eksplorasiindonesia.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Facing Challenges: Kronologi 3 Remaja Tenggelam di Curug Rambukasang Brebes, 1 Ditemukan Tewas

Published Juni 2, 2026 · Updated Juni 2, 2026 · By Elizabeth Martinez

Kronologi 3 Remaja Tenggelam di Curug Rambukasang Brebes, 1 Ditemukan Tewas

Facing Challenges - Senin (1/6/2026), Tim Pencarian dan Evakuasi (SAR) berhasil menemukan satu dari tiga remaja yang tenggelam di Curug Rambukasang, Desa Ciseureuh, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes. Korban yang ditemukan tewas adalah Wafi Muafa (13), seorang pelajar yang berasal dari Desa Rancawuluh, Kecamatan Bulakamba, Brebes. Dua remaja lainnya telah diselamatkan oleh warga sekitar yang berada di lokasi kejadian. Menurut informasi, kejadian tersebut terjadi saat tiga remaja tersebut berkunjung ke objek wisata alam yang terkenal di wilayah tersebut.

Curug Rambukasang, yang merupakan salah satu tempat wisata populer di Brebes, sejak hari itu menjadi lokasi peristiwa tragis. Ketiga remaja itu langsung bermain di air terjun setelah tiba di lokasi. Meski kondisi air terlihat tenang di permukaan, di bawahnya terdapat arus deras dan pusaran yang memperdayakan para pengunjung. Diduga, salah satu penyebab kecelakaan adalah ketidakmampuan remaja tersebut mengatasi hantaman arus yang cukup kuat, sehingga mereka terbawa ke dasar sungai.

Warga sekitar yang melihat kejadian langsung bergerak untuk memberikan pertolongan. Dua dari ketiga remaja berhasil dievakuasi ke pinggir curug, tetapi korban Wafi Muafa tidak bisa diselamatkan. Berdasarkan keterangan dari warga, kondisi Wafi memburuk saat ia terseret oleh arus. Meski tim SAR berusaha memberikan bantuan, korban tidak bisa ditolong hingga akhirnya tenggelam.

Proses Evakuasi yang Dramatis

Tim gabungan dari Basarnas Cilacap, PMI, dan BPBD Brebes mengambil peran penting dalam operasi penyelamatan. Proses evakuasi jasad Wafi Muafa membutuhkan upaya ekstra karena kondisi air yang berputar di dasar curug membuat gerakan petugas sulit dilakukan. Petugas harus menerjunkan tim penyelam khusus untuk mencari korban yang terdampar di dasar sungai. "Kami mengerahkan dua tim penyelam untuk menemukan jasad korban di tengah arus deras Curug Rambukasang. Setelah berjuang melawan aliran air yang cukup kuat, jasad korban akhirnya berhasil dikeluarkan ke permukaan," jelas Komandan Tim Unit Siaga SAR Brebes, Syaiful Anwar, Senin (1/6/2026).

"Kami mengerahkan dua tim penyelam untuk menemukan jasad korban di tengah arus deras Curug Rambukasang. Setelah berjuang melawan aliran air yang cukup kuat, jasad korban akhirnya berhasil dikeluarkan ke permukaan," ujar Komandan Tim Unit Siaga SAR Brebes, Syaiful Anwar, Senin (1/6/2026).

Korban ditemukan setelah beberapa jam operasi. Proses evakuasi memakan waktu lama karena petugas harus melawan arus yang sangat kuat. Meski berhasil menemukan jasad Wafi Muafa, kondisi jenazah terbilang tidak baik. Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa oleh petugas ke RSUD Soekarno Ketanggungan untuk dilakukan penanganan medis dan visum sebelum diserahkan kepada keluarga korban.

Kondisi Tempat Wisata dan Penyebab Kecelakaan

Curug Rambukasang, yang berada di Kecamatan Ketanggungan, Brebes, diketahui memiliki aliran air yang tidak terduga. Meski berlokasi di daerah yang sering dikunjungi wisatawan, beberapa bagian dari curug memiliki risiko tinggi karena adanya bentuk-bentuk kejut yang tidak terlihat oleh mata. Menurut keterangan warga, kejadian tersebut terjadi saat tiga remaja melakukan aktivitas berenang di area yang cukup dalam.

