Mobil Terbakar usai Isi BBM di SPBU Pangkep – Polisi Temukan Jeriken Berisi Bensin

7f02069c-71fb-4d8e-bea8-bf2af1bccc76-0

Mobil Granmax Terbakar di SPBU Pangkep, Polisi Temukan Jeriken Diduga Berisi Bensin

Mobil Terbakar usai Isi BBM di SPBU – Sebuah insiden kebakaran terjadi pada hari Minggu (21/6/2026) malam di SPBU Pertamina yang terletak di kawasan Maleleng, Jalan Poros Trans Sulawesi, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Mobil Granmax yang sedang mengisi bahan bakar minyak (BBM) tiba-tiba terbakar setelah keluar dari area pompa bensin. Kebakaran ini direkam oleh kamera CCTV dan video, yang membantu dalam proses penyelidikan. Petugas kepolisian setempat segera tiba di lokasi setelah menerima laporan pukul 19.00 WITA, menurut Kasat Reskrim Polres Pangkep, AKP Halim Lau.

Penyelidikan Polisi terus Berjalan

Dalam penyelidikannya, polisi menemukan satu jeriken yang diduga berisi bensin di dalam mobil. Meski belum ada penjelasan pasti tentang asal-usul percikan api yang menyebabkan kebakaran, petugas mengatakan bahwa jeriken tersebut menjadi salah satu titik fokus investigasi. “Kami masih menelusuri penyebab utama kebakaran, termasuk kemungkinan adanya percikan api atau kebocoran bahan bakar,” jelas AKP Halim saat memberikan keterangan pada Senin (22/6/2026).

“Ada laporan, sekitar jam 19.00 WITA satu unit mobil Granmax terbakar. Setelah menerima laporan, anggota Pamapta bersama piket fungsi langsung bergerak ke TKP di wilayah Maleleng,” ujarnya.

Dari laporan awal, mobil yang terbakar baru saja selesai mengisi bahan bakar. Saat keluar dari area SPBU Mitra Sahabat Rakyat di Kelurahan Sibatua, Kecamatan Pangkajene, kendaraan tersebut tiba-tiba mengeluarkan asap sebelum api membesar. “Kronologi, awalnya kendaraan tersebut baru saja mengisi BBM di SPBU Pertamina. Setelah keluar dari SPBU sekitar 5-10 meter, mobil tiba-tiba mengeluarkan asap lalu terbakar,” tambahnya.

Kondisi Mobil dan Barang di Dalamnya

Menurut polisi, mobil Granmax tersebut membawa berbagai barang campuran. Di dalamnya terdapat dos berisi kerupuk, botol air minum, dan jeriken yang kemungkinan besar berisi bensin. “Barang yang ada di dalam kendaraan antara lain dos berisi kerupuk, air minum, dan jeriken yang untuk sementara diduga berisi bensin,” jelas AKP Halim.

Kondisi api yang melalap bagian mobil terbatas, hanya area depan dan tempat duduk sopir yang terbakar. Bagian lain kendaraan tidak mengalami kerusakan signifikan. “Setibanya di lokasi, memang benar ada mobil terbakar, namun tidak seluruh bagian kendaraan. Api hanya membakar area depan, tepatnya di area tempat duduk sopir,” terangnya.

Pemilik Kendaraan dan Faktor Penyebab yang Diduga

Polisi menyebutkan bahwa pemilik mobil berasal dari Balocci. Saat kejadian, pengemudi diduga sedang menggunakan handphone, yang mungkin menjadi penyebab percikan api. “Berdasarkan keterangan awal dari penguasa kendaraan di TKP, yang bersangkutan sempat bermain handphone. Pemilik kendaraan diketahui berasal dari Balocci, dan seluruh dugaan sementara masih terus kami dalami dalam penyelidikan,” tutur AKP Halim.

Dalam penyelidikan lanjutan, polisi mengungkap bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Meski demikian, mereka tetap memprioritaskan proses investigasi untuk mengetahui apakah kebakaran terjadi secara spontan atau ada faktor eksternal seperti percikan bensin atau konsleting listrik. “Terkait dugaan penyebab ledakan maupun kebakaran, saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” tambahnya.

