{"id":12703,"date":"2026-10-21T09:03:57","date_gmt":"2026-10-21T09:03:57","guid":{"rendered":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/?p=12703"},"modified":"2026-10-21T09:09:48","modified_gmt":"2026-10-21T09:09:48","slug":"persita-tangerang-kena-sanksi-komdis-rp40","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/?p=12703","title":{"rendered":"Persita Tangerang Kena Sanksi Komdis Rp40 Juta usai Kalahkan Persija, Gara-Gara Masalah Sepele!"},"content":{"rendered":"<h2>Persita Tangerang Kena Sanksi Komdis Rp40 Juta usai Laga Kontra Persija<\/h2>\n<p>Eksplorasiindonesia.com &ndash; Persita Tangerang kena sanksi Komdis berupa denda Rp40 juta setelah pertandingan melawan Persija Jakarta di Banten International Stadium (BIS), Serang. Hukuman itu dijatuhkan kepada panitia pelaksana Persita karena dinilai gagal menjaga keamanan dan ketertiban selama laga Super League 2026-2027.<\/p>\n<p>Persita menjamu Persija pada pekan kelima Super League 2026-2027, Sabtu (17\/10\/2026). Di atas lapangan, Pendekar Cisadane meraih kemenangan dramatis 3-2 melalui gol pada menit ke-90+5. Namun, hasil positif tersebut turut diwarnai keributan penonton yang mengganggu jalannya pertandingan.<\/p>\n<p>Direktur Utama I.League Ferry Paulus menyampaikan keputusan Komite Disiplin dalam konferensi pers di Kantor I.League, Jakarta, Rabu (21\/10\/2026). Panpel Persita dinyatakan melanggar kewajiban menjaga ketertiban dan keamanan pertandingan sehingga dikenai denda Rp40 juta.<\/p>\n<blockquote>\n<p>\u201cPanitia pelaksana pertandingan Persita ya di kompetisi Super League, diputuskan oleh Komdis pelanggaran sebesar denda Rp40 juta, di mana pelanggaran gagal menjalankan tanggung jawab menjaga ketertiban, keamanan, dan seterusnya,\u201d kata Ferry Paulus.<\/p>\n<\/blockquote>\n<h2>Keributan Spanduk Membuat Babak Kedua Tertunda<\/h2>\n<p>Persita Tangerang kena sanksi Komdis bukan karena insiden di lapangan, melainkan gangguan di tribune penonton. Menurut Ferry, persoalan tersebut bermula dari masalah spanduk yang memicu keributan. Meski penyebabnya disebut sepele, dampaknya cukup besar karena pertandingan harus dihentikan sementara.<\/p>\n<blockquote>\n<p>\u201cPertandingan sebenarnya berjalan dengan lancar, baik. Tetapi terhenti di babak kedua karena memang ada keributan yang sebenarnya sepele persoalannya, hanya persoalan spanduk,\u201d ujarnya.<\/p>\n<\/blockquote>\n<p>Kericuhan telah muncul sejak jeda babak pertama. Wasit dan pengawas pertandingan kemudian memutuskan menunda dimulainya babak kedua demi menunggu situasi di stadion kembali terkendali.<\/p>\n<p>Laga yang seharusnya dimulai kembali pukul 20.00 WIB baru dapat dilanjutkan pada pukul 20.31 WIB. Artinya, pertandingan Persita melawan Persija tertunda selama 31 menit akibat gangguan keamanan di area penonton.<\/p>\n<h3>Total Sanksi Terkait Pertandingan Capai Rp130 Juta<\/h3>\n<p>Selain panpel tuan rumah, Persija Jakarta dan suporternya juga menerima sanksi Komdis. Persija dijatuhi denda klub sebesar Rp30 juta, sedangkan pendukung Macan Kemayoran dikenai denda Rp60 juta karena tiga kali menyalakan petasan dan melempar satu flare.<\/p>\n<p>Dengan demikian, total denda finansial terkait pertandingan Persita versus Persija mencapai Rp130 juta. Jumlah itu terdiri atas denda Rp40 juta untuk panpel Persita serta sanksi Rp90 juta yang berkaitan dengan Persija dan suporternya.<\/p>\n<p>Persija juga mendapat hukuman tambahan berupa larangan kehadiran suporter dalam enam pertandingan tandang selama setengah musim Super League 2026-2027. Sanksi tersebut menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi.<\/p>\n<h2>Keamanan Stadion Menjadi Bahan Evaluasi<\/h2>\n<p>Kasus Persita Tangerang kena sanksi Komdis kembali menegaskan pentingnya pengamanan pertandingan sepak bola. I.League menaruh perhatian khusus terhadap ketertiban stadion, terutama saat kompetisi tengah berupaya melonggarkan aturan kehadiran suporter tim tamu.<\/p>\n<p>Ferry Paulus menilai insiden tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bagi klub, panpel, dan aparat pengamanan. Pengawasan di tribune harus diperkuat agar gangguan serupa tidak kembali menghambat pertandingan maupun membahayakan penonton.<\/p>\n<p>Dalam dua pekan terakhir, isu keamanan sepak bola nasional juga menjadi sorotan setelah adanya penyerangan terhadap bus tim Elite Pro Academy Persib Bandung U-18 yang melibatkan oknum suporter Persija. Karena itu, setiap pihak dituntut menjalankan tanggung jawabnya demi menciptakan pertandingan yang aman.<\/p>\n<h2>FAQ Persita Tangerang Kena Sanksi Komdis<\/h2>\n<h3>Berapa denda yang diterima panpel Persita?<\/h3>\n<p>Panitia pelaksana Persita dikenai denda Rp40 juta oleh Komite Disiplin karena dianggap gagal menjaga ketertiban dan keamanan pertandingan.<\/p>\n<h3>Apa penyebab pertandingan Persita melawan Persija tertunda?<\/h3>\n<p>Pertandingan tertunda 31 menit akibat keributan penonton yang dipicu persoalan spanduk di tribune.<\/p>\n<h3>Berapa skor akhir Persita melawan Persija?<\/h3>\n<p>Persita menang 3-2 atas Persija Jakarta. Gol kemenangan Pendekar Cisadane tercipta pada menit ke-90+5.<\/p>\n<h3>Apakah Persija juga mendapat sanksi?<\/h3>\n<p>Ya. Persija didenda Rp30 juta, sementara suporternya dikenai denda Rp60 juta serta larangan hadir pada enam pertandingan tandang selama setengah musim kompetisi.<\/p>\n<section class=\"wpman-seo-internal-links\" data-wpman-seo=\"internal-links\">\n<h2>Related Reading<\/h2>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\">Latest articles and updates: Persita Tangerang Kena Sanksi Komdis Rp40<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Persita Tangerang kena sanksi Komdis berupa denda Rp40 juta setelah pertandingan melawan Persija Jakarta di Banten International Stadium (BIS), Serang<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":12704,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[541],"tags":[],"class_list":["post-12703","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sport"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12703","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12703"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12703\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12705,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12703\/revisions\/12705"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12704"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12703"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12703"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12703"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}