","slug":"menjelajahi-wisata-wellness-di-jogja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/?p=12989","title":{"rendered":"Menjelajahi Wisata Wellness di Jogja, dari Jamu hingga Perawatan Tradisional"},"content":{"rendered":"<h2>Menjelajahi Wisata Wellness di Jogja<\/h2>\n<p>Eksplorasiindonesia.com &ndash; Menjelajahi Wisata Wellness di Jogja menawarkan pengalaman liburan yang memadukan relaksasi, kesehatan, dan tradisi lokal. Selain dikenal lewat budaya, sejarah, serta kulinernya, Yogyakarta juga memiliki potensi besar untuk menghadirkan perjalanan yang membantu wisatawan memulihkan energi dan menemukan ketenangan.<\/p>\n<p>Konsep cultural wellness mengajak pengunjung menikmati perjalanan secara lebih bermakna. Wisatawan tidak hanya berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga dapat memberi waktu bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat melalui pengalaman yang berakar pada kearifan Nusantara.<\/p>\n<h3>Jamu dan Perawatan Tradisional sebagai Daya Tarik<\/h3>\n<p>Jamu, rempah-rempah, dan perawatan tradisional menjadi bagian penting dari pengalaman wellness di Yogyakarta. Kekayaan tersebut mencerminkan pengetahuan lokal mengenai perawatan tubuh dan keseimbangan hidup yang telah hadir dalam keseharian masyarakat Indonesia.<\/p>\n<p>Pengalaman berbasis tradisi ini juga menjadi pembeda bagi Indonesia di tengah persaingan destinasi wellness dunia. Melalui aktivitas yang autentik, wisatawan dapat mengenal budaya lokal sambil menikmati suasana relaksasi yang dibutuhkan di tengah rutinitas modern.<\/p>\n<h3>Jogja Cultural Wellness Festival 2026<\/h3>\n<p>Potensi wellness Yogyakarta akan diperkenalkan melalui Jogja Cultural Wellness Festival atau JCWF 2026. Badan Promosi Pariwisata Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta akan menggelar acara tersebut pada 6-8 November 2026 di Loman Park Hotel Yogyakarta.<\/p>\n<p>Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mendukung penyelenggaraan festival ini sebagai sarana memperkenalkan praktik kebugaran Nusantara sekaligus memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan kesehatan.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cKami menyambut baik kontribusi festival ini dalam memperkenalkan tradisi kebugaran Nusantara, sekaligus memperkuat daya tarik Yogyakarta sebagai destinasi wisata kebugaran berbasis budaya, atau cultural wellness,\u201d kata Widiyanti dalam konferensi pers di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jumat (30\/10\/2026).<\/p><\/blockquote>\n<p>Menurut Widiyanti, kebutuhan akan aktivitas wellness semakin relevan ketika masyarakat menghadapi tekanan kehidupan yang kompetitif dan situasi global yang penuh ketidakpastian. Perjalanan yang memberi ruang untuk ketenangan dapat membantu menjaga perhatian pada kesehatan fisik, mental, dan spiritual.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cJadi, event seperti ini sangat dibutuhkan di tengah situasi sekarang yang sangat kompetitif dan geopolitik yang sedang bergejolak sehingga membuat suasana tense di mana-mana. Jadi kita membutuhkan ketenangan, wellness mind, body, and spirit untuk kembali menemukan harmoni,\u201d ujarnya.<\/p><\/blockquote>\n<h3>Pasar Wisata Wellness Terus Berkembang<\/h3>\n<p>Data Global Wellness Institute mencatat belanja wisata wellness global mencapai USD893,9 miliar pada 2024, atau tumbuh 13,8 persen dibandingkan periode sebelumnya. Pertumbuhan ini memperlihatkan bahwa perjalanan untuk pemulihan, relaksasi, dan gaya hidup sehat menjadi segmen penting dalam industri pariwisata.<\/p>\n<p>Di Asia Pasifik, terdapat 562,7 juta perjalanan wisata wellness dengan total pengeluaran mencapai 215 miliar dolar AS. Sementara itu, pembaruan data Global Wellness Institute untuk 2025 belum tersedia saat konferensi pers berlangsung dan dijadwalkan rilis pada akhir November 2026.<\/p>\n<p>Bagi Indonesia, perkembangan tersebut membuka peluang untuk menampilkan identitas lokal melalui pengalaman yang berakar pada budaya. Menjelajahi Wisata Wellness di Jogja dapat menjadi cara untuk mengenal jamu, rempah, dan praktik perawatan tradisional dalam suasana perjalanan yang lebih personal.<\/p>\n<h3>Program dan Komunitas di JCWF 2026<\/h3>\n<p>Ketua BPPD DIY Gusti Kanjeng Ratu Bendara mengatakan JCWF 2026 akan mempertemukan masyarakat, komunitas, dan pelaku industri wellness. Rangkaian acara dibuka dengan business matching pada 6 November, sedangkan program festival untuk pengunjung berlangsung pada 7-8 November 2026.<\/p>\n<p>Festival ini melibatkan 97 komunitas, 32 peserta artisan market, dan 67 praktisi wellness. Peserta melewati proses kurasi berupa pendaftaran sesuai tema, penilaian deskripsi dan video kegiatan, serta kunjungan langsung untuk melihat karakter setiap komunitas dan praktisi.<\/p>\n<p>Hasil kurasi tersebut menghadirkan 89 program selama tiga hari penyelenggaraan, dengan 16 program yang dapat diikuti tanpa biaya.<\/p>\n<h3>FAQ Wisata Wellness di Jogja<\/h3>\n<p><strong>Apa yang dimaksud wisata wellness di Jogja?<\/strong> Wisata wellness adalah perjalanan yang berfokus pada relaksasi, pemulihan, kesehatan, dan keseimbangan tubuh serta pikiran, termasuk melalui jamu, rempah, dan perawatan tradisional.<\/p>\n<p><strong>Kapan Jogja Cultural Wellness Festival 2026 berlangsung?<\/strong> JCWF 2026 dijadwalkan berlangsung pada 6-8 November 2026 di Loman Park Hotel Yogyakarta.<\/p>\n<p><strong>Apakah ada kegiatan gratis di JCWF 2026?<\/strong> Ya, dari total 89 program yang disiapkan, terdapat 16 program yang dapat diikuti tanpa biaya.<\/p>\n<section class=\"wpman-seo-internal-links\" data-wpman-seo=\"internal-links\">\n<h2>Related Reading<\/h2>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\">Latest articles and updates: Menjelajahi Wisata Wellness di Jogja<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menjelajahi Wisata Wellness di Jogja menawarkan pengalaman liburan yang memadukan relaksasi, kesehatan, dan tradisi lokal. Selain dikenal lewat budaya<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":12988,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[544],"tags":[],"class_list":["post-12989","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-travel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12989","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12989"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12989\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12990,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12989\/revisions\/12990"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12988"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12989"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12989"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12989"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}