Latest Program: Mlatiwangi Kembangkan Tas Serat Alam, Tembus Pasar Internasional berkat LinkUMKM BRI
Latest Program: Mlatiwangi Kembangkan Tas Serat Alam, Tembus Pasar Internasional Berkat LinkUMKM BRI
Latest Program – Mlatiwangi, sebuah usaha kecil yang berlokasi di Kota Semarang, berhasil mengembangkan produk tas dari bahan serat alam dengan dukungan program Latest Program dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Program ini merupakan bagian dari inisiatif LinkUMKM BRI yang bertujuan membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengembangkan bisnis mereka melalui pendampingan, penguatan kapasitas, serta akses pasar yang lebih luas. Dengan kemajuan yang pesat, produk Mlatiwangi kini tidak hanya dikenal di berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga telah menembus pasar internasional.
Persyaratan Awal: Memulai dari Permintaan Ekspor
Pemilik Mlatiwangi, Yuli Muhawati, menjelaskan bahwa perjalanan usahanya dimulai dari permintaan saudara yang tinggal di Amsterdam, Belanda. Saudara tersebut meminta tas mukena yang bisa dipesan secara online. Awalnya, Yuli hanya memasarkan tas jadi yang dibeli kembali, tetapi setelah menemukan penjahit yang tepat, ia mulai memproduksi sendiri. Bahan yang digunakan meliputi serat alam seperti pandan, eceng gondok, goni, rotan, dan pelepah pisang. “Awalnya saya membuat tas berdasarkan permintaan saudara di Amsterdam,” ujarnya.
Kini, Mlatiwangi tidak hanya memproduksi tas mukena, tetapi juga merambah ke berbagai jenis produk seperti dompet koin dan dompet kosmetik. Desain unik serta harga yang terjangkau menjadi daya tarik utama produk ini. Penyesuaian dengan selera pasar lokal dan internasional pun dilakukan secara berkelanjutan, dengan menggabungkan teknik anyaman serat alam dan kain wastra Indonesia seperti batik dan lurik.
Manfaat LinkUMKM BRI dalam Perkembangan UMKM
Dalam perkembangan usahanya, Yuli mengenal LinkUMKM BRI melalui Rumah BUMN. Platform ini memberikan berbagai fasilitas yang mendukung UMKM, termasuk pendampingan teknis, akses ke pasar oleh-oleh Bandeng Juwana, serta penggunaan layanan digital seperti QRIS dan mobile banking. Pemanfaatan teknologi digital ini tidak hanya mempercepat proses transaksi, tetapi juga memperluas jangkauan pemasaran, baik secara langsung maupun melalui marketplace.
Produk Mlatiwangi saat ini dijual melalui galeri sendiri, toko oleh-oleh Bandeng Juwana, Bandara Jenderal Ahmad Yani, dan berbagai pameran nasional seperti BRILianpreneur 2022 serta Inacraft 2024. Jangkauan pemasaran juga mencakup kota-kota besar seperti Jakarta dan Medan, hingga wilayah terpencil seperti Papua. Bahkan, pada 2017, produk ini pernah terjual di Amsterdam, sedangkan pada 2020, Mlatiwangi mulai menembus pasar Brunei Darussalam.
LinkUMKM BRI memberikan enam fitur utama, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan layanan Register Nomor Induk Berusaha (NIB). Dengan adanya platform ini, pelaku UMKM seperti Mlatiwangi bisa mengakses berbagai sumber daya, mulai dari bantuan finansial hingga pemasaran strategis. Selain itu, program Latest Program juga membantu meningkatkan daya saing UMKM melalui penguatan kualitas produk dan pengelolaan bisnis yang lebih profesional.
“Mlatiwangi membuktikan bahwa bahan serat alam yang dipadukan dengan wastra Indonesia bisa menghasilkan produk unik dan bernilai tambah. Kapasitas produksi serta pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci utama untuk tetap relevan di pasar global,” kata Corporate Secretary BRI, Dhanny.
Kemajuan Mlatiwangi juga mencerminkan potensi UMKM lainnya yang bisa tumbuh pesat jika mendapat dukungan yang tepat. Hingga April 2026, tercatat sebanyak 16,46 juta pelaku usaha telah memanfaatkan LinkUMKM BRI untuk memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan kualitas produk. Dengan Latest Program sebagai salah satu instrumen utama, BRI berkomitmen untuk terus membantu UMKM mencapai tingkat perkembangan yang lebih baik.
