eksplorasiindonesia.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Polisi Gerebek Rumah Mewah Jadi Markas Judol di Batam – Omzet Sebulan Rp10 Miliar

Published Mei 26, 2026 · Updated Mei 26, 2026 · By Sholeh Hidayat

Polisi Gerebek Rumah Mewah Jadi Markas Judol di Batam

Polisi Gerebek Rumah Mewah Jadi Markas - Baru-baru ini, jajaran Polresta Barelang melakukan penyergapan terhadap sebuah rumah mewah di Perumahan Taman Golf Sukajadi, Kota Batam, yang diduga menjadi basis operasional perjudian online. Operasi ini mengungkap adanya bisnis ilegal yang berjalan tersembunyi, dengan omzet hingga Rp10 miliar per bulan. Lokasi yang terlihat elegan ini menjadi tempat pengelolaan tiga situs judi online yang terhubung dengan jaringan internasional di Filipina dan Kamboja.

Struktur dan Operasi Jaringan Judol

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa jaringan ini memiliki sistem operasional yang terorganisir. Pusat perusahaan berada di Filipina, sementara server dan operator utama dioperasikan di Kamboja. Markas judol di Batam berfungsi sebagai titik koordinasi untuk mengarahkan aktivitas bisnis ke pasar utama, yaitu masyarakat Indonesia. "Kami menemukan bukti bahwa operasi ini secara teratur mengelola tiga situs judi online," kata Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andreastian.

"Perusahaan judi online ini dioperasikan oleh tim di Kamboja, sementara markas utamanya ada di Batam. HR diduga menjadi operator inti yang mengendalikan seluruh proses bisnis," jelas Kompol Debby.

Operasi yang digelar menyasar penggunaan media sosial sebagai alat promosi. Pemain taruhan ditarik melalui Facebook, Instagram, dan TikTok yang dikelola oleh anggota jaringan. Selain itu, layanan administrasi dan pemasaran diatur secara terpusat dari Kamboja, menegaskan koordinasi yang tinggi antar lokasi. "Kami menemukan bukti bahwa media sosial menjadi jaringan utama untuk menarik pengguna," tambahnya.

Kegiatan Bisnis dan Penghasilan

Jaringan ini telah beroperasi selama beberapa tahun, sejak 2024. Meski berpindah lokasi untuk menghindari penyelidikan, bisnis ini tetap menghasilkan keuntungan besar. Berdasarkan data transaksi yang diamankan, omzet per bulan mencapai lebih dari Rp10 miliar. "Dari data taruhan, total pendapatan per bulan melebihi Rp10 miliar," ungkap Kasat Reskrim.

Struktur organisasi jaringan ini mencakup berbagai peran seperti finance, customer service, dan pemasaran. Pekerja di area ini mendapatkan gaji yang kompetitif, mulai dari Rp6 juta hingga Rp10 juta per bulan. "Tugas mereka dibagi secara rapi, sehingga operasional bisa berjalan lancar," jelas Kompol Debby. Hal ini menunjukkan betapa terencananya sistem bisnis ilegal ini.

Dampak dan Investigasi Lanjutan

Kehadiran jaringan judol ini menimbulkan dampak signifikan pada masyarakat lokal. Aktivitas bisnis yang berlangsung di tengah kawasan elit memperlihatkan upaya pelaku untuk menutupi identitas mereka. Selain itu, sistem transaksi keuangan dan aliran dana masih menjadi fokus investigasi. "Kami masih melacak bagaimana uang taruhan dialirkan ke berbagai arah," kata Kasat Reskrim.

Polresta Barelang juga memperhatikan peran bank-bank lokal dalam mendukung operasional jaringan. Rekening pribadi dan dompet digital menjadi alat utama untuk menyembunyikan keuntungan besar. "Dana dari taruhan dikelola melalui sistem yang kompleks, termasuk penggunaan perbankan dan e-wallet," tambah Kompol Debby. Dengan lokasi strategis dan fasilitas lengkap, jaringan ini mampu menjalankan bisnis yang efisien dan menguntungkan.