Presiden Myanmar serukan persatuan antara pemerintahan baru dan rakyat

XxjpbeE000186 20260403 PEPFN0A001

Presiden Myanmar serukan persatuan antara pemerintahan baru dan rakyat

Dalam pidato pelantikannya, Presiden Myanmar Min Aung Hlaing menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintahan baru dan masyarakat dalam membangun sistem demokrasi multipartai. Ia mengatakan bahwa setelah proses bertahap mengembalikan jalur demokrasi dalam kerangka aturan konstitusi masa darurat, pemilu adil dan layak telah diadakan.

“Kami telah sukses menyelenggarakan pemilu yang adil dan layak,” ujar Min Aung Hlaing.

Dengan demikian, Myanmar kini bergerak menuju masa depan yang lebih cerah. Presiden Aung Hlaing menyatakan bahwa rakyat dan pemerintah berkomitmen untuk bekerja sama mengatasi berbagai tantangan, baik dari isu global maupun lokal.

Perjalanan Demokrasi dan Pemilu Pertama Sejak 2020

Pemilu pertama sejak 2020 di Myanmar diadakan dalam tiga tahap antara Desember 2025 hingga Januari 2026, setelah hampir lima tahun pemerintahan militer berlaku di bawah status darurat akibat ancaman keamanan nasional pada Februari 2021 lalu.

Partai dan Kemenangan di Parlemen

Partai Persatuan, Solidaritas, dan Pembangunan—yang sebelumnya memimpin pemerintahan Myanmar antara 2011 hingga 2015—memenangkan pemilu dengan mantan jenderal senior Min Aung Hlaing sebagai kandidat presiden. Pada 3 April, Min Aung Hlaing memenangkan pemungutan suara di parlemen dengan 429 suara dari total 500 yang tersedia.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA