BNPB: Jumlah pengungsi banjir Demak jadi 2.839 jiwa
BNPB: Jumlah pengungsi banjir Demak mencapai 2.839 jiwa
Jakarta – Jumlah penduduk yang terpaksa berpindah akibat banjir di Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah, terus meningkat. Menurut laporan terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), total korban mengungsi mencapai 2.839 jiwa.
Abdul Muhari, kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, mengungkapkan bahwa warga terpaksa mengungsi di beberapa titik akibat banjir yang dipicu oleh hujan deras dan meluapnya Sungai Tuntang.
Bencana ini menyebabkan sejumlah tanggul jebol di daerah terdampak, memperparah kondisi air. Berdasarkan pendataan awal, lokasi tempat pengungsian tersebar di beberapa tempat, seperti Masjid Babu Rohim Dukuh Solondoko (200 jiwa), Masjid Rodhotul Janah Dukuh Solowere (500 jiwa), Kantor Kecamatan Guntur (119 jiwa), serta area Balai Desa, Mushola, Madrasah, dan rumah warga lainnya yang masih dalam pengecekan.
Kondisi di sekitar Desa Trimulyo dan Desa Ploso dilaporkan memiliki genangan air mencapai 100–150 sentimeter (cm), sementara akses jalan di Desa Trimulyo terhalang oleh air yang cukup tinggi. Selain itu, banjir juga menyebabkan aliran air di wilayah seperti Desa Turitempel, Desa Sumberejo, Desa Solowire, dan Desa Sarimulyo, meskipun dampaknya masih tergolong ringan.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memberikan perhatian khusus terhadap situasi di Demak. Meski tengah berada di Manado untuk menangani gempa bumi berkekuatan 7,6 SR, ia menginstruksikan jajarannya untuk segera berkoordinasi dengan BPBD Jawa Tengah.
Perintah tersebut bertujuan mempercepat identifikasi kebutuhan bantuan darurat serta mengirimkan tim ke lokasi bencana untuk menunjang upaya evakuasi dan penanganan.
