Kunjungan Penting: Ye batal tampil di Wireless Music Festival imbas dicekal masuk Inggris
Ye Batal Tampil di Wireless Music Festival Akibat Dicelak Masuk Inggris
Dari Jakarta, penyanyi hip-hop asal Amerika yang kini dikenal sebagai Ye mengumumkan pengunduran diri dari Wireless Music Festival setelah dilarang masuk ke wilayah Inggris. Laporan dari Hollywood Reporter, Selasa (7/4) waktu setempat, menyebutkan bahwa pemerintah Inggris memutuskan untuk membatalkan acara Wireless Music Festival setelah mengambil keputusan larangan terhadap Ye memasuki negeri tersebut. Festival ini dirancang berlangsung tiga hari di Finsbury Park, London, bulan Juli mendatang.
Alasan Pembatalan Festival
Pernyataan resmi dari penyelenggara acara menyebutkan bahwa Kementerian Dalam Negeri Inggris telah mencabut visa elektronik Ye, sehingga ia tidak dapat hadir di sana. Akibatnya, Wireless Festival dibatalkan dan seluruh tiket akan dikembalikan ke pembelinya.
Kritik dari Perdana Menteri
Kehadiran Ye di festival ini memicu sorotan, termasuk dari Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, yang khawatir terhadap sikap anti-Semit dan penyanjungan Nazisme yang ia sampaikan sebelumnya.
“Antisemitisme dalam bentuk apapun sangat tidak dapat diterima, dan harus ditegakkan secara tegas di mana pun muncul. Semua pihak wajib memastikan Inggris menjadi tempat aman bagi komunitas Yahudi,” tambah Starmer.
Sebelum pembatalan festival, pemerintah Inggris telah mengonfirmasi bahwa keputusan menolak izin Ye diambil karena kehadirannya dianggap tidak kondusif bagi kepentingan publik.
Pernyataan Ye
Menanggapi isu tersebut, Ye merilis pernyataan bahwa ia bersedia bertemu tokoh komunitas Yahudi di Inggris.
“Kata-kata saja tidak cukup, saya harus menunjukkan perubahan melalui tindakan. Jika Anda terbuka, saya ada di sini,” tulisnya, sekaligus menyatakan niat untuk membawa ‘persatuan, perdamaian, dan cinta’ ke London.
Beberapa tindakan paling kontroversial Ye antara lain lagu berjudul “Hail Hitler” pada 2025, penjualan kaus bergambar swastika di situs Yeezy, serta pernyataan publik yang menyangkal Holocaust.
