{"id":11967,"date":"2026-09-19T06:14:03","date_gmt":"2026-09-19T06:14:03","guid":{"rendered":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/?p=11967"},"modified":"2026-09-19T06:14:06","modified_gmt":"2026-09-19T06:14:06","slug":"prabowo-usap-air-mata-di-gontor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/?p=11967","title":{"rendered":"Prabowo Usap Air Mata di Gontor, Teringat Warga Palestina: Mereka Dibantai-Dibom"},"content":{"rendered":"<h2>Prabowo Menahan Haru Saat Berbicara tentang Palestina di Peringatan Seabad Gontor<\/h2>\n<p>Eksplorasiindonesia.com &ndash; Presiden Prabowo Subianto tampak emosional ketika memberikan sambutan pada Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19\/9\/2026). Di tengah pidatonya, Prabowo menghentikan sejenak penyampaian sambutan dan mengusap air mata menggunakan handuk kecil.<\/p>\n<p>Setelah kembali menenangkan diri, Prabowo menyampaikan permohonan maaf kepada para hadirin. Perasaannya terusik saat mengingat penderitaan masyarakat Palestina yang masih menghadapi serangan.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cSaya minta maaf. Tadi saya teringat saudara-saudara kita di Palestina. Mereka dibantai, mereka dibom, mereka diserang terus-menerus. Dan kita seolah kurang berdaya untuk membantu mereka,\u201d kata Prabowo.<\/p><\/blockquote>\n<p>Momen tersebut menjadi bagian dari pesan yang lebih luas mengenai pentingnya kekuatan sebuah bangsa. Prabowo menekankan bahwa kepedulian terhadap tragedi kemanusiaan perlu diiringi dengan tekad memperkuat Indonesia, agar negara memiliki kemampuan lebih besar dalam menjaga kepentingan dan martabatnya.<\/p>\n<h3>Kekuatan Bangsa dan Peran Pendidikan<\/h3>\n<p>Dalam sambutannya, Prabowo mengaitkan persoalan tersebut dengan tanggung jawab generasi muda Indonesia. Ia menaruh harapan besar kepada para kiai, ulama, guru, ustaz, serta lembaga pendidikan keagamaan untuk ikut menyiapkan sumber daya manusia yang tangguh.<\/p>\n<p>Pondok pesantren, dalam pandangannya, memiliki posisi penting dalam pembentukan karakter. Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penguasaan ilmu, melainkan juga keberanian, disiplin, kejujuran, dan kesadaran akan tanggung jawab terhadap bangsa.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cKarena bangsa yang tidak kuat, bangsa itu akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa lain. Kita harus belajar dari sejarah. Tadi dikatakan, ya, kita ingin membangun sejarah, tapi kita harus belajar dari sejarah. Dan kita harus jujur kepada diri kita. Kita harus jujur bukan kepada orang lain, tetapi kita harus jujur kepada diri kita sendiri,\u201d ujarnya.<\/p><\/blockquote>\n<p>Pesan itu disampaikan dalam suasana peringatan seabad Pondok Modern Darussalam Gontor. Momentum tersebut mengingatkan bahwa institusi pendidikan dapat bertahan dan memberi pengaruh lintas generasi ketika memiliki arah, nilai, serta komitmen yang kuat dalam mendidik masyarakat.<\/p>\n<p>Bagi Prabowo, membangun bangsa tidak cukup melalui semangat besar semata. Indonesia juga perlu memiliki keberanian untuk menilai kondisi dirinya secara terbuka, termasuk mengakui berbagai keterbatasan yang masih ada. Sikap seperti itu dinilai penting agar perbaikan dapat dilakukan secara nyata.<\/p>\n<h3>Ajakan Mengakui Kekurangan<\/h3>\n<p>Prabowo mengingatkan bahwa manusia kerap lebih mudah melihat kelemahan pihak lain dibanding memahami kekurangan dirinya sendiri. Ia meminta para pendidik dan tokoh agama membantu membangun keberanian generasi penerus untuk melakukan evaluasi diri.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cSaya berharap dari generasi penerus, dari ustaz-ustaz, dari ulama-ulama, untuk bisa membangunkan keberanian untuk belajar dari kelemahan-kelemahan kita sendiri, kekurangan-kekurangan kita sendiri,\u201d tuturnya.