Key Strategy: Dorong Penguasaan Teknologi AI, Komdigi Kerja Sama ASEAN Foundation

31b9289f-5bdf-47c2-bb20-b957814ac6a1-0

Dorong Penguasaan Teknologi AI, Komdigi Kerja Sama ASEAN Foundation

Key Strategy – Jakarta, iNews.id – Upaya pemerintah Indonesia dalam memajukan teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin intensif. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui program ASEAN AI Ready, yang dikembangkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama ASEAN Foundation. Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan sumber daya manusia (SDM) dan membangun talenta digital di Indonesia, terutama dalam menghadapi perubahan besar dalam era transformasi teknologi.

Fokus Program

Kementerian Komunikasi dan Digital, dalam pernyataan resminya, menekankan bahwa kemampuan penguasaan AI saat ini menjadi faktor penting dalam menentukan daya saing bangsa, khususnya di bidang sumber daya manusia. Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan ASEAN Foundation bertujuan mempercepat pematangan kapasitas masyarakat Indonesia. “Fokus utama program ini adalah membangun talenta digital yang siap menghadapi transformasi teknologi. Melalui kerja sama regional, kita bisa memperkuat daya saing Indonesia dalam ekonomi digital global,” jelas Nezar.

“Melalui kolaborasi kawasan, kita dapat mempercepat peningkatan kapasitas masyarakat sekaligus memperkuat daya saing ASEAN dalam ekonomi digital global,” kata Nezar dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (5/6/2026).

Program ini tidak hanya fokus pada pengembangan SDM, tetapi juga menyiapkan generasi muda Indonesia untuk memanfaatkan potensi teknologi AI secara optimal. Dengan demikian, mereka bisa berkontribusi dalam menghadapi tantangan dan peluang yang muncul dari kecepatan evolusi teknologi. Nezar menambahkan bahwa pengembangan talenta digital ini juga akan menjadi pemicu inovasi dan solusi berbasis AI yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Manfaat dan Dampak

Kerja sama antara Komdigi dan ASEAN Foundation diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Indonesia. Selain meningkatkan keterampilan teknologi, program ini juga memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan negara-negara ASEAN. Dengan demikian, Indonesia bisa menjadi pusat pengembangan talenta digital yang dipercaya oleh kawasan tersebut.

Menurut Nezar, program ini memiliki dampak luas. Masyarakat Indonesia yang terlatih dalam pemanfaatan AI akan lebih mudah adaptasi dalam dunia kerja modern. Selain itu, keberhasilan program ini juga berpotensi meningkatkan daya saing Indonesia dalam pasar global, terutama di bidang ekonomi digital. “Kami ingin memastikan bahwa talenta lokal memiliki kemampuan yang sejalan dengan perkembangan teknologi di tingkat internasional,” ujarnya.

Dalam praktiknya, program ASEAN AI Ready sudah menunjukkan hasil yang signifikan. Contohnya, mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang memenangkan Asean Youth Challenge dengan proyek NOAH AI. Aplikasi tersebut dirancang untuk mendukung manajemen kebencanaan, menunjukkan bagaimana inovasi berbasis AI bisa berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

NOAH AI menjadi bukti bahwa pelajar Indonesia mampu menciptakan solusi yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari. Nezar menegaskan bahwa program ini akan terus diperluas, sehingga mencakup berbagai sektor seperti pendidikan, usaha, dan pelayanan publik. “Dengan memiliki talenta digital yang kuat, Indonesia bisa menjadi motor penggerak dalam penerapan AI di tingkat kawasan,” imbuhnya.

Kembangkan Pemahaman Global

Piti Srisangnam, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, menjelaskan bahwa program AI Ready ASEAN sudah mencapai lebih dari 5,3 juta peserta di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. “Program ini tidak hanya fokus pada pelatihan, tetapi juga menyebarkan pemahaman tentang pentingnya AI dalam transformasi digital,” kata Piti.

“Kami akan terus memberdayakan masyarakat Indonesia agar siap menghadapi transformasi digital dan mampu memanfaatkan potensi besar yang dimiliki dalam penguasaan teknologi AI,” kata Piti.

Fase kedua program ini akan berlangsung hingga tahun 2028. Dalam masa ini, ASEAN Foundation akan memperkuat kolaborasi dengan pihak terkait, seperti universitas, perusahaan teknologi, dan pemerintah daerah. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem yang mendukung penguasaan AI secara merata. Piti menegaskan bahwa program ini menjadi alat untuk membangun kesadaran masyarakat akan peran teknologi dalam pembangunan nasional.

Kemajuan di bidang AI tidak hanya bergantung pada infrastruktur teknologi, tetapi juga pada manusia yang mampu mengoperasikan dan mengembangkan teknologi tersebut. Nezar Patria menyebutkan bahwa program ASEAN AI Ready bertujuan mengisi celah dalam penguasaan teknologi AI di kalangan masyarakat umum. “Kami ingin mengubah pola pikir masyarakat bahwa AI bukan hanya alat, tetapi juga bagian dari kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Program ini juga memberikan kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk belajar dari pengalaman internasional. Dengan adanya pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik dari negara-negara ASEAN, Indonesia bisa mengoptimalkan penggunaan AI dalam berbagai bidang. Piti menambahkan bahwa keberhasilan program ini akan menjadi dasar bagi pertumbuhan ekonomi digital kawasan.

Potensi dan Harapan Masa Depan

Dengan menggabungkan sumber daya lokal dan kompetensi internasional, program ASEAN AI Ready diharapkan membuka peluang baru bagi Indonesia dalam ekonomi global. Piti Srisangnam menekankan bahwa peningkatan penguasaan AI akan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, termasuk dalam sektor pendidikan, usaha kecil menengah, dan pemerintahan.

Nezar Patria menyoroti bahwa kolaborasi ini merupakan langkah awal untuk menciptakan ekosistem AI yang kompetitif. “Kami ingin memastikan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pengembang dan inovator teknologi AI,” tegasnya. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mendorong keberhasilan transformasi digital dalam waktu dekat.

Kerja sama antara Komdigi dan ASEAN Foundation menunjukkan komitmen kuat dalam menghadapi era teknologi yang semakin cepat berkembang. Dengan keberhasilan program seperti NOAH AI, Indonesia menunjukkan kemampuan untuk menciptakan solusi yang relevan dan berdampak nyata. Nezar Patria menegaskan bahwa penguasaan AI harus dianggap sebagai investasi jangka panjang yang akan menghasilkan manfaat seumur hidup.

Di masa depan, program ini diharapkan bisa menjadi penggerak utama dalam mengubah paradigma pendidikan dan pelatihan digital. Dengan mengintegrasikan teknologi AI ke dalam kurikulum, anak muda Indonesia akan lebih siap menghadapi persaingan global. Selain itu, keberhasilan program ini juga akan menentukan kemampuan Indonesia dalam membangun ekonomi digital yang mandiri.

Kerja sama antara Komdigi dan ASEAN Foundation menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi regional bisa mendukung kemajuan teknologi nasional. Dengan memadukan kekuatan sumber daya manusia dan infrastruktur digital, Indonesia bisa menjadi negara yang mampu berkontribusi signifikan dalam kawasan ASEAN. Nezar Patria berharap program ini menjadi fondasi untuk menciptakan talenta digital yang unggul di