Mengatasi Masalah: Polri perkuat keamanan di Maluku Utara dan Papua Tengah

5cde9011 5e36 430a 8876 23df664651a3 0

Polri perkuat keamanan di Maluku Utara dan Papua Tengah

Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) meningkatkan pengamanan di Papua Tengah serta Maluku Utara sebagai upaya mengatasi situasi Kamtibmas yang sedang berlangsung. Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan bahwa lembaga tersebut responsif terhadap dinamika di lapangan dan berkomitmen memastikan stabilitas wilayah Indonesia.

“Kami mengambil tindakan cepat dengan menambahkan personel tambahan untuk memperkuat pengamanan serta menangani situasi di Papua Tengah dan Maluku Utara,” ujarnya.

Pada Sabtu (4/4), Polri melakukan pengecekan kesiapan pasukan Brimob yang akan bertugas di Papua Tengah. Pemeriksaan ini dipimpin langsung oleh Wakapolri Komjen Pol. Dedy Prasetyo. Dalam keterangan, Trunoyudo menyebutkan bahwa total personel yang dikerahkan mencapai 148, terdiri dari 100 anggota Brimob, delapan personel tim Itwasum yang dibagi ke dua wilayah, sepuluh anggota tim BIK, 26 personel Div Propam yang terbagi di Papua Tengah dan Maluku Utara, serta 20 personel dari Bareskrim.

Sebagai tambahan, 12 personel Divisi Propam telah diberangkatkan ke Maluku Utara pada pagi hari Sabtu (4/4) menggunakan pesawat Beechcraft. Sementara empat personel Itwasum masih dalam proses pencarian tiket penerbangan. Di Maluku Utara, konflik antarwarga di Kabupaten Halmahera Tengah bermula dari kasus dugaan pembunuhan seorang warga di Desa Bobane Jaya, yang kemudian memicu aksi saling serang antara warga Desa Bobane Jaya dan Desa Sibenpopo. Akibatnya, terjadi korban jiwa, pembakaran rumah serta fasilitas umum, dan satu unit tempat ibadah.

Dalam situasi di Papua Tengah, terjadi aksi penganiayaan berat terhadap personel Polri, Bripda Juventus Edowai, oleh orang tak dikenal. Kejadian ini menyebabkan korban meninggal dunia. Trunoyudo menekankan bahwa selain peningkatan personel, Polri juga menerapkan pendekatan humanis serta penegakan hukum tegas untuk menangani masalah tersebut.

Menurutnya, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terbukti. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, tidak terprovokasi oleh isu hoaks maupun pemicu konflik yang bisa memperburuk keadaan,” tuturnya.

Saat ini, Polri masih menyelidiki kasus pembunuhan di Halmahera Tengah serta penyerangan terhadap personel di Dogiyai. Upaya penguatan keamanan dilakukan untuk memastikan situasi tetap terkendali di kedua wilayah tersebut.