<\/p><\/blockquote>\n<p>Ajakan tersebut dapat dimaknai sebagai dorongan agar pendidikan menghasilkan pribadi yang tidak cepat puas. Generasi yang kuat bukan hanya generasi yang percaya diri, tetapi juga mampu menerima kritik, memperbaiki kesalahan, dan menjadikan kekurangan sebagai bahan belajar.<\/p>\n<p>Dalam konteks kebangsaan, evaluasi diri juga berkaitan dengan kemampuan melihat tantangan secara jernih. Ketahanan suatu negara dibentuk oleh banyak unsur, termasuk kualitas pendidikan, persatuan masyarakat, keteguhan nilai, dan kesediaan seluruh elemen bangsa untuk bekerja demi tujuan bersama.<\/p>\n<h3>Belajar dari Pengalaman Penjajahan<\/h3>\n<p>Prabowo turut menyinggung perjalanan sejarah Indonesia yang pernah mengalami masa penjajahan. Ia menggambarkan pengalaman itu sebagai kenyataan pahit yang tidak boleh diabaikan, sebab para pendahulu bangsa harus berjuang melawan dominasi kekuatan asing dalam waktu yang panjang.<\/p>\n<p>Ingatan atas sejarah tersebut, kata Prabowo, perlu menjadi pengingat bagi generasi masa kini. Kemerdekaan tidak hadir tanpa pengorbanan, sehingga harus dijaga melalui kesungguhan membangun kekuatan nasional dan menolak sikap lengah.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cBapak-bapak kita, eyang-eyang kita, kakek-kakek kita, pendahulu-pendahulu kita, berjuang, melawan. Tapi cukup lama kita berada di bawah telapak kaki bangsa lain. Ini pahit, tapi kita harus berani mengakui dan kita harus belajar dari situ. Dan kita harus bertekad, jangan sekali-sekali kita akan dijajah kembali oleh siapa pun. Kita harus kuat,\u201d pungkasnya.<\/p><\/blockquote>\n<p>Peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor pun menjadi ruang untuk menegaskan kembali hubungan antara pendidikan, ketahanan bangsa, dan kepedulian kemanusiaan. Pesan Prabowo menempatkan kekuatan Indonesia sebagai kebutuhan yang tidak hanya relevan bagi kehidupan di dalam negeri, tetapi juga bagi kemampuan bangsa untuk bersuara dan berperan ketika melihat penderitaan di luar batas wilayahnya.<\/p>\n<p>Di hadapan para hadirin di Ponorogo, emosi Prabowo saat berbicara mengenai Palestina berpadu dengan seruannya untuk memperkuat Indonesia. Ia mengajak masyarakat, terutama para pendidik dan generasi penerus, menjadikan sejarah serta kelemahan yang ada sebagai pelajaran untuk membangun masa depan yang lebih kokoh.<\/p>\n<section class=\"wpman-seo-internal-links\" data-wpman-seo=\"internal-links\">\n<h2>Related Reading<\/h2>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\">Latest articles and updates: Prabowo Usap Air Mata di Gontor<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/section>\n<section class=\"wpman-seo-faq\" data-wpman-seo=\"faq\">\n<h2>Frequently Asked Questions<\/h2>\n<details>\n<summary>What is Prabowo Usap Air Mata di Gontor?<\/summary>\n<p>Prabowo Usap Air Mata di Gontor is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.<\/p>\n<\/details>\n<details>\n<summary>Why does Prabowo Usap Air Mata di Gontor matter?<\/summary>\n<p>Prabowo Usap Air Mata di Gontor matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.<\/p>\n<\/details>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Presiden Prabowo Subianto tampak emosional ketika memberikan sambutan pada Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":11966,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[507],"tags":[],"class_list":["post-11967","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11967","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11967"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11967\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11968,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11967\/revisions\/11968"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/11966"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11967"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11967"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11967"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}