Key Issue: Niat Puasa Tarwiyah Sekaligus Puasa Senin, Teks Arab & Artinya serta Keutamaan
Niat Puasa Tarwiyah dan Senin, Teks Arab serta Keutamaan
Key Issue - Dalam bulan Dzulhijjah, umat Muslim dianjurkan menjalankan puasa sunnah pada hari ke-8 dan ke-9, yaitu Tarwiyah dan Arafah, yang memiliki nilai keutamaan luar biasa. Tahun ini, hari Tarwiyah berlangsung pada Senin, 25 Mei 2026, sekaligus menjadi kesempatan istimewa untuk menggabungkan puasa sunnah tersebut dengan puasa Senin. Kombinasi ini memberikan pahala ganda, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama dalam berbagai kitab.
Niat Puasa Tarwiyah dan Senin
Untuk menjalankan puasa tarwiyah dan Senin secara bersamaan, niat harus dibaca dengan hati-hati. Berikut teks niat dalam bahasa Arab dan artinya:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ تَرْوِيَة وَعَنْ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنً سنةِللهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shouma ghadin 'an tarwiyati wa 'an shouma yaumal itsnaini sunnatan lillahi Ta'ala
Artinya: Saya niat puasa tarwiyah besok dan puasa hari Senin sunnah karena Allah Ta'ala.
Menurut Hanif Luthfi Lc, dalam bukunya “Amalan Ibadah Bulan Dzulhijjah” yang diterbitkan oleh Rumah Fiqih Publishing, puasa Tarwiyah dan Arafah termasuk dalam amalan sunnah yang dianjurkan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Ia menjelaskan bahwa hari-hari tersebut memiliki makna khusus dalam tradisi keagamaan Islam, terutama bagi jemaah haji.
Asal Usul Istilah Tarwiyah
Istilah Tarwiyah berasal dari kata tarawwa, yang dalam bahasa Arab berarti “membawa bekal air.” Hal ini terkait dengan tradisi jamaah haji yang membawa banyak air zam-zam ke Mina sebagai persiapan untuk perayaan hari Arafah. Air zam-zam, yang merupakan sumber air suci, digunakan untuk minum, memberi minum kepada unta, dan membawanya dalam wadah khusus. Proses ini dilakukan sebelum menuju Padang Arafah, tempat wukuf yang menjadi puncak ibadah haji.
Puasa Tarwiyah, meski diwajibkan untuk jemaah haji, tetap dianggap sebagai ibadah sunnah yang bisa diamalkan oleh seluruh umat Muslim. Dalam sebuah hadits marfu', Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa puasa di hari Tarwiyah dan Arafah memiliki keistimewaan besar. Tidak hanya itu, puasa ini juga dianggap sebagai bentuk pengingat akan kesucian hari-hari tertentu dalam kalender Islam.
Keterangan dari Hadits
Hadits yang menjelaskan keutamaan puasa Tarwiyah dan Arafah disampaikan oleh Ali al-Muhairi dari at-Thibbi, melalui Abu Sholeh, dan dibawa oleh Ibnu Abbas. Teks hadits tersebut menyatakan: “Siapa yang puasa 10 hari, maka untuk setiap harinya seperti puasa sebulan. Dan untuk puasa pada hari Tarwiyah seperti puasa setahun, sedangkan untuk puasa hari Arafah, seperti puasa dua tahun.” Ini menunjukkan bahwa puasa pada hari tersebut bisa menghapus dosa selama setahun, serta memberikan pahala yang sangat besar.
Menurut kitab an-Najm al-Wahhaj, puasa Tarwiyah dan Arafah diwajibkan sebagai bentuk kehati-hatian dalam menjalankan ibadah. Puasa dianggap sebagai amalan spesial yang bisa memberi kesempatan berdoa kepada Allah. Berdasarkan pandangan Imam An-Nawawi dan ulama Syafi’iyah, puasa di bulan-bulan haram, seperti Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab, termasuk dalam kategori mustahab. Hal ini menjadi alasan mengapa puasa Tarwiyah dan Senin digabungkan di hari yang sama.
Keutamaan Puasa Dzulhijjah
Puasa Dzulhijjah memiliki nilai keutamaan yang berbeda dibandingkan puasa sunnah di bulan lain. Dalam hadits, disebutkan bahwa pahala puasa sunnah pada bulan Dzulhijjah dilipatgandakan. Al Hafidz Ibnu Hajar, dalam kitabnya, menegaskan bahwa puasa Tarwiyah dan Arafah merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Salah satu hadits yang terkenal menyatakan: “Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para malaikat dan berkata: Apa yang mereka inginkan?”
Dalam kitab Shahih Muslim, nomor 1348, hadits ini disampaikan oleh Siti Aisyah Radhiyallahu anhuma. Ibnu Abbas menegaskan bahwa hari Arafah adalah hari yang paling efektif untuk memohon ampunan dan menerima berkah dari Allah. Selain itu, puasa Tarwiyah memiliki keistimewaan untuk menghapus dosa selama satu tahun, menurut pendapat yang disebutkan dalam hadits. Kombinasi puasa Senin dan Tarwiyah pada hari yang sama membuatnya lebih istimewa, karena senin dianggap sebagai hari yang dipilih Allah untuk menerima doa-doa umat Muslim.
Keistimewaan Kombinasi Puasa
Menurut Hanif Luthfi Lc, puasa sunnah seperti sembilan hari Dzulhijjah bisa digabung dengan puasa sunnah lainnya jika jatuh pada hari yang sama. Contohnya, puasa Senin dapat digabungkan dengan puasa Dawud atau puasa Senin-Kamis. Ini memungkinkan umat Muslim untuk menjalankan amalan yang lebih banyak tanpa merasa terbebani.
Imam An-Nawawi, dalam Al-Majmu’, menyatakan bahwa niat dalam puasa rawatib seperti Tarwiyah, Arafah, Asyura, dan puasa bidh (13, 14, 15 setiap bulan Hijriyah) harus menyebutkan nama puasa secara eksplisit. Namun, jika seseorang berniat puasa lain di hari-hari tersebut, ia tetap mendapatkan pahala sunnah yang menguntungkan. Hal ini mirip dengan shalat tahiyyatul masjid, di mana niat juga perlu disebutkan secara jelas.
Menurut Hanif, puasa tarwiyah tidak harus dilakukan secara beruntun. Jemaah haji, misalnya, dapat menjalankannya dalam satu hari tanpa terikat pada urutan tanggal. Kombinasi ini memberikan peluang untuk menjalankan amalan yang lebih banyak, asalkan niat dan waktu puasa diperhatikan. Keutamaan puasa Tarwiyah juga terkait dengan makna hari tersebut dalam ritual haji, yaitu sebagai tanda persiapan untuk melaksanakan wukuf di Arafah.
Dengan mengetahui niat dan artinya, umat Muslim bisa menjalankan puasa Dzulhijjah secara lebih bermakna. Selain itu, puasa ini memberikan keuntungan spiritual, seperti menghapus dosa, memperkuat keimanan, dan mendekatkan diri kepada Allah. Dalam prakteknya, menyesuaikan niat dan waktunya memungkinkan