{"id":11950,"date":"2026-09-18T22:19:13","date_gmt":"2026-09-18T22:19:13","guid":{"rendered":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/?p=11950"},"modified":"2026-09-18T22:19:17","modified_gmt":"2026-09-18T22:19:17","slug":"sosok-alice-walton-perempuan-terkaya-di-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/?p=11950","title":{"rendered":"Sosok Alice Walton, Perempuan Terkaya di Dunia yang Punya Koleksi Seni Bernilai Fantastis"},"content":{"rendered":"<h2>Sosok Alice Walton, Perempuan Terkaya dengan Koleksi Seni<\/h2>\n<p>Eksplorasiindonesia.com &ndash; Sosok Alice Walton perempuan terkaya di Amerika Serikat kembali menjadi sorotan berkat kekayaan dan dedikasinya pada dunia seni. Pewaris Walmart ini tercatat memiliki harta sekitar 118 miliar dolar AS, setara kurang lebih Rp2.094 triliun dengan kurs Rp17.752 per dolar AS. Posisi tersebut membuatnya berada di puncak daftar perempuan terkaya di AS selama empat tahun berturut-turut dalam Forbes 400.<\/p>\n<p>Dalam setahun terakhir, kekayaan Alice Walton bertambah sekitar 12 miliar dolar AS. Kenaikan harga saham Walmart sekitar 10 persen ikut mendorong pertumbuhan hartanya, seiring perkembangan penjualan online, bisnis keanggotaan, dan layanan pengiriman perusahaan ritel tersebut.<\/p>\n<p>Pada usia 76 tahun, Alice berada di peringkat ke-13 orang terkaya di Amerika Serikat. Ia berada di bawah dua saudaranya, Rob Walton dan Jim Walton, yang masing-masing memiliki kekayaan sekitar 132 miliar dolar AS dan 128 miliar dolar AS.<\/p>\n<h2>Kepemilikan Keluarga Walton di Walmart<\/h2>\n<p>Jarak kekayaan Alice dengan Julia Koch, perempuan terkaya kedua di Amerika Serikat, semakin lebar. Julia Koch, pewaris Koch Inc., mengalami kenaikan harta sekitar 3,4 miliar dolar AS pada periode yang sama.<\/p>\n<p>Keluarga Walton masih memegang peran besar di Walmart. Alice, Rob, Jim, dua ahli waris mendiang John Walton, serta sejumlah lembaga amal keluarga secara kolektif menguasai sekitar 44 persen saham Walmart.<\/p>\n<p>Fondasi kekayaan keluarga ini berawal pada 1953, ketika Sam Walton mengalihkan 80 persen kepemilikan perusahaan holding keluarga kepada anak-anaknya. Langkah itu dilakukan sembilan tahun sebelum toko Walmart pertama dibuka dan dirancang untuk menekan potensi pajak warisan di masa depan.<\/p>\n<p>Sejak Sam Walton meninggal, keluarga tersebut menjual atau menyumbangkan saham Walmart senilai puluhan miliar dolar AS. Langkah ini membantu menjaga kepemilikan keluarga tetap di bawah 50 persen, meski Walmart melakukan pembelian kembali saham dalam jumlah besar.<\/p>\n<h2>Dari Walmart ke Dunia Seni Amerika<\/h2>\n<p>Alice Walton adalah putri tunggal Sam Walton. Ia menyelesaikan pendidikan administrasi bisnis di Trinity University, Texas, pada 1971. Sebelum fokus pada seni, ia pernah bekerja di Walmart sebagai pembeli pakaian anak-anak.<\/p>\n<p>Berbeda dari saudaranya yang lebih dekat dengan operasional bisnis keluarga, sosok Alice Walton perempuan terkaya ini dikenal melalui kegiatan seni dan filantropi. Ia mendirikan Crystal Bridges Museum of American Art di Bentonville, Arkansas, kota yang erat dengan sejarah Walmart.<\/p>\n<p>Museum yang dibuka pada 2011 tersebut memiliki koleksi permanen seni Amerika dari lima abad terakhir. Beberapa karya yang menarik perhatian antara lain <em>Rosie the Riveter<\/em> karya Norman Rockwell, <em>Radiator Building\u2014Night, New York<\/em> karya Georgia O\u2019Keeffe, serta potret George Washington tahun 1797 karya Gilbert Stuart.<\/p>\n<p>Alice pernah menjadi ketua Crystal Bridges selama satu dekade sebelum meninggalkan jabatan itu pada 2021. Pembangunan fasilitas senilai sekitar 1,6 miliar dolar AS terutama didukung yayasan keluarga yang memakai nama John Walton dan Helen Walton.<\/p>\n<h3>Komitmen Memperluas Akses Seni<\/h3>\n<p>Perhatian Alice pada seni juga diwujudkan melalui Art Bridges Foundation yang didirikan pada 2016. Yayasan itu telah mengalokasikan lebih dari 500 juta dolar AS untuk membeli dan meminjamkan karya seni Amerika kepada lebih dari 400 museum di berbagai wilayah Amerika Serikat.<\/p>\n<p>Program tersebut memberi museum di daerah kesempatan menampilkan karya penting yang sebelumnya lebih banyak terpusat di kota-kota besar. Bagi Alice Walton, koleksi seni bukan hanya aset bernilai tinggi, melainkan sarana untuk memperluas akses masyarakat terhadap seni Amerika.<\/p>\n<h2>FAQ tentang Alice Walton<\/h2>\n<h3>Siapa Alice Walton?<\/h3>\n<p>Alice Walton adalah pewaris Walmart, putri Sam Walton, serta pendiri Crystal Bridges Museum of American Art dan Art Bridges Foundation.<\/p>\n<h3>Mengapa Alice Walton dikenal sebagai tokoh seni?<\/h3>\n<p>Ia mendirikan museum seni Amerika di Arkansas dan mendukung peminjaman karya seni ke ratusan museum melalui Art Bridges Foundation.<\/p>\n<h3>Berapa kekayaan Alice Walton?<\/h3>\n<p>Kekayaan Alice Walton tercatat sekitar 118 miliar dolar AS, atau kurang lebih Rp2.094 triliun berdasarkan kurs yang disebutkan dalam laporan tersebut.<\/p>\n<section class=\"wpman-seo-internal-links\" data-wpman-seo=\"internal-links\">\n<h2>Related Reading<\/h2>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\">Latest articles and updates: Sosok Alice Walton Perempuan Terkaya di Dunia<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sosok Alice Walton perempuan terkaya di Amerika Serikat kembali menjadi sorotan berkat kekayaan dan dedikasinya pada dunia seni. Pewaris Walmart ini tercatat<\/p>\n","protected":false},"author":18,"featured_media":11949,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[507],"tags":[],"class_list":["post-11950","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11950","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/18"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11950"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11950\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11951,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11950\/revisions\/11951"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/11949"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11950"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11950"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/eksplorasiindonesia.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11950"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}