{"id":12935,"date":"2026-10-29T04:49:42","date_gmt":"2026-10-29T04:49:42","guid":{"rendered":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/?p=12935"},"modified":"2026-10-29T04:49:45","modified_gmt":"2026-10-29T04:49:45","slug":"bmkg-ungkap-penyebab-gempa-m6-0-guncang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/?p=12935","title":{"rendered":"BMKG Ungkap Penyebab Gempa M6,0 Guncang Oksibil Papua, Dirasakan di Jayapura"},"content":{"rendered":"<h2>BMKG Ungkap Penyebab Gempa M6,0 yang Guncang Oksibil Papua<\/h2>\n<p>Eksplorasiindonesia.com &ndash; BMKG Ungkap Penyebab Gempa M6 0 yang mengguncang Oksibil, Papua Pegunungan, pada Kamis, 29 Oktober 2026 pukul 10.26 WIB. Kekuatan gempa awalnya tercatat magnitudo 6,0, kemudian dimutakhirkan menjadi M5,9 dengan kedalaman 42 kilometer.<\/p>\n<p>Pusat gempa berada di daratan, tepatnya di wilayah Kiunga, Papua Nugini, sekitar 171 kilometer di tenggara Oksibil. Getarannya tidak hanya dirasakan di sekitar wilayah sumber, tetapi juga menjangkau sejumlah daerah lain di Papua.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cHasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,\u201d kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam keterangan tertulis.<\/p><\/blockquote>\n<h3>Gempa Berkaitan dengan Aktivitas Sesar Aktif<\/h3>\n<p>BMKG menjelaskan gempa tersebut dipicu aktivitas sesar aktif. Berdasarkan analisis mekanisme sumber, gempa memiliki mekanisme pergerakan sesar geser atau <em>strike slip<\/em>.<\/p>\n<p>Sesar geser terjadi ketika dua blok batuan bergerak mendatar dengan arah berlawanan di sepanjang bidang patahan. Pergerakan ini dapat melepaskan energi dan menimbulkan getaran yang terasa di wilayah sekitar pusat gempa.<\/p>\n<p>Karakter getaran di setiap daerah dapat berbeda. Selain magnitudo, dampaknya dipengaruhi oleh kedalaman gempa, jarak dari episenter, kondisi tanah, serta struktur bangunan di lokasi yang merasakan guncangan.<\/p>\n<h3>Getaran Terasa hingga Jayapura dan Merauke<\/h3>\n<p>Gempa yang berpusat di sekitar Kiunga itu dirasakan di Boven Digoel dengan intensitas III MMI. Pada skala ini, getaran terasa nyata di dalam rumah dan sering digambarkan seperti kendaraan besar sedang melintas.<\/p>\n<p>Di Kota Jayapura dan Merauke, intensitas gempa tercatat II MMI. Getaran pada tingkat tersebut umumnya dirasakan oleh sebagian orang, sementara benda ringan yang tergantung dapat terlihat bergoyang.<\/p>\n<p>Skala Modified Mercalli Intensity atau MMI menunjukkan tingkat dampak getaran di suatu lokasi. Skala ini berbeda dengan magnitudo, yang menggambarkan energi gempa dari sumbernya. Karena itu, masyarakat di wilayah berbeda dapat merasakan kekuatan guncangan yang tidak sama.<\/p>\n<h3>Belum Terdeteksi Gempa Susulan<\/h3>\n<p>Hingga pukul 10.55 WIB, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan. Meski demikian, pemantauan terhadap perkembangan aktivitas seismik tetap dilakukan setelah gempa utama terjadi.<\/p>\n<p>BMKG Ungkap Penyebab Gempa M6 0 sekaligus mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, terutama pesan berantai mengenai prediksi gempa atau ancaman tsunami.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cImbauan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,\u201d ujar Wijayanto.<\/p><\/blockquote>\n<p>Warga yang merasakan gempa sebaiknya memeriksa kondisi bangunan setelah guncangan berhenti. Hindari bagian bangunan yang retak atau tampak rusak, jauhi kaca serta benda berat yang berisiko jatuh, dan gunakan jalur keluar yang aman bila diperlukan.<\/p>\n<p>Masyarakat juga dianjurkan mengikuti informasi dari BMKG dan pihak berwenang setempat. Dalam kondisi darurat di dalam bangunan, hindari penggunaan lift dan utamakan keselamatan diri serta anggota keluarga.<\/p>\n<h3>FAQ Gempa Oksibil Papua<\/h3>\n<p><strong>Apakah gempa Oksibil berpotensi tsunami?<\/strong> Tidak. Hasil pemodelan BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.<\/p>\n<p><strong>Di mana saja gempa dirasakan?<\/strong> Getaran dilaporkan terasa di Boven Digoel dengan intensitas III MMI, serta di Kota Jayapura dan Merauke dengan intensitas II MMI.<\/p>\n<p><strong>Apakah ada gempa susulan?<\/strong> Hingga pukul 10.55 WIB, BMKG belum mendeteksi aktivitas gempa susulan. Masyarakat tetap diminta memantau pembaruan resmi.<\/p>\n<p><strong>Apa yang perlu dilakukan setelah gempa?<\/strong> Tetap tenang, periksa kondisi sekitar, hindari bangunan atau benda yang berpotensi membahayakan, dan jangan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.<\/p>\n<section class=\"wpman-seo-internal-links\" data-wpman-seo=\"internal-links\">\n<h2>Related Reading<\/h2>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\">Latest articles and updates: BMKG Ungkap Penyebab Gempa M6 0 Guncang<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BMKG Ungkap Penyebab Gempa M6 0 yang mengguncang Oksibil, Papua Pegunungan, pada Kamis, 29 Oktober 2026 pukul 10.26 WIB. Kekuatan gempa awalnya tercatat<\/p>\n","protected":false},"author":18,"featured_media":12934,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[547],"tags":[],"class_list":["post-12935","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-regional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12935","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/18"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12935"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12935\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12936,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12935\/revisions\/12936"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12934"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12935"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12935"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12935"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}