Terekam CCTV! ART Baru 1 Bulan Gasak Emas dan Uang Dolar Majikan di Surabaya
Terekam CCTV! ART Baru 1 Bulan Gasak Emas dan Uang Dolar Majikan di Surabaya
Kasus Pencurian di Surabaya
Terekam CCTV ART Baru 1 Bulan – Surabaya – Seorang ibu rumah tangga bernama Diah Lesti, warga Jalan Legundi, Genteng, Kota Surabaya, Jawa Timur, mengalami pencurian di rumah kontrakannya. Kejadian ini terjadi setelah ia merekrut seorang Asisten Rumah Tangga (ART) melalui grup lowongan kerja di media sosial Facebook. Tindakan kriminal tersebut mengakibatkan hilangnya perhiasan emas seberat 10 gram serta lembaran uang dolar milik korban, dengan kerugian mencapai Rp30 juta. Diah tidak pernah menyangka bahwa ART yang baru ditemukannya, berinisial ER (40), asal Jember, ternyata adalah pelaku pencurian.
Kasus ini berawal ketika Diah mencari pekerjaan melalui salah satu grup Facebook yang menyediakan informasi lowongan ART Surabaya. ER menghubungi korban dan menawarkan diri untuk bekerja. Setelah sepakat mengenai tugas dan tanggung jawab, pelaku resmi masuk ke rumah korban pada Senin, 20 April 2026. Dalam waktu singkat, ER memulai aksinya yang licik. Pada pukul 10.00 WIB, ia meminta izin untuk menjemput anak Diah yang pulang sekolah. Korban, yang dikenal penuh percaya, langsung mengizinkannya tanpa curiga.
Kasus baru terungkap setelah Diah menunggu hingga sore hari dan merasa aneh karena pelaku tidak kembali. Akhirnya, ia memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di dalam rumah. Saat itu, ia menemukan bukti jelas bahwa ER telah menggasak harta benda miliknya. Video tersebut segera menyebar di media sosial, menjadi bukti kunci yang tak terbantahkan. Melalui bukti ini, Tim Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya dengan cepat mengidentifikasi keberadaan ER.
“Setelah ditunggu hingga sore hari, pelaku tak kunjung kembali ke rumah. Karena curiga, saya langsung memeriksa CCTV dan kamar pribadi. Saat itulah dia mendapati emas dan uang dolarnya telah digasak oleh pelaku,” kata Diah, Senin (25/5/2026).
Penangkapan dan Pengakuan Pelaku
Setelah memperoleh bukti kuat, petugas berhasil menangkap ER di rumah kontrakannya di kawasan Banyu Urip, Sawahan, Surabaya. Diah menjelaskan bahwa ER menawarkan diri melalui grup Facebook, dan korban percaya bahwa wanita itu memiliki kejujuran. Namun, kepercayaan itu berubah menjadi kekecewaan setelah tindakan kriminalnya terbongkar.
Dalam pemeriksaan, ER mengakui semua perbuatannya dan mengungkapkan alasan pencurian. Ia berdalih melakukan tindakan tersebut karena motif terdesak kebutuhan ekonomi. Tidak hanya itu, polisi juga menemukan bahwa ER bukanlah pelaku tunggal. Dari hasil penyidikan, diketahui bahwa ER adalah anggota dari komplotan spesialis pencuri yang telah melakukan aksi serupa di rumah majikan lain.
Salah satu korban lain, berinisial T, di kawasan Jalan Kedinding Lor, Kenjeran, Surabaya, juga menjadi sasaran. ER dan rekan-rekannya menggasak harta benda senilai Rp26 juta dengan modus yang sama. Penyidik menyatakan bahwa kejahatan ER tidak hanya terjadi di satu lokasi, tetapi melibatkan beberapa rumah yang menjadi target. “Kedoknya sebagai ART sangat sempurna, namun bukti dari CCTV mengungkap semua perbuatannya,” ujar AKP Hadi Ismanto, Kasi Humas Polrestabes Surabaya.
