Pembahasan Penting: Dirut Bulog minta jajaran di daerah operasi pasar MinyaKita

6A2E1E9A BDCF 4719 9FF7 387A5FDEC79D

Dirut Bulog Berkomitmen Stabilkan Harga MinyaKita

Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan langkah pihaknya untuk memastikan harga minyak goreng tetap stabil. Ia meminta seluruh tim di wilayah untuk segera mengadakan operasi pasar, terutama terkait MinyaKita, agar tidak melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.

“Kami sudah memberi instruksi kepada semua tim di daerah untuk melakukan operasi pasar terhadap beras dan minyak goreng,” ujarnya setelah menghadiri Rapat Percepatan Realisasi Pendanaan Penyerapan Gabah Setara Beras di Kantor Bulog Jakarta, Senin.

Keluhan masyarakat terkait harga MinyaKita yang meningkat di beberapa wilayah menjadi alasan utama diambilnya tindakan ini. Rizal menjelaskan, Bulog telah mengadakan rapat evaluasi nasional secara daring bersama tim daerah untuk menganalisis kondisi harga pangan, termasuk beras dan minyak goreng. Fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah menjaga stabilitas harga sembako dan mencari penyebab kenaikan harga di pasar.

Menurut Rizal, Bulog menekankan kebutuhan operasi pasar terhadap beras karena komoditas ini berkontribusi pada inflasi sebesar 0,03 persen. Sementara itu, MinyaKita diperlakukan khusus karena stok yang langka dan harga yang melebihi HET. “Ini penting untuk mengendalikan kenaikan harga dan menjaga ketersediaan minyak goreng bagi masyarakat luas,” tegasnya.

Dirut Bulog menyebut akan memimpin langsung operasi pasar MinyaKita di DKI Jakarta, yang akan dimulai dalam beberapa hari ke depan. “Targetnya Minggu ini kami akan lakukan operasi pasar khusus untuk minyak goreng di Jakarta,” lanjutnya.

Rizal menegaskan bahwa upaya ini bertujuan meminimalkan kepanikan masyarakat dan memastikan distribusi MinyaKita kembali normal. Ia juga menyampaikan komitmen Bulog dalam memberikan pelayanan terbaik kepada rakyat sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Sebelumnya, Bulog telah aktif mengawasi harga pangan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025/2026, serta Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Hasilnya, stabilitas harga berhasil terjaga. “Kami selalu berupaya memberikan layanan terbaik untuk masyarakat dan menjaga harga pangan,” imbuh Rizal.

Selain itu, Rizal menyebutkan bahwa Bulog juga meminta tambahan kuota MinyaKita kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag) guna mengatasi kelangkaan yang terjadi di sejumlah pasar.