Program Terbaru: Bandara-Canggu 30 menit, Menhub siapkan taksi air di Bali

B9BEAD89 FFFC 4E02 8495 831905706929

Bandara Canggu 30 Menit, Menhub Siapkan Taksi Air di Bali

Jakarta – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyoroti pentingnya mempercepat pembangunan infrastruktur transportasi pariwisata di Bali. Ia menekankan bahwa Kementerian Perhubungan sedang mengkoordinasikan upaya memperkuat sistem transportasi yang terintegrasi, termasuk pengembangan taksi air dan penambahan dermaga. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan memperbaiki daya tarik wisatawan di daerah tersebut.

Dudy menjelaskan bahwa penggunaan taksi air dianggap sebagai alternatif yang efektif untuk menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan wisata Canggu. Diperkirakan perjalanan dengan kendaraan darat memakan waktu 1–2 jam, sementara layanan taksi air diharapkan bisa menempuh jarak tersebut dalam waktu maksimal 30 menit. Menurutnya, inisiatif ini juga bisa mengurangi kepadatan lalu lintas di Kabupaten Badung.

“Kementerian Perhubungan sedang menyinergikan percepatan pembangunan transportasi pariwisata di Bali,” ujar Menhub.

Pengembangan taksi air akan dilakukan secara bersamaan dengan pembangunan dermaga di Pelabuhan Celukan Bawang, Buleleng. Proyek ini sedang dalam tahap studi detail engineering design (DED) yang disusun oleh PT ASDP Indonesia Ferry. Konstruksi diperkirakan dimulai bulan Agustus 2026 hingga Juli 2027.

Ekspansi Dermaga Pelabuhan Celukan Bawang

Menurut Dudy, dermaga pertama akan digunakan untuk menampung kapal general cargo dan kapal pengangkut aspal curah cair, dengan penambahan panjang dermaga sekitar 92 meter. Sementara dermaga kedua akan difungsikan sebagai pelabuhan multi-purposes yang melayani penumpang, barang umum, serta cargo kering, dengan tambahan panjang dermaga sekitar 60 meter.

Langkah ini merupakan hasil evaluasi untuk menciptakan alternatif pelabuhan yang bisa memisahkan arus kendaraan besar dan kecil. Sebagai solusi sementara, Menhub juga meminta PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) untuk mengembangkan pelabuhan di Ketapang, Gilimanuk, dengan pembukaan dermaga baru.

“Apalagi tahun depan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri akan berdekatan,” tambahnya.

Dudy optimis bahwa strategi tersebut akan berdampak positif dalam memperkuat jaringan transportasi, memfasilitasi pergerakan penumpang dan logistik, serta meningkatkan kualitas layanan di kawasan pariwisata. Ia juga menyoroti pentingnya penyediaan area buffer untuk menangani lonjakan volume kendaraan.