Proses Evakuasi dan Dampak Kebakaran

Setelah api berhasil dipadamkan, polisi memeriksa kondisi mobil dan barang-barang di dalamnya. Karena api tidak melapaskan seluruh bagian kendaraan, mobil masih dapat dievakuasi dengan relatif cepat. “Meski tidak seluruh bagian terbakar, mobil tersebut sudah dalam kondisi rusak parah di area depan. Kami menyelidiki apakah jeriken bensin menjadi penyebab langsung atau hanya faktor tambahan,” terang AKP Halim.

Kebakaran yang terjadi di SPBU Pertamina ini juga memicu kekhawatiran masyarakat sekitar. Para pengguna jalan yang melintas di area tersebut terkejut melihat mobil terbakar dan api yang membesar. “Kami berharap penyebab kebakaran dapat segera terungkap agar masyarakat lebih waspada saat mengisi BBM,” kata AKP Halim.

Langkah Selanjutnya dalam Penyelidikan

Dalam upaya mencari kejelasan, polisi telah meminta keterangan dari saksi-saksi di sekitar SPBU dan memeriksa rekaman CCTV. Para petugas juga mengecek apakah ada kebocoran bensin atau faktor lain yang bisa memicu kebakaran. “Kami sedang memverifikasi semua bukti yang ditemukan, termasuk kemungkinan kebocoran bensin atau percikan api dari sumber lain,” katanya.

Polisi juga memperhatikan kondisi lingkungan sekitar SPBU. Sebagai langkah pencegahan, mereka memberi peringatan kepada pengguna jalan untuk memastikan area parkir aman dan tidak ada sumber api yang bisa memicu kejadian serupa. “Kami sudah berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk memperketat pengawasan dan memastikan tidak ada risiko serupa terjadi lagi,” terang AKP Halim.

Kelanjutan Investasi dan Keselamatan Pengguna BBM

Saat ini, pihak kepolisian masih memproses laporan dan menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. “Kami sedang menyelidiki lebih lanjut untuk memastikan penyebab utama mobil Granmax terbakar usai mengisi BBM,” jelasnya. Insiden ini menjadi pembelajaran bagi pengguna bahan bakar, terutama yang membawa jeriken atau bahan bakar tambahan dalam kendaraan.

Pengemudi mobil menyebutkan bahwa ia tidak menyadari adanya bocoran bensin sebelum api membesar. “Saya hanya sedang menggunakan handphone saat keluar dari SPBU, dan tiba-tiba ada asap muncul dari bagian depan mobil,” katanya. Meski tidak ada korban, kejadian ini memperlihatkan pentingnya kehati-hatian saat mengisi BBM, terutama jika ada bahan bakar tambahan yang dibawa.

Reaksi Masyarakat dan Langkah Pemangku Kepentingan

Insiden kebakaran mobil Granmax tersebut mendapat perhatian dari warga sekitar SPBU. Beberapa orang membagikan video kejadian di media sosial, memicu penasaran dan wacana mengenai penyebab kebakaran. “Saya kaget melihat mobil terbakar tiba-tiba di depan SPBU. Ini jadi peringatan buat kita semua,” ujar salah satu warga yang hadir di lokasi.

Pihak SPBU juga berupaya memperbaiki keamanan dan prosedur pengisian bahan bakar. Mereka menambahkan pengawasan lebih ketat terhadap pengguna yang membawa jeriken atau bahan bakar tambahan. “Kami sudah mengambil langkah pencegahan untuk mencegah kejadian serupa terulang,” kata manajer SPBU tersebut.

Dengan adanya kejadian ini, polisi berharap bisa memperkuat kesadaran masyarakat tentang potensi bahaya saat mengisi bahan bakar. “Kami menekankan pentingnya menjaga keamanan dan tidak meletakkan bahan bakar di area yang rentan terhadap percikan api,” tegas AKP Halim. Penyelidikan akan terus dilakukan hingga semua fakta kebakaran terungkap secara lengkap.

Sebagai penutup, kejadian kebakaran mobil Granmax di SPBU Pangkep menjadi contoh bagaimana kehati-hatian diperlukan dalam penggunaan bahan bakar minyak. Meski tidak ada korban jiwa, insiden ini mengingatkan bahwa bahan bakar yang tidak terkendali bisa menyebabkan dampak serius. Polisi akan terus mengupdate progres penyelidikan dan memberi informasi lebih lanjut kepada publik.