Pembahasan Penting: Kementan perkuat integrasi peternakan-perkebunan demi pangan RI

Kementan Perkuat Integrasi Peternakan dan Perkebunan untuk Pangan Nasional
Jakarta, Kamis – Kementerian Pertanian terus menggencarkan upaya sinergi antara sektor peternakan dan perkebunan melalui Sistem Integrasi Sapi-Kelapa Sawit (SISKA). Inisiatif ini bertujuan meningkatkan pengelolaan usaha, mengurangi biaya pakan, serta memperkuat ketersediaan pangan nasional secara berkelanjutan.
Peluncuran Strategi di Forum Internasional
Langkah strategis ini dijelaskan oleh Tri Melasari, Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, dalam forum internasional The 3rd Integrated Cattle and Oil Palm Conference (ICOP) 2026 di Pekanbaru, Riau. Ia menyoroti pentingnya integrasi usaha sebagai solusi untuk efisiensi dan keberlanjutan.
“SISKA menjadi bagian dari rencana besar pengembangan peternakan yang berkelanjutan melalui produksi yang efisien dan memanfaatkan sumber daya lokal,” ujar Tri Melasari.
Dalam konteks tersebut, ia menegaskan bahwa kolaborasi antara peternak dan perkebunan kelapa sawit sangat relevan. “Pendekatan ini menunjukkan komitmen negara dalam menciptakan sistem pertanian yang lebih tangguh dan menguntungkan peternak,” tambahnya.
Kolaborasi untuk Masa Depan
Tri Melasari menjelaskan bahwa penguatan SISKA tidak hanya fokus pada pertumbuhan populasi ternak, tetapi juga pada keberlanjutan usaha peternak. Dengan efisiensi biaya dan peningkatan daya saing, program ini diharapkan memberikan solusi nyata bagi peternak di berbagai wilayah.
“Integrasi ini juga memberikan dampak langsung, seperti pengurangan biaya pakan melalui limbah perkebunan dan peningkatan pendapatan melalui kemitraan yang stabil,” kata Rachmat Pambudy, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas.
Menurut Rachmat, integrasi subsektor pertanian dan perkebunan adalah kunci untuk mengembangkan ekonomi berbasis sumber daya dalam negeri. “Indonesia tidak kurang sumber daya, yang diperlukan adalah manajemen yang lebih terpadu dan berkelanjutan,” tambahnya.
Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha, menurut Tri, diharapkan mendorong perkembangan SISKA secara luas. Ini tidak hanya mendukung produksi yang lebih optimal, tetapi juga menjaga stabilitas usaha peternak di tengah tantangan global.
