{"id":12809,"date":"2026-10-24T23:16:45","date_gmt":"2026-10-24T23:16:45","guid":{"rendered":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/?p=12809"},"modified":"2026-10-24T23:16:48","modified_gmt":"2026-10-24T23:16:48","slug":"indonesia-menggila-di-asian-para-games-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/?p=12809","title":{"rendered":"Indonesia Menggila di Asian Para Games 2026! Target 7 Emas, Pulang Bawa 15"},"content":{"rendered":"<h2>Indonesia Akhiri Asian Para Games 2026 dengan 15 Emas dan Posisi Delapan Besar<\/h2>\n<p>Eksplorasiindonesia.com &ndash; Kontingen Indonesia menutup perjalanan di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 dengan hasil yang melampaui sasaran pemerintah. Tim Merah Putih mengumpulkan 15 medali emas, lebih dari dua kali target awal yang dipatok sebanyak tujuh emas, serta mengakhiri kompetisi di urutan kedelapan klasemen akhir.<\/p>\n<p>Seluruh pertandingan rampung pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Indonesia membawa pulang total 73 medali, yang terdiri dari 15 emas, 21 perak, dan 37 perunggu. Hasil itu sekaligus membuat Indonesia melampaui target peringkat 10 besar yang telah dicanangkan sebelum ajang berlangsung.<\/p>\n<p>Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa kontingen Indonesia mampu menjaga performa hingga hari terakhir pertandingan. Target emas sebenarnya telah terlewati sebelum kompetisi selesai, tetapi para atlet tetap memburu hasil terbaik di setiap nomor yang masih dipertandingkan.<\/p>\n<h3>Emas Terakhir Datang dari Boccia<\/h3>\n<p>Medali emas ke-15 Indonesia hadir dari cabang boccia nomor beregu campuran BC1\/BC2. Muhammad Syafa, Gischa Zayana, dan Felix Ardi Yudha menjadi bagian dari tim yang memastikan penutup manis bagi Merah Putih di Nagoya.<\/p>\n<p>Pada laga final di Nagoya General Gymnasium atau Rainbow Hall, Jepang, Sabtu (24\/10\/2026), tim Indonesia tampil meyakinkan saat menghadapi Thailand. Mereka menuntaskan pertandingan dengan kemenangan 11-3.<\/p>\n<p>Boccia menjadi salah satu cabang yang memberi kontribusi besar untuk Indonesia sepanjang Asian Para Games 2026. Dari cabang tersebut, Indonesia meraih empat medali emas. Keberhasilan pada nomor beregu campuran BC1\/BC2 mempertegas peran boccia dalam pencapaian akhir kontingen.<\/p>\n<p>Tambahan medali juga datang dari para angkat berat. Ni Nengah Widiasih, Hilman, dan A. Hadi menyumbangkan medali perak untuk memperkuat perolehan Indonesia. Kombinasi hasil dari berbagai cabang menunjukkan bahwa pencapaian Indonesia tidak hanya bertumpu pada satu nomor pertandingan.<\/p>\n<h3>Apresiasi Erick Thohir untuk Atlet dan Ofisial<\/h3>\n<p>Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memberikan penghargaan kepada para atlet, pelatih, ofisial, serta seluruh unsur pendukung kontingen. Ia menilai raihan 15 emas mencerminkan kemampuan atlet Indonesia untuk tampil konsisten dari awal hingga akhir turnamen.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cAlhamdulillah, Indonesia berhasil masuk delapan besar hingga penutupan Asian Para Games 2026. Dari target awal tujuh medali emas, kita berhasil meraih 15 emas dengan total 73 medali,\u201d kata Erick.<\/p><\/blockquote>\n<p>Erick juga menaruh perhatian pada sikap kompetitif para atlet yang tidak berhenti berjuang setelah sasaran emas terlampaui. Baginya, pencapaian di Nagoya bukan hanya soal jumlah medali, tetapi juga tentang keteguhan menjaga standar penampilan pada seluruh rangkaian pertandingan.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cHebatnya perjuangan mereka juga sama sekali tak mengendur walaupun target emas sudah tercapai,\u201d lanjutnya.<\/p><\/blockquote>\n<p>Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Ketua Komite Paralimpiade Nasional Indonesia, Senny Marbun, serta Chef de Mission Indonesia, Prof. Reda Manthovani. Kerja para atlet dinilai berjalan seiring dengan dukungan tim pendamping dan koordinasi organisasi yang menyertai persiapan hingga pelaksanaan pertandingan.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cSaya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga yang mendampingi bersama Ketua NPC Indonesia, Bapak Senny Marbun dan Chef de Mission, Prof. Reda Manthovani sangat mengapresiasi perjuangan seluruh atlet dan ofisial yang tampil total dan konsisten sejak hari pertama hingga hari terakhir demi menunjukkan kedigdayaan bangsa,\u201d ujar Erick.