Pembahasan Penting: Dubes ungkap alasan Iran terima Pakistan tengahi dialog dengan AS

IMG 1231

Dubes Ungkap Alasan Iran Terima Pakistan Tengahi Dialog dengan AS

Dari Jakarta, terungkap alasan Iran memilih Pakistan sebagai pihak penengah dalam upaya mencapai gencatan senjata dengan Amerika Serikat. Duta Besar Iran, Mohammad Boroujerdi, menjelaskan bahwa langkah ini didasari oleh niat baik Pakistan yang telah menunjukkan komitmen nyata untuk mempercepat proses perundingan. “Perdana Menteri Pakistan (Shehbaz Sharif) telah melakukan banyak upaya demi gencatan senjata di kawasan Teluk,” ujarnya setelah peluncuran buku peringatan mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di ibukota, Sabtu.

“PM Sharif secara intensif berdialog dengan pihak Iran dan meyakinkan Teheran agar menghentikan serangan serta kembali ke meja perundingan,” tambah Boroujerdi. Di sisi lain, ia juga menyebutkan bahwa pemimpin Pakistan aktif berkoordinasi dengan Amerika Serikat untuk mendorong negosiasi bilateral.

Pakistan dikenal sebagai pihak yang tak lupa menawarkan diri sebagai tempat pelaksanaan perundingan damai antara AS dan Iran. “Negara ini berusaha memastikan keterlibatan kami serta lawan kami, sehingga proses negosiasi dapat berlangsung di Islamabad,” terang Dubes Boroujerdi. Dalam konteks ini, Pakistan juga dianggap sebagai salah satu dari beberapa negara yang menawarkan peran penengah, termasuk Indonesia.

Perundingan Dimulai di Islamabad

Pembicaraan langsung antara delegasi AS dan Iran dimulai di kota Islamabad, Sabtu, sebagai langkah untuk mencapai gencatan senjata permanen. Menurut laporan Kantor Berita Anadolu, Pakistan telah berhasil membantu menjamin gencatan senjata selama dua minggu antara kedua belah pihak sebelumnya. Pertemuan dilangsungkan di lokasi militer yang diawasi secara ketat oleh tentara Pakistan, dengan potensi berlangsung lebih dari satu hari.

Para delegasi Iran yang terlibat dalam perundingan meliputi Ketua Parlemen Mohammad-Bagher Ghalibaf, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Ali Akbar Ahmadian, dan Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati. Sementara itu, delegasi AS terdiri dari Wakil Presiden J. D. Vance, utusan khusus Steve Witkoff, Jared Kushner (menantu Donald Trump), serta perwakilan dari Departemen Luar Negeri, Pentagon, dan Dewan Keamanan Nasional AS.