Strategi Penting: Dirut ASDP: Kolaborasi sukseskan pengelolaan Angkutan Lebaran 2026

e27ecb88 46eb 47c1 8f58 be7a8da8c698 0

Dirut ASDP: Kolaborasi sukseskan pengelolaan Angkutan Lebaran 2026

Sejak periode Angkutan Lebaran 2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama sejumlah lembaga pemerintah dan mitra lainnya berhasil menciptakan pengoperasian transportasi penyeberangan yang stabil. Direktur Utama perusahaan, Heru Widodo, menyatakan bahwa kunci keberhasilan ini berada pada sinergi yang terjalin antara ASDP, Kementerian Perhubungan, TNI/Polri, KSOP, BPTD, serta berbagai pihak terkait. “Kerja sama lintas sektor memastikan perjalanan masyarakat tetap aman, lancar, dan terkendali,” ujarnya dalam keterangan yang diberikan di Jakarta, Sabtu.

Kebijakan Tarif Tunggal dan Diskon Menjadi Faktor Penyelenggaraan

Sebagai bagian dari upaya mengelola arus mudik dan balik, ASDP menerapkan kebijakan tarif tunggal yang diiringi insentif diskon. Penerapan ini menunjukkan dampak signifikan dalam mengatur tingkat penumpang. Sampai 31 Maret 2026 pukul 23.59 WIB, total realisasi stimulus mencapai Rp30,05 miliar atau 84,52 persen dari target. Dengan demikian, tingkat penerima manfaat mencapai 116,92 persen. “Antusiasme masyarakat terhadap kebijakan ini sangat tinggi, karena memberi kemudahan akses ke layanan penyeberangan,” tambah Windy Andale, Corporate Secretary ASDP.

Dalam menghadapi lonjakan jumlah pengguna, ASDP terus mengoptimalkan armada melalui strategi dinamis. Pola operasi Tiba Bongkar Berangkat (TBB) menjadi pendukung utama percepatan siklus layanan. Selain itu, buffer zone diaktifkan di pelabuhan krusial, serta jumlah personel diperkuat untuk mengelola kepadatan. Ini memastikan kapasitas operasional tetap terjaga secara maksimal.

Digitalisasi Memperkuat Pengaturan Arus Perjalanan

Digitalisasi juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan. Platform Ferizy diklaim sebagai tulang punggung pengelolaan angkutan lebaran. Sistem reservasi terintegrasi ini mampu mengatur alur kendaraan dan penumpang dengan lebih terstruktur, sehingga mengurangi antrian selama periode puncak. Data kumulatif menunjukkan bahwa dari H-8 hingga H+8 pukul 06.00 WIB, total penumpang mencapai 4.722.213 orang, meningkat 6,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 4.430.006 orang. Sementara itu, jumlah kendaraan tercatat sebanyak 1.215.273 unit, naik 8 persen dari tahun lalu.

Komitmen ASDP terus berlanjut guna memperbaiki standar operasional dan inovasi layanan. Windy Andale menegaskan bahwa pihaknya berencana memperkuat kualitas dengan langkah-langkah berkelanjutan. “Setiap perjalanan tetap dijamin aman, nyaman, dan pasti meski dalam kondisi mobilitas tinggi,” jelasnya.

“Keberhasilan ini mencerminkan tingginya antusias masyarakat terhadap kebijakan yang mempermudah akses layanan penyeberangan,” kata Windy.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa semua moda transportasi, mulai dari darat, kereta api, laut, hingga udara, berjalan optimal. Tidak ada hambatan signifikan baik pada arus mudik maupun balik tahun ini. Kemajuan ini juga didukung oleh hasil survei independen dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), KedaiKOPI, dan Indikator.

Dari survei ITS, indeks kepuasan masyarakat (IKM) terhadap penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 mencapai 82,15 (kategori baik), naik 3,45 poin dari tahun 2025. Sementara survei KedaiKOPI menunjukkan 88,8 persen responden merasa puas dengan manajemen mudik. Indikator mencatat 85,3 persen dari peserta mudik menyatakan kepuasan terhadap penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026.