Diduga, ketiga remaja tersebut tidak memperhatikan risiko yang ada di bawah air terjun. Beberapa dari mereka mungkin tidak memiliki pengalaman berenang yang memadai, sehingga rentan terbawa oleh arus. Dengan kekuatan aliran air yang deras, ketiganya tidak bisa mengendalikan diri dan terseret ke dasar curug. Wafi Muafa, yang ditemukan dalam kondisi tewas, kemungkinan besar tidak mampu menyelam cukup jauh untuk berjuang melawan arus.

Tim SAR mengambil langkah-langkah yang terukur untuk menyelamatkan korban. Proses pengerahan tim khusus melibatkan peralatan seperti alat penyelam dan alat bantu lainnya. Selama evakuasi, petugas terus berkoordinasi dengan warga sekitar untuk memastikan semua langkah dilakukan secara terencana. Meski terjadi kesulitan, akhirnya jasad Wafi berhasil dikeluarkan dari tempat yang terjal dan berair.

Respons Masyarakat dan Upaya Penyelamatan

Sejak kejadian terjadi, warga sekitar Curug Rambukasang langsung merespons dengan memanggil tim SAR dan memberikan pertolongan langsung. Sebagian dari mereka juga ikut membantu mencari korban di sekitar lokasi kejadian. Dua remaja yang berhasil diselamatkan dalam kondisi baik langsung dibawa ke pinggir curug untuk diperiksa. Sementara itu, Wafi Muafa yang terbawa oleh arus tidak bisa ditolong hingga akhirnya menemui ajal.

Kecelakaan ini memicu perhatian masyarakat setempat dan warga lain yang berkunjung ke objek wisata tersebut. Beberapa dari mereka menyatakan bahwa Curug Rambukasang merupakan tempat yang memang memiliki risiko, terutama bagi pemula. Meski begitu, tidak semua pengunjung menyadari bahaya yang tersembunyi di bawah air terjun. Dalam upaya evakuasi, petugas SAR melibatkan teknik penyelaman dan berusaha meminimalkan risiko terhadap diri mereka sendiri.

Setelah jasad Wafi Muafa ditemukan, tim SAR melanjutkan proses evakuasi dengan menunggu kondisi jenazah stabil. Dalam beberapa jam, jenazah diterbangkan ke RSUD Soekarno Ketanggungan untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut. Pihak keluarga korban kemudian diberitahu dan melakukan proses identifikasi sebelum jenazah diserahkan untuk dimakamkan. Kecelakaan ini menambah daftar kasus kecelakaan yang terjadi di curug-curug Brebes.

Kasus ini menjadi peringatan bagi pengunjung curug yang ingin bermain di air terjun. Meski Curug Rambukasang terlihat menarik dan aman, kondisi alamnya yang berubah tiba-tiba bisa mengancam keselamatan. Tim SAR berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi pengunjung untuk lebih berhati-hati dan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Selain itu, pihak kecamatan dan BPBD Brebes juga diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko kecelakaan di lokasi wisata alam.

Sebagai informasi tambahan, Curug Rambukasang memiliki kedalaman air yang cukup signifikan, terutama di area bawah air terjun. Meski cukup populer di kalangan pemuda, tempat tersebut tidak selalu aman bagi semua pengunjung. Dengan arus yang deras dan bentuk-bentuk kejut di bawah permukaan, keselamatan pengunjung bisa terganggu. Kecelakaan yang terjadi Senin (1/6/2026) menunjukkan bahwa perlu pengawasan dan kesadaran akan bahaya yang tersembunyi di daerah wisata tersebut.

Sejumlah warga menyatakan bahwa mereka juga pernah melihat kejadian serupa sebelumnya, meskipun tidak ada laporan resmi tentang hal itu. Namun, kejadian ini menambah kekhawatiran masyarakat terhadap penggunaan alat keselamatan saat berenang. Pihak BPBD Brebes menyatakan akan meningkatkan sosialisasi tentang keamanan di tempat wisata alam sebagai upaya mencegah kejadian serupa di masa depan.