Special Plan: JPO Ancol-JIS Rampung, Ancol Jadi Pintu Gerbang Masuk Stadion
JPO Ancol-JIS Rampung, Ancol Jadi Pintu Gerbang Masuk Stadion
Special Plan – Kompleks Jakarta International Stadium (JIS) kini semakin lengkap dengan selesainya pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) yang menghubungkan kawasan wisata Ancol dengan stadion tersebut. Proyek ini menjadi bagian dari upaya pengembangan infrastruktur untuk meningkatkan aksesibilitas pengunjung. Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Syahmudrian Lubis, memberikan penjelasan mengenai peran JPO yang baru saja rampung. Menurutnya, jembatan ini tidak hanya berfungsi sebagai jalur penghubung, tetapi juga memiliki tujuan strategis yang lebih luas.
Fungsi JPO Ancol-JIS Menurut Syahmudrian Lubis
Syahmudrian Lubis menjelaskan bahwa JPO Ancol-JIS tidak dirancang untuk memudahkan pengunjung menuju kawasan Ancol, melainkan sebaliknya. “Ancol ingin menjadikan jembatan ini sebagai titik masuk utama bagi masyarakat yang ingin bergerak ke JIS,” katanya saat diwawancara di Ancol, Sabtu (20/6/2026). Ia menekankan bahwa JIS seharusnya menjadi tujuan utama bagi pengguna jembatan, bukan Ancol yang hanya sebagai sambutan.
“Kita ingin jembatan ini menjadi pintu gerbang Ancol masuk ke JIS. Jadi, jangan dibalik, bukan JIS-nya masuk ke Ancol,” ujar Syahmudrian.
Dalam penjelasannya, Syahmudrian menyebutkan bahwa JPO adalah bagian dari visi Ancol untuk memperkuat keterhubungan antara kawasan wisata dan pusat kegiatan olahraga. “Ini bukan hanya tentang akses, tetapi juga tentang membangun koneksi yang lebih erat antara Ancol dan JIS,” tambahnya. JPO diharapkan bisa mempercepat perjalanan pengunjung dari Ancol ke JIS, terutama bagi yang ingin menghadiri acara atau pertandingan di stadion tersebut.
Pengembangan Fasilitas di Sekitar JPO
Menyusul selesainya pembangunan JPO, pihak Ancol juga tengah mempersiapkan berbagai fasilitas pendukung di sekitar area tersebut. Fasilitas ini bertujuan untuk memperkaya pengalaman pengunjung sebelum, selama, maupun setelah menghadiri kegiatan di JIS. Salah satu rencana utama adalah pengadaan pusat kuliner dan toko merchandise yang dapat diakses oleh para pengguna JPO.
“Insyaallah kita akan membuat beberapa fasilitas di sana, seperti food and beverage serta penjualan merchandise,” kata Syahmudrian.
Ia menilai, penambahan fasilitas ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan pengunjung, tetapi juga mendorong mereka untuk menghabiskan lebih banyak waktu di kawasan Ancol. “Dengan adanya pusat aktivitas di sekitar JPO, pengunjung bisa merasakan pengalaman yang lebih lengkap,” tuturnya. Fasilitas tersebut diharapkan bisa menjadi pilihan alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati kegiatan di Ancol tanpa terburu-buru.
Potensi Komunitas Persija Jakarta
Syahmudrian juga menyoroti peran komunitas suporter Persija Jakarta dalam penggunaan JIS. Ia menilai, dengan memperkuat fasilitas di sekitar JPO, JIS bisa menjadi ruang pertemuan yang lebih nyaman bagi para pendukung tim tersebut. “Persija sedang giat memperkuat tim, jadi kita berpikir bagaimana bisa mendukung komunitasnya dengan membuat tempat yang baik untuk spending waktu lebih lama di sana,” ujarnya.
Stadion yang menjadi venue utama pertandingan sepak bola tersebut sebelumnya kerap dipakai oleh suporter untuk berkumpul sebelum dan sesudah pertandingan. Dengan JPO yang sudah selesai, Ancol berharap bisa memperluas ruang interaksi antara suporter dan kawasan wisata. “Ini akan membuat suasana di sekitar JIS lebih hidup, sekaligus mengintegrasikan aktivitas olahraga dengan pengalaman wisata,” jelas Syahmudrian.
Harapan untuk Konektivitas yang Lebih Baik
Menurut Syahmudrian, penyelesaian JPO Ancol-JIS menjadi momen penting dalam meningkatkan konektivitas antara kawasan wisata dan pusat kegiatan olahraga. “Kita ingin ada akses yang lebih mudah dan cepat, baik untuk pengunjung maupun komunitas suporter,” katanya. Ia menyebutkan, penggunaan JPO diharapkan bisa mengurangi kemacetan dan mempercepat aliran lalu lintas di sekitar JIS.
Di samping itu, fasilitas pendukung yang akan dibangun di sekitar JPO juga dianggap sebagai pendorong untuk menciptakan pusat aktivitas baru. Syahmudrian menyebutkan, keberadaan pusat kuliner dan merchandise bisa memberikan nilai tambah bagi pengunjung, termasuk bagi penggemar olahraga yang ingin memperoleh merchandise resmi tim Persija. “Dengan adanya fasilitas ini, Ancol bisa menjadi tempat yang lebih dinamis, baik untuk acara olahraga maupun kegiatan sehari-hari,” tambahnya.
Ancol telah merancang beberapa titik penyeberangan orang di sekitar JIS untuk melayani kebutuhan pengunjung. Selain JPO, area sekitar stadion juga akan dilengkapi dengan tempat parkir, toilet, dan akses ke transportasi umum. Syahmudrian menjelaskan bahwa pengembangan ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik JIS sebagai salah satu destinasi utama di Jakarta. “JIS tidak hanya tempat pertandingan, tetapi juga bisa menjadi pusat kegiatan yang menarik dan nyaman,” katanya.
Dengan JPO yang selesai, Ancol berharap bisa memperkuat hubungan antara kawasan wisata dan JIS. “Ini akan membuka peluang untuk menjadikan Ancol sebagai destinasi utama bagi pengunjung yang ingin menghadiri pertandingan di JIS,” tutur Syahmudrian. Ia menilai, penggunaan JPO akan menjadi bagian dari strategi Ancol dalam meningkatkan kemudahan akses serta mengoptimalkan potensi ekonomi kawasan tersebut.
Syahmudrian juga memprediksi, dengan adanya JPO, Ancol akan lebih terlihat sebagai bagian dari ekosistem olahraga di Jakarta. “Kita ingin menyatukan kegiatan wisata dan olahraga, sehingga pengunjung bisa menikmati berbagai fasilitas yang ada,” katanya. Ia menambahkan, pengembangan ini tidak hanya berdampak pada pengunjung, tetapi juga pada masyarakat sekitar yang bisa memanfaatkan fasilitas tersebut untuk keperluan sehari-hari.
Konektivitas yang lebih baik antara Ancol dan JIS diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan dan penggemar olahraga. Syahmudrian menyebutkan, JPO menjadi langkah awal dalam membangun hubungan yang lebih kuat antara dua area tersebut. “Dengan JPO, kita bisa memastikan bahwa Ancol tidak hanya menjadi kawasan wisata, tetapi juga bagian dari aktivitas olahraga yang dinamis,” katanya. Ia optimis bahwa proyek ini akan meningkatkan daya tarik JIS serta mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan Anc