<\/p><\/blockquote>\n<h3>Melampaui Sasaran Peringkat 10 Besar<\/h3>\n<p>Indonesia tidak hanya memenuhi target masuk 10 besar, tetapi finis dua tingkat lebih tinggi dengan menduduki posisi kedelapan. Posisi tersebut memberi arti penting bagi pembinaan olahraga disabilitas nasional karena diperoleh melalui koleksi medali dari sejumlah cabang.<\/p>\n<p>Keberhasilan itu juga menegaskan pentingnya kesinambungan antara target, persiapan, dan pelaksanaan program olahraga. Perolehan medali di Nagoya dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat nomor-nomor yang telah kuat, sekaligus bidang yang masih membutuhkan penguatan menjelang kompetisi internasional berikutnya.<\/p>\n<p>Erick menilai koordinasi antara Kementerian Pemuda dan Olahraga, NPC Indonesia, serta tim Chef de Mission menjadi salah satu unsur penting dalam perjalanan kontingen. Ia menekankan bahwa pencapaian olahraga perlu dibangun melalui kerja bersama dan strategi yang jelas.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cSaya juga sangat senang NPC dan CdM bekerja sama dengan baik serta mampu menepati target-target yang telah dikoordinasikan bersama Kemenpora,\u201d tutur Erick.<\/p><\/blockquote>\n<blockquote><p>\u201cInilah bukti mengapa dalam membangun olahraga kita harus kompak, dan juga harus benar-benar memastikan semua target bisa tercapai, sesuai dengan strategi besar pembangunan olahraga Indonesia,\u201d tambahnya.<\/p><\/blockquote>\n<h3>Modal Menuju ASEAN Para Games dan Paralimpiade<\/h3>\n<p>Hasil Asian Para Games 2026 menjadi pijakan bagi Indonesia untuk menatap agenda besar berikutnya. Setelah Nagoya, perhatian pembinaan dapat diarahkan pada ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade Los Angeles 2028.<\/p>\n<p>Dua ajang tersebut akan menjadi kesempatan lanjutan bagi atlet Indonesia untuk menguji kemampuan di panggung internasional. Pengalaman bertanding, hasil evaluasi nomor, serta kekompakan antara atlet dan tim pendukung akan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan kompetisi mendatang.<\/p>\n<p>Dengan 15 emas dan total 73 medali, Indonesia meninggalkan Nagoya dengan catatan yang jauh melewati target awal. Capaian posisi kedelapan menunjukkan bahwa perjuangan kontingen berlangsung sampai pertandingan terakhir, dengan emas boccia sebagai penanda akhir yang kuat bagi perjalanan Merah Putih di Asian Para Games 2026.<\/p>\n<section class=\"wpman-seo-internal-links\" data-wpman-seo=\"internal-links\">\n<h2>Related Reading<\/h2>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\">Latest articles and updates: Indonesia Menggila di Asian Para Games 2026<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/section>\n<section class=\"wpman-seo-faq\" data-wpman-seo=\"faq\">\n<h2>Frequently Asked Questions<\/h2>\n<details>\n<summary>What is Indonesia Menggila di Asian Para Games 2026?<\/summary>\n<p>Indonesia Menggila di Asian Para Games 2026 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.<\/p>\n<\/details>\n<details>\n<summary>Why does Indonesia Menggila di Asian Para Games 2026 matter?<\/summary>\n<p>Indonesia Menggila di Asian Para Games 2026 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.<\/p>\n<\/details>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kontingen Indonesia menutup perjalanan di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 dengan hasil yang melampaui sasaran pemerintah. Tim Merah Putih mengumpulkan 15<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":12808,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[541],"tags":[],"class_list":["post-12809","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sport"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12809","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12809"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12809\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12810,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12809\/revisions\/12810"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12808"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12809"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12809"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12809"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}