ER kini ditahan di Mapolrestabes Surabaya untuk diperiksa lebih lanjut. Petugas menyita satu unit ponsel Oppo serta rekaman CCTV sebagai alat bukti dalam penyidikan. Dari pelaku, polisi juga mencari keberadaan emas puluhan gram yang diduga telah dijual kepada penadah. Meski belum ditemukan, petugas optimis bahwa barang bukti akan segera ditemukan.
Modus dan Penyelidikan Kriminal
Penyelidikan oleh polisi mengungkap bahwa ER memanfaatkan kepercayaan majikan sebagai sarana untuk melakukan pencurian. Diah, yang biasa bekerja di rumah, tidak menyadari bahwa ART yang diangkatnya memiliki rencana jahat. Setelah memperoleh akses ke area pribadi, ER dengan mudah mengambil harta benda yang disimpan di tempat tersembunyi.
Kasus ini menunjukkan bagaimana modus kejahatan modern sering kali menggunakan media sosial sebagai sarana. ER menawarkan diri melalui grup loker ART, yang merupakan cara umum untuk mencari pekerjaan di Surabaya. Tapi, ia memanfaatkan kesempatan itu untuk merampas barang milik majikan. Polisi mengatakan bahwa komplotan ER memiliki keahlian khusus dalam mempercepat proses pencurian, dengan rencana yang matang.
Korban pertama, Diah, mengalami kehilangan yang signifikan. Selain emas, uang dolar yang diajukan sebagai bukti penghasilan juga hilang. Kerugian total mencapai Rp30 juta, yang menjadi dasar untuk menuntut pelaku. Dalam pemeriksaan, ER tidak menolak tuduhan dan mengakui bahwa ia sengaja menggasak barang majikannya.
Modus pencurian ini tergolong canggih karena pelaku memanfaatkan kepercayaan. Diah awalnya merasa aman dengan kehadiran ER, yang menawarkan diri sebagai pekerja setia. Tapi, dalam waktu sebulan, ER sudah merampas harta benda yang berharga. Polisi menemukan bahwa ER tidak hanya mencuri di satu rumah, tetapi juga beraksi di rumah lain dengan cara serupa. Kejadian di rumah T terjadi beberapa hari sebelum kasus Diah terungkap, menunjukkan bahwa ER sudah mengenal teknik ini.
Kasus kejahatan ini menimbulkan kecemasan di lingkungan warga Surabaya, terutama bagi mereka yang sedang mencari ART. Polisi menyarankan agar calon majikan memeriksa riwayat pelamar dan melakukan verifikasi lebih ketat. Diah mengungkapkan bahwa ia terkejut dan bingung ketika menemukan bukti pencurian dari CCTV. “Saya tidak pernah menyangka bahwa ART yang baru diterima akan melakukan hal seperti ini,” katanya.
Di sisi lain, ER mengaku bahwa aksinya terinspirasi dari kebutuhan ekonomi yang mendesak. Ia mengungkapkan bahwa ia sempat mengalami kesulitan finansial dan mengambil keputusan ekstrem untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, tindakan itu berdampak besar terhadap kepercayaan yang ia bangun. Diah, yang selama ini menjaga hubungan harmonis dengan ART, kini harus berurusan dengan kehilangan besar.
Kesan dan Pelajaran dari Kejadian Ini
Kasus ini memberikan pelajaran penting bagi warga Surabaya yang sedang merekrut pekerja rumah tangga. Polisi memperingatkan bahwa selalu ada kemungkinan pelaku memiliki motif jahat, meski terlihat jujur. Diah juga meminta agar majikan lebih waspada, terutama dalam memilih ART. “Saya harap pengalaman ini bisa menjadi pelajaran bagi orang lain agar tidak mengalami hal yang sama,” katanya.
Pelaku kini sedang menjalani pemeriksaan intensif. Selain mengungkap alasan pencurian, polisi juga mencari tahu detail keberadaan emas yang dicuri. Dengan bukti dari CCTV
