Special Plan: Lapak Jus Pensiunan Guru Makin Segar Berkat KUR BRI
Lapak Jus Pensiunan Guru Makin Segar Berkat KUR BRI
Special Plan - Dalam upaya membangun ekonomi kerakyatan, Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memberikan dukungan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang memperkuat kemandirian usaha masyarakat. Salah satu contoh nyata keberhasilan KUR BRI adalah kisah Sulistyowati, seorang pensiunan guru yang kini menjalankan usaha jus di BRINS Plaza Kuliner Galaxy, Bekasi. Dengan modal KUR, usahanya berkembang pesat dan menjadi sumber penghasilan tetap bagi keluarganya.
KUR BRI: Penyaluran untuk Pertumbuhan UMKM
BRI berkomitmen memperluas inklusi keuangan dengan penyaluran KUR yang diarahkan ke sektor produktif. Data terkini menunjukkan, hingga Mei 2026, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp1.520 triliun kepada lebih dari 48,1 juta penerima manfaat. Angka ini mencerminkan keberlanjutan program yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.
"KUR bukan sekadar instrumen pembiayaan, tetapi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat akar rumput. Penyaluran yang diarahkan ke sektor-sektor produktif," kata Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya.
Sulistyowati memilih beralih ke usaha jus buah setelah pensiun pada usia 46 tahun. Keputusan ini diambil bersama suaminya, seorang pensiunan karyawan swasta, dengan harapan meningkatkan kualitas hidup keluarga. Lokasi usaha mereka di BRINS Plaza, sebuah kawasan kuliner yang dioperasikan oleh BRI Insurance, memberikan keuntungan tambahan melalui program asuransi lapak.
Program ini membantu pedagang merasa lebih tenang dalam menghadapi risiko seperti kebakaran atau kerusakan akibat faktor eksternal. Sulistyowati menjelaskan, biaya asuransi tahunan hanya Rp40.000, tetapi manfaatnya signifikan. "Jika terjadi kebakaran atau hal tak terduga, lapak bisa diganti," katanya kepada iNews.id. Ia menekankan bahwa kecepatan layanan BRI menjadi alasan utama kepercayaan mereka.
Kecepatan pengambilan keputusan oleh BRI juga menjadi nilai tambah. Sulistyowati mengungkapkan, proses pemberian dana KUR sangat efisien. Pada 2023, ia mengajukan pinjaman senilai Rp10 juta yang langsung disetujui. Dengan dana tersebut, ia memperluas persediaan buah dan membeli mesin pres gelas plastik. "Dulu, saya cuma jual jus. Kini, usaha ini meliputi salad dan sop buah," katanya.
KUR BRI tidak hanya memudahkan akses ke modal, tetapi juga memastikan operasional usahanya lebih terorganisir. Sulistyowati menyebut, keberlanjutan usahanya terbantu karena pasokan bahan baku stabil dan manajemen lebih rapi. Aktivitas dagangnya berjalan lancar setiap hari, menjadi contoh bagus bagaimana KUR bisa mengubah nasib individu.
Manfaat KUR di Tingkat Nasional
Di tingkat nasional, BRI terus menguatkan ekonomi kerakyatan dengan penyaluran KUR yang mencapai Rp84,36 triliun hingga Mei 2026, atau 46,87 persen dari alokasi tahunan senilai Rp180 triliun. Angka ini menunjukkan kemampuan BRI dalam memenuhi kebutuhan usaha mikro dan kecil.
Program KUR BRI juga membantu pengusaha seperti Sulistyowati mengatasi tantangan sehari-hari. Dengan dana yang diberikan, usaha bisa bertahan dalam kondisi ekonomi yang tidak pasti. "KUR membantu saya memperkuat usaha. Ini bukan hanya dana, tapi juga kepercayaan," ujarnya.
Keberhasilan penyaluran KUR BRI mencerminkan komitmen bank tersebut dalam menjaga pertumbuhan UMKM. Dukungan ini menciptakan lingkungan usaha yang lebih aman dan terjamin. BRI Insurance, sebagai bagian dari ekosistem BRI, turut memperkuat kepercayaan masyarakat melalui program asuransi yang terjangkau.
KUR BRI juga menjadi solusi untuk pengusaha yang ingin memperluas skala usaha tanpa harus menggantungkan pada modal besar. Sulistyowati, yang sebelumnya hanya menjual jus, kini menyediakan berbagai produk segar seperti salad dan sop buah. Pengembangan ini terbantu oleh kecepatan pemberian dana dan transparansi layanan BRI.
Manfaat KUR tidak hanya terlihat dalam skala kecil, tetapi juga berdampak pada perekonomian nasional. Penyaluran yang konsisten sejak 2015 hingga Mei 2026 menunjukkan keberlanjutan program ini. BRI memastikan dana sampai ke masyarakat yang benar-benar membutuhkan, seperti Sulistyowati.
Dukungan dari KUR BRI menjadi pemicu transformasi ekonomi banyak masyarakat. Program ini memperkenalkan pendekatan yang lebih inklusif, memungkinkan pengusaha kecil mendapatkan akses ke dana dengan syarat yang terjangkau. Selain itu, manfaat tambahan seperti asuransi lapak menciptakan perlindungan ekstra.
Dengan terus meningkatkan penyaluran KUR, BRI berperan aktif dalam membangun fondasi ekonomi yang kuat di Indonesia. Program ini menjadi bukti bahwa kebijakan finansial yang tepat bisa mengubah nasib individu, sekaligus memberikan dampak makro yang signifikan.