eksplorasiindonesia.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Strategy: Penggerebekan Lapak Sabu di Medan Mencekam, Polisi Dilempari Batu

Published Mei 29, 2026 · Updated Mei 29, 2026 · By Linda Davis

Penggerebekan Lapak Sabu di Medan Mencekam, Polisi Dilempari Batu

Kondisi Lapangan Pasca-Gerakan Kapolres

Key Strategy - Kota Medan menjadi sorotan setelah operasi penyitaan narkoba yang dilakukan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumatera Utara berlangsung dengan penuh ketegangan. Di Lingkungan 4, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, sejumlah petugas kepolisian terlibat aksi saling serang dengan warga yang marah. Proses evakuasi terhambat ketika massa mulai menyerang aparat menggunakan batu dan benda tajam lainnya. Kondisi ini berdampak langsung pada keselamatan personel, yang terpaksa mengambil tindakan peringatan dengan melepaskan tembakan ke udara untuk mengendalikan situasi.

Latar Belakang Operasi Penyamaran

Operasi tersebut dimulai dengan strategi penyamaran, di mana tim Ditresnarkoba berpura-pura sebagai pembeli untuk menarik target operasi. Objek utama yang diincar adalah seorang pria bernama FF alias Apeng, yang dikenal sebagai pengedar sabu berpengaruh di wilayah tersebut. Selama proses penangkapan, pelaku mencoba memperdaya petugas dengan berteriak histeris dan mengklaim bahwa mereka adalah korban dari komplotan perampok.

Momen Klimaks Konflik

Dari video yang dibagikan oleh warga di media sosial, terlihat momen klimaks saat petugas berusaha menggelandangkan FF alias Apeng keluar dari lorong permukiman. Tiba-tiba, puluhan warga yang terguncang oleh provokasi pelaku langsung menghalangi jalur tersebut. Perlawanan dari massa terjadi secara mendadak, dengan batu dan benda keras dilemparkan ke arah aparat tanpa pandang bulan. Polisi di dalam area operasi terpaksa berlari sambil melindungi diri sambil menunggu kesempatan untuk mengambil alih situasi.

Keterangan Direktur Reserse Narkoba

Kombes Pol Andi Arisandi, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, menjelaskan bahwa insiden ini dimulai dari operasi penyamaran yang dilakukan timnya. Target utama adalah FF alias Apeng, yang diduga kuat terlibat dalam jaringan sabu kelas kakap. Saat petugas berpakaian preman menggelandangkan pelaku, terduga bandar itu langsung berteriak memprovokasi warga sekitar dengan menyebutkan bahwa polisi adalah komplotan perampok. Provokasi tersebut memicu reaksi massa, sehingga terjadi aksi pelemparan batu secara masif ke arah anggota kepolisian. "Akibatnya, pelaku berhasil melarikan diri dari kepungan warga," kata Andi Arisandi, Jumat (29/5/2026).

Menurut Andi Arisandi, situasi kacau yang terjadi memungkinkan pelaku mengambil keuntungan untuk kabur. Meski demikian, tim polisi tetap bertindak taktis untuk memastikan wilayah penggerebekan dapat dikendalikan. Sejumlah personel berhasil mengamankan area dasar dan menyita barang bukti yang masih berada di lapak tersebut. Namun, keberhasilan operasi tidak sepenuhnya sempurna karena target utama berhasil menghindari penangkapan.

Kondisi Terkini Setelah Insiden

Setelah aksi pelemparan batu yang merusak, Ditresnarkoba Polda Sumut langsung melakukan pengembangan kilat. Tim gabungan dikerahkan untuk mencari provokator dan pelaku penganiayaan yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Hasilnya, enam pria berhasil ditangkap, dengan inisial MRS, DP, AP, FH, RR, dan RZ. Mereka dinyatakan secara pasti terlibat dalam aksi pelemparan batu saat evakuasi berlangsung. Saat ini, keenam pelaku tersebut telah dibawa ke Mapolda Sumut untuk menjalani pemeriksaan hukum intensif.

Di sisi lain, petugas masih berusaha melacak keberadaan FF alias Apeng. Pelaku tersebut resmi masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) setelah berhasil kabur dari kepolisian. Meski tidak terjaring dalam penangkapan, Apeng tetap menjadi fokus utama seluruh tim operasional. Polisi berharap bisa segera menemukan jejak jaringan narkoba yang dikendalikannya. Selain itu, barang bukti yang berhasil disita dari lokasi terdiri dari sabu siap edar seberat 2,45 gram, satu unit timbangan digital, sekop plastik mini, puluhan lembar plastik klip kosong, serta uang tunai yang diduga hasil transaksi ilegal.

Kondisi Sosial dan Kepolisian

Insiden ini memicu reaksi beragam dari warga sekitar. Sebagian menganggap bahwa operasi penyitaan narkoba merupakan upaya yang tepat untuk menghentikan penyalahgunaan narkoba, sementara sebagian lain merasa terintimidasi oleh kehadiran petugas kepolisian. Namun, meskipun terjadi aksi beringas, polisi tetap mempertahankan konsistensi dalam menjalankan tugas mereka. Berdasarkan laporan dari lapangan, semua petugas tetap berada dalam kondisi aman setelah massa berhasil dibubarkan.

Sebagai tindak lanjut, Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut terus memperkuat upaya penyelidikan. Selain menyita barang bukti, polisi juga mengejar para pelaku yang terlibat dalam provokasi dan aksi kekerasan. Proses penyelidikan dipercepat guna menemukan bukti-bukti tambahan yang dapat memperkuat kasus terhadap FF alias Apeng. Editor: Kastolani Marzuki

Dampak Operasi dan Langkah Ke depan

Operasi yang berlangsung di Medan ini menjadi contoh bagaimana keterlibatan masyarakat dalam aksi perlawanan terhadap aparat bisa memicu konflik. Meskipun berhasil menyita narkoba, keterlibatan massa dalam provokasi mengganggu proses penegakan hukum. Polisi terus memantau keberadaan FF alias Apeng sementara menunggu hasil pemeriksaan terhadap enam pelaku yang ditangkap.

Sebagai langkah pencegahan, Kapolres dan tim opsnal khusus juga berupaya meningkatkan komunikasi dengan masyarakat setempat. Harapan mereka adalah meminimalkan konflik serupa di masa depan dengan memastikan transparansi dalam setiap operasi penyitaan narkoba. Selain itu, para pelaku pelemparan batu diberikan waktu untuk memberikan pernyataan terkait perbuatan mereka, sebagai bagian dari proses hukum yang sedang berjalan.

Penggerebekan lapak sabu di Medan ini juga menyoroti pentingnya strategi anti-provokasi dalam operasi penyamaran. Tim kepolisian telah menyiapkan rencana untuk menghadapi reaksi massa dengan lebih baik, termasuk mengatur posisi dan menjaga keselamatan diri saat evakuasi. Meskipun situasi terasa tegang, polisi tetap bersikap profesional dan terus berupaya menjalankan tugas mereka secara maksimal.

Penutup

Keberhasilan penyitaan barang bukti dianggap sebagai pencapaian penting meskipun aksi provokasi massa menghambat proses penangkapan pelaku utama. Dengan penangkapan enam orang, polisi menggarisbawahi komitmen untuk menegakkan hukum di tengah situasi kritis. Keseluruhan operasi menjadi bahan evaluasi bagi pihak kepolisian dalam menyesuaikan strategi operasional dengan dinamika masyarakat.