Solution For: Tinjau Proyek Flyover Latumenten, DPRD DKI Pastikan bakal Dilengkapi Skywalk dan Lift

08819d18-f126-47db-a865-d24862fc8f44-0

Tinjau Proyek Flyover Latumenten, DPRD DKI Pastikan Bakal Dilengkapi Skywalk dan Lift

Solution For – JAKARTA, Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth mengungkapkan bahwa Flyover Latumenten di Grogol, Jakarta Barat, akan dilengkapi dengan jalur pejalan kaki layang atau skywalk yang terhubung langsung ke lift. Ini bertujuan untuk memudahkan warga mengakses berbagai jenis transportasi umum. Pernyataan tersebut disampaikan setelah ia melakukan inspeksi ke lokasi proyek tersebut. Progres konstruksi Flyover Latumenten terus berjalan sesuai rencana, dan diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2026, menurut Kenneth.

Pelintasan Kereta Api Jadi Pemicu Utama

Konsep Flyover Latumenten lahir dari kekhawatiran masyarakat yang tinggal di sekitar area perlintasan kereta api. Menurut Kenneth, warga setempat telah lama mengeluhkan masalah kemacetan akibat jalur rel kereta yang memotong alur lalu lintas. “Pada 2024 lalu, saat reses, warga menyampaikan permintaan untuk dibangun flyover sebagai solusi mengatasi kemacetan yang terus berlangsung,” jelasnya. Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum memiliki anggaran untuk proyek ini, sehingga ia meminta dilakukan kajian awal terlebih dahulu.

“Dengan adanya skywalk yang terkoneksi langsung dengan halte Transjakarta dan Stasiun KRL, masyarakat tidak perlu lagi menyeberang di tengah padatnya arus lalu lintas,” katanya.

Kajian tersebut membuahkan hasil yang memungkinkan proyek masuk ke tahap lelang. Setelah selesai, pembangunan dimulai pada akhir 2025. “Akhirnya saya minta dibuatkan kajian terkait permasalahan ini. Setelah itu masuk ke dalam proses lelang dan sekarang sudah mulai terlihat hasilnya. Mudah-mudahan bisa selesai on time seperti yang diharapkan Pak Gubernur,” tambah legislator dari PDI Perjuangan itu.

Integrasi Sistem Transportasi Umum

Sebagai bagian dari sistem integrasi antarmoda, Flyover Latumenten akan menyatukan berbagai layanan transportasi seperti KRL Commuter Line, Transjakarta, dan JakLingko. Fasilitas skywalk yang dibangun akan menjadi penghubung utama antara jalan raya dan halte bus, serta stasiun kereta. Selain itu, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) akan dirancang khusus untuk masyarakat disabilitas, lansia, ibu hamil, serta orang yang membawa anak kecil atau barang berat.

“Kehadiran lift pada JPO akan mempermudah akses menuju halte Transjakarta tanpa harus menggunakan tangga,” ujarnya.

Menurut Kenneth, fasilitas ini tidak hanya bertujuan untuk memperlancar arus lalu lintas, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan. Ia menjelaskan, integrasi skywalk dengan lift akan memberikan kemudahan akses bagi semua kalangan, termasuk yang memiliki keterbatasan fisik. “Konsep tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan bagi seluruh pengguna jalan, termasuk penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang membawa barang atau kereta bayi,” lanjutnya.

Langkah Strategis untuk Pengurangan Kemacetan

Pembangunan Flyover Latumenten merupakan bagian dari upaya pemerintah mengatasi kemacetan yang terjadi di sekitar kawasan Grogol. Wilayah ini dikenal sebagai titik rawan kemacetan karena adanya perlintasan kereta api yang menjadi penghalang alur jalan. Kenneth menekankan bahwa proyek ini dikerjakan dengan tujuan mengoptimalkan penggunaan ruang jalan dan mengurangi waktu tempuh masyarakat.

Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta itu juga menyoroti pentingnya desain yang ramah disabilitas dalam skywalk. “JPO yang dilengkapi lift akan menjadi solusi nyata bagi warga yang kesulitan berjalan di jalan raya, terutama saat cuaca buruk atau arus lalu lintas padat,” kata Kenneth. Selain itu, integrasi halte Transjakarta dengan kawasan sekitar akan mempercepat mobilitas orang yang bepergian ke berbagai lokasi di Jakarta.

“Fasilitas ini diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki yang menggunakan transportasi umum,” tuturnya.

DPRD DKI Jakarta juga memastikan bahwa proyek ini akan dilengkapi dengan fasilitas lain, seperti jalur pejalan kaki yang terintegrasi dengan sistem lampu lalu lintas dan jalur kereta. Hal ini untuk memastikan bahwa semua pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun pengguna kendaraan, dapat bergerak dengan aman dan efisien. “Proyek ini merupakan langkah strategis untuk memperbaiki kondisi transportasi di kawasan ini,” ujarnya.

Persiapan dan Harapan Masyarakat

Karena proyek ini telah melewati tahap lelang dan mulai dikerjakan, masyarakat sekitar mulai menanti kehadiran Flyover Latumenten. Kenneth menyatakan bahwa dirinya optimis proyek ini akan selesai tepat waktu, meski masih ada tantangan dalam proses pembangunan. “Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan upaya maksimal untuk mempercepat penyelesaian proyek ini, sehingga harapan masyarakat bisa tercapai,” katanya.

Dalam wawancara dengan media, Kenneth juga mengungkapkan bahwa proyek ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyelesaikan masalah transportasi. “Dengan adanya skywalk dan lift, warga tidak perlu lagi menghadapi kesulitan saat menyeberang di jalan yang ramai,” imbuhnya. Ia menambahkan bahwa penyelesaian Flyover Latumenten akan menjadi contoh keberhasilan dalam merancang infrastruktur yang mendukung keberlanjutan transportasi publik.

Kehadiran flyover ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif pada ekonomi lokal, karena memudahkan akses ke pusat perbelanjaan, kawasan perumahan, dan tempat kerja di sekitar Grogol. “Selain mengurangi kemacetan, proyek ini juga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar,” kata Kenneth. Dengan integrasi antarmoda yang baik, warga akan memiliki pilihan transportasi yang lebih luas, terutama di jam sibuk.

Proyek Flyover Latumenten dianggap sebagai bagian penting dari rencana pengembangan infrastruktur DKI Jakarta. Dengan penyelesaian pada Desember 2026, pemerintah berharap proyek ini bisa memberikan solusi jangka panjang bagi masalah kemacetan dan kepadatan di wilayah tersebut. “Ini adalah langkah awal dalam mewujudkan kota yang lebih nyaman dan aksesibel bagi semua kalangan,” pungkas Kenneth.