Program Terbaru: RI dorong pemanfaatan mata uang lokal dalam kerja sama multilateral

Screen Shot 2026 04 11 at 18.50.28

RI Dorong Pemanfaatan Mata Uang Lokal dalam Kerja Sama Multilateral

Jakarta – Pemerintah memperkuat upaya penggunaan transaksi mata uang lokal (LCT) sebagai langkah strategis dalam memperluas kerja sama ekonomi multilateral. Hal ini didasari oleh fakta bahwa sebagian besar mitra dagang utama Indonesia berada di negara dengan sistem ekonomi yang tidak bergantung pada dolar AS.

Kerja Sama Ekonomi Multilateral

Dalam pernyataannya, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan menekankan bahwa LCT menjadi alat penting untuk mengurangi volatilitas nilai tukar dan memperkuat ketahanan ekonomi. “Bank Indonesia dan Pemerintah Indonesia bersama memajukan kerangka LCT untuk mendiversifikasi pembayaran bilateral, meningkatkan efisiensi pasar, serta memperdalam pasar keuangan,” jelas Ferry.

“Pengembangan LCT merupakan langkah konkret dan strategis menuju peningkatan efisiensi, pengurangan kerentanan eksternal, serta penguatan kerja sama keuangan multilateral,” ujar Ferry.

Saat ini, kontribusi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam LCT mencapai sekitar 10–19 persen dari total transaksi. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemanfaatan LCT dan potensi untuk ekspansi lebih lanjut.

Penyebaran LCT di Berbagai Sektor

Kerangka LCT Indonesia telah berkembang secara bertahap sejak diluncurkan pada 2018. Implementasi LCT mulai menyebar ke sektor-sektor utama seperti manufaktur, energi, transportasi, perdagangan, dan jasa. Transaksi berbasis mata uang lokal ini juga berperan dalam memperkuat nilai tukar rupiah serta mendukung aktivitas ekonomi riil.

Pada 2025, kerja sama LCT telah diterapkan dengan enam negara mitra utama, yaitu Malaysia, Thailand, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab. Kerja sama ini terus diperkuat melalui perluasan dan peningkatan pengaturan bilateral yang mencerminkan kemajuan dalam kerja sama keuangan regional.

Peningkatan Transaksi dan Pengguna

Transaksi LCT menunjukkan tren peningkatan konsisten sejak awal 2026. Nilainya mencapai sekitar 8,45 miliar dolar AS pada Januari–Februari 2026, naik dari 3,21 miliar dolar AS di periode yang sama tahun lalu. Jumlah pengguna juga meningkat, mencapai 14.621 pada Februari 2026, dengan rata-rata 16.030 pengguna per bulan—jauh di atas 9.720 pengguna rata-rata di 2025.

Kerangka LCT didukung oleh tiga elemen utama, yakni fleksibilitas Foreign Exchange Administration (FEA), mekanisme pengawasan dan pemantauan, serta Appointed Cross Currency Dealer (ACCD). Implementasi ini memungkinkan transaksi lintas batas diselesaikan secara langsung dalam mata uang lokal tanpa tergantung pada dolar AS.

Koordinasi Nasional untuk Meningkatkan Pemanfaatan

Untuk memaksimalkan penggunaan LCT, Pemerintah Indonesia membentuk Gugus Tugas LCT Nasional yang melibatkan 10 kementerian dan lembaga. Gugus tugas ini bertugas memperkuat koordinasi, mendorong pengembangan kebijakan, serta mempercepat adopsi transaksi mata uang lokal, terutama dalam kegiatan ekspor-impor.

Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah menyediakan fasilitas, insentif, dan proses transaksi yang lebih sederhana bagi pelaku usaha. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya transaksi, dan memperluas penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan internasional.