Kebijakan Baru: Pemprov Sumut perkuat pemulihan ekonomi perempuan terdampak bencana

1000825620

Pemprov Sumut perkuat pemulihan ekonomi perempuan terdampak bencana

Di tengah upaya pemulihan pasca-bencana, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terus mengembangkan program untuk mendukung perempuan yang mengalami kesulitan ekonomi. Dwi Endah Purwanti, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Sumut, menyatakan Program Perempuan Tangguh dan Mandiri (Permata) menjadi salah satu inisiatif utama tahun ini. “Program ini diharapkan menjadi peran aktif perempuan dalam membangkitkan kembali kehidupan keluarga,” tuturnya.

Permata difokuskan pada pelatihan pertanian berbasis teknologi, seperti hidroponik dan taman vertikal, yang diberikan kepada perempuan yang tinggal di hunian tetap di Kabupaten Tapanuli Selatan. “Kami mengajak mereka untuk mengembangkan usaha tani sebagai upaya memenuhi kebutuhan pangan dan meningkatkan pendapatan,” jelas Dwi Endah. Pelatihan ini juga melibatkan pemberian alat usaha, serta pembekalan dalam pengolahan makanan frozen food.

“Mereka ada yang kehilangan suaminya, ada yang kehilangan orang tuanya. Karena itu, kami fokus memberikan layanan ini kepada perempuan dan anak di wilayah Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Sibolga,” ujar Dwi Endah.

Selain pelatihan, Pemprov Sumut menyediakan bantuan kebutuhan spesifik seperti makanan siap saji kepada 1.000 korban banjir dan longsor di provinsi ini. Layanan psikososial juga diberikan secara bersamaan melalui kolaborasi dengan tenaga psikolog, penggiat literasi, lembaga masyarakat, dan perangkat daerah terkait.

Dwi Endah menambahkan bahwa DP3AKB Sumut akan segera meluncurkan program pemberdayaan perempuan muda. Salah satunya adalah gelar wicara kepemimpinan perempuan yang menargetkan sekitar 600 peserta dari berbagai latar belakang, seperti mahasiswa, praktisi, pengusaha rumahan, dan mitra strategis. “Kami juga akan mengadakan Bella Award, yang memberikan apresiasi kepada perempuan yang aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis produk pertanian,” terangnya. Acara ini bekerja sama dengan Asia Small Business Federation Indonesia.