eksplorasiindonesia.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Motif Keji Suami Bunuh Istri di Situbondo – Emosi karena Cemburu Buta!

Published Juni 8, 2026 · Updated Juni 8, 2026 · By Linda Davis

Motif Keji Suami Bunuh Istri di Situbondo, Emosi karena Cemburu Buta!

Motif Pembunuhan Terkuak, Cemburu Buta Jadi Penyebab

Motif Keji Suami Bunuh Istri di Situbondo - Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menjadi sorotan setelah kejadian tragis yang mengejutkan terungkap. Bidan bernama Murtafiah Rafika Devi tewas ditemukan di saluran air tepi jalur Pantura, sebelumnya disebut sebagai korban pembunuhan oleh suaminya sendiri, Ahmad Riski Hidayatur Rahman. Motif pembunuhan yang ditemukan polisi terkait dengan emosi berlebihan pelaku akibat rasa cemburu buta terhadap istrinya. Hal ini memicu aksi keji yang berujung pada hilangnya nyawa korban secara mendadak.

Menurut Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Selimat, penyelidikan awal menunjukkan bahwa pelaku melibatkan benda keras dalam pembunuhan. "Motif sementara dari hasil penyelidikan polisi, diduga kuat akibat cemburu buta. Pelaku tega menghabisi nyawa korban dengan memukulkan batu ke bagian kepala," terang AKP Selimat, Minggu (7/6/2026). Kejadian ini tidak hanya mengejutkan warga sekitar, tetapi juga membuat masyarakat terdampak secara emosional, terutama karena korban adalah seorang bidan yang dihormati.

Pelaku Ditangkap, Kini Terjebak dalam Sel Tahanan

Pelaku berhasil ditangkap setelah menyerahkan diri ke Mapolda Jawa Timur. Jajaran Satreskrim Polres Situbondo kemudian menjemputnya untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Saat ini, Ahmad Riski Hidayatur Rahman telah dijebloskan ke dalam sel tahanan Polres Situbondo sebagai langkah penyidikan. Dalam proses penyelidikan, tim investigasi memperkuat bukti-bukti melalui pemeriksaan saksi-saksi dan data forensik.

Kasat Reskrim menjelaskan bahwa penyidikan masih berlangsung, namun hasil awal dari autopsi yang dilakukan oleh dokter forensik Bhayangkara Bondowoso di RSUD Dr Abdoer Rahem Situbondo menegaskan adanya luka berat di kepala korban. "Hasil otopsi menunjukkan bahwa korban menerima hantaman benda keras tepat di bagian kepala, yang konsisten dengan pernyataan pelaku bahwa ia membunuh istrinya secara tiba-tiba," ujar AKP Selimat. Pengungkapan ini memperjelas bahwa aksi pembunuhan terjadi dalam situasi emosional yang sangat intens.

Keluarga Minta Hukuman Berat, Isak Tangis Pecah di Saat Penyerahan Jenazah

Saat jenazah Murtafiah Rafika Devi diserahkan kepada keluarga, suasana menjadi menyedihkan. Isak tangis pecah di tengah keheningan suasana, terutama dari pihak keluarga yang merasa duka mendalam. Jenazah korban langsung dibawa ke rumah orang tuanya di Kecamatan Bungatan untuk dimakamkan. Kepergian korban yang cepat dan tragis memicu kekecewaan serta kemarahan dalam lingkungan keluarga.

Adik korban, Belinda Putri, berharap hukuman yang dijatuhkan kepada pelaku cukup berat. "Kami dari pihak keluarga memohon keadilan yang seadil-adilnya. Kakak satu-satunya meninggal secara sangat tragis, dan pelaku harus menerima konsekuensi tegas," tutur Belinda Putri. Pernyataannya menggambarkan keputusasaan dan keinginan untuk memastikan keadilan bagi korban. Selain itu, Belinda juga menekankan bahwa kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat tentang dampak kecemburuannya yang berlebihan.

Proses Penyidikan Berlanjut, Lima Saksi Diperiksa

Untuk memperkuat bukti dalam persidangan, penyidik Satreskrim Polres Situbondo terus melakukan investigasi. Saat ini, tim penyelidik telah memeriksa lima orang saksi yang dianggap memiliki informasi penting terkait prahara rumah tangga yang berujung pada kematian bidan tersebut. Pemeriksaan saksi ini bertujuan memperjelas alur kejadian dan motif pembunuhan yang lebih jelas.

Kejadian ini juga menarik perhatian masyarakat sekitar dan berbagai pihak terkait. Para saksi yang diperiksa meliputi tetangga, rekan kerja korban, serta anggota keluarga pelaku. Dari pemeriksaan tersebut, polisi mendapatkan keterangan yang membantu mengungkap bagaimana emosi cemburu buta berubah menjadi aksi pembunuhan yang tidak terduga. Selain itu, penyidik juga memeriksa barang bukti yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian, seperti batu yang digunakan untuk menghabiskan nyawa korban.

Peristiwa yang Membawa Duka, Harapan untuk Keadilan

Kejadian pembunuhan ini tidak hanya menjadi kisah keluarga, tetapi juga menjadi peristiwa yang menggugah masyarakat luas. Sebagai seorang bidan, korban memiliki peran penting dalam membantu ibu hamil dan melahirkan. Kematian tragisnya membuat banyak orang merasa kehilangan seorang pahlawan lokal. Berdasarkan informasi yang diperoleh, pelaku tampak tidak bisa mengendalikan emosinya hingga menyerang istrinya dengan cara yang sangat keji.

AKP Selimat menambahkan bahwa tim penyidik terus mengumpulkan bukti-bukti lain untuk menegaskan kesaksamaan saksi-saksi. "Kami sedang memproses semua informasi yang diperoleh untuk memastikan bahwa motif pembunuhan terungkap secara lengkap. Pelaku akan diberikan kesempatan untuk menjelaskan perbuatannya, tetapi kita juga menunggu hasil dari pemeriksaan lebih lanjut," jelas AKP Selimat. Dengan adanya keterangan saksi dan bukti fisik, kasus ini diharapkan bisa segera menemukan kejelasan.

Dalam rangka memastikan keadilan, keluarga korban juga berharap proses hukum berjalan cepat. Mereka ingin pelaku tidak hanya dihukum secara hukum, tetapi juga memberikan rasa keadilan kepada korban yang meninggal dalam situasi tragis. Dengan penegakan hukum yang tegas, diharapkan kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan.

“Kami dari pihak keluarga memohon keadilan yang seadil-adilnya. Kakak satu-satunya meninggal secara sangat tragis. Pelaku harus dihukum berat,” kata Belinda Putri.