Kebijakan Baru: Mentan: WFH ASN tak ganggu produktivitas pertanian meski El Nino
Mentan: Kebijakan WFH ASN Tidak Mengganggu Produktivitas Pertanian Meski El Nino
Jakarta – Kebijakan work from home (WFH) yang diterapkan untuk seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Kementerian Pertanian setiap hari Jumat dinilai tidak akan mengurangi efisiensi sektor pertanian, meski ada risiko fenomena El Nino. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat ditemui di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin.
“Tidak masalah. Hubungan antara kebijakan WFH ASN dengan produktivitas pertanian tetap harmonis,” jelas Amran.
Amiran menambahkan, kinerja pegawai negeri sipil (ASN) di sektor pertanian bisa dijaga optimal melalui sarana komunikasi digital. “Pengawasan dan koordinasi tetap bisa dilakukan dari mana saja, baik melalui telepon maupun aplikasi pesan seperti WhatsApp,” ujarnya.
Dalam menangani tantangan El Nino serta perubahan dinamika geopolitik global, pemerintah telah menyusun langkah-langkah antisipatif untuk menjaga ketersediaan bahan pangan. Mentan menyatakan, persiapan ini memastikan sektor pertanian tetap berjalan stabil dan efektif.
“Kita sudah menyiapkan langkah-langkah, jadi produktivitas tetap terjaga. Petani, sebagai pelaku utama, tidak terganggu karena mereka tetap bekerja di lapangan,” tambah Amran.
Pelaksanaan kebijakan WFH mulai berlaku 1 April 2026, sesuai peraturan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) serta Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Kebijakan ini dijalankan satu hari kerja per minggu, dengan evaluasi dilakukan setelah dua bulan penerapan.
