Banyak Pasien Kanker Tak Nafsu Makan Setelah Didiagnosis – Ini Dampaknya

382e4540-5f19-48ff-9f34-fff1f002edab-0

Effek Penurunan Nafsu Makan pada Pasien Kanker Setelah Diagnosis, Dampaknya Beragam

Banyak Pasien Kanker Tak Nafsu Makan – Meningkatnya risiko kesehatan pada pasien kanker sering kali terjadi karena penurunan nafsu makan yang dialami setelah menerima diagnosis penyakit ini. Hal ini tidak hanya memengaruhi kebugaran tubuh, tetapi juga berpotensi memperparah kondisi mereka selama proses pengobatan. Dokter Spesialis Gizi Klinis dr Fiastuti Witjaksono, Sp.GK (K), menjelaskan bahwa kondisi ini bisa berakibat serius jika tidak dikelola secara tepat. Menurutnya, pasien yang terdiagnosis kanker sering mengalami gangguan psikologis seperti depresi, stres, dan kehilangan selera makan, sehingga memengaruhi kemampuan tubuh untuk bertahan melawan penyakit.

Proses Diagnosis Menjadi Penyebab Perubahan Pola Makan

Dr Fiastuti menyoroti bahwa diagnosis kanker tidak hanya memicu perubahan emosional, tetapi juga mengganggu fisiologi tubuh. “Begitu diagnosis kanker dibuat, banyak pasien langsung tidak bisa makan karena depresi dan sebagainya,” ungkap dr Fiastuti dalam sesi simposium ‘Supportive Care in Cancer’ yang diadakan di Hotel Shangri-La Jakarta pada Minggu (24/5/2026). Ia menambahkan, tubuh pasien justru membutuhkan energi dan nutrisi yang lebih tinggi untuk mengatasi perawatan medis, termasuk kemoterapi dan radioterapi. Namun, akibat penurunan nafsu makan, beberapa pasien mengalami penyusutan berat badan dan kehilangan massa otot.

Malnutrisi Menjadi Ancaman Serius di Awal Terapi

Menurut data yang disampaikan, sekitar 50 persen pasien kanker mengalami malnutrisi sejak tahap awal diagnosis. Hal ini menunjukkan bahwa masalah nutrisi tidak bisa diabaikan. “Tubuh yang kurang mendapat asupan nutrisi akan rentan mengalami kelemahan dan kurangnya daya tahan,” jelas dr Fiastuti. Pasien yang terkena malnutrisi bisa mengalami gangguan fungsi organ, penurunan imunitas, hingga risiko komplikasi selama proses pengobatan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya skrining nutrisi segera dilakukan agar perawatan bisa berjalan optimal.

Penyebab Penurunan Nafsu Makan pada Pasien Kanker

Dr Fiastuti menyebutkan bahwa penurunan nafsu makan pada pasien kanker bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti mual, muntah, kesulitan menelan, hingga efek samping dari terapi. “Beberapa pasien bahkan merasa makan menjadi berat, apalagi di tengah stres akibat diagnosis,” kata dokter tersebut. Selain itu, perubahan metabolisme tubuh dan efek kemoterapi yang mengganggu sistem pencernaan juga berkontribusi pada masalah ini. Dampaknya, pasien sering kali mengalami kelelahan, kekeringan, dan penurunan kualitas hidup yang signifikan.

Solusi Berupa Suplemen Nutrisi untuk Memperkuat Tubuh

Dalam upaya mengatasi masalah nutrisi, dokter menyarankan penggunaan Oral Nutrition Supplement (ONS) sebagai alternatif bantuan makanan. “Walaupun bahan dasarnya susu, itu bukan susu biasa. Dia adalah makanan pengganti dengan kandungan nutrisi yang sudah dirancang khusus,” ujar dr Fiastuti. ONS dirancang untuk memenuhi kebutuhan makronutrien seperti protein dan lemak, yang menjadi kunci dalam menjaga kesehatan pasien selama pengobatan. Susu UHT biasa, menurutnya, tidak cukup efektif karena kandungan nutrisinya tidak optimal untuk kondisi pasien kanker.

Variasi Formula ONS untuk Kebutuhan Berbeda

Saat ini, berbagai jenis ONS tersedia untuk menyesuaikan kebutuhan spesifik pasien. Formula tinggi protein sering digunakan untuk memulihkan massa otot yang rusak, sementara ONS dengan omega-3 membantu mengurangi peradangan. Whey protein juga menjadi pilihan populer karena mudah dicerna dan efektif dalam memperkuat sistem kekebalan. Terdapat pula ONS yang dirancang khusus untuk mencegah kaheksia, yaitu kondisi penyusutan massa tubuh akibat kekurangan nutrisi.

Mengapa Suplemen Nutrisi Lebih Praktis?

Dokter menyoroti bahwa ONS memiliki keuntungan praktis karena berbentuk cair dan mudah diminum, terutama bagi pasien yang kesulitan mengonsumsi makanan padat. “Ini menjadi solusi yang efisien untuk pasien yang merasa makan menjadi tugas berat,” tambah dr Fiastuti. Suplemen ini juga dapat dibawa ke mana pun, sehingga memudahkan pasien untuk menjaga asupan nutrisi sepanjang hari. Selain itu, ONS tidak hanya membantu menjaga berat badan, tetapi juga memperbaiki fungsi tubuh secara keseluruhan.

Pentingnya Nutrisi dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien

Dokter menegaskan bahwa dukungan nutrisi yang tepat berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien kanker. “Nutrisi yang cukup bisa meningkatkan daya tahan, mengurangi efek samping terapi, dan mempercepat pemulihan tubuh,” kata dr Fiastuti. Ia juga menekankan bahwa pasien yang mendapatkan asupan nutrisi secara teratur lebih mampu menghadapi proses pengobatan dengan baik. Tanpa intervensi ini, risiko kelelahan, pengeroposan tulang, dan penurunan fungsi organ akan meningkat.

Strategi Pencegahan dan Pemulihan Malnutrisi

Menurut dr Fiastuti, pencegahan malnutrisi memerlukan pendekatan yang terpadu. “Skrining nutrisi segera setelah diagnosis adalah langkah penting,” katanya. Selain itu, pasien perlu diimbau untuk memilih makanan yang bergizi tinggi, seperti protein hewani dan sayuran, serta menghindari makanan yang menyebabkan perut kenyang terlalu cepat. Ia juga merekomendasikan kolaborasi antara dokter, ahli gizi, dan keluarga untuk memastikan pasien tetap memenuhi kebutuhan nutrisi. Dengan dukungan ini, pasien kanker bisa tetap sehat dan aktif selama menjalani pengobatan.

Dalam konteks ini, ONS menjadi alat bantu yang vital. Suplemen ini dirancang untuk menutupi kekurangan nutrisi yang terjadi karena perubahan selera makan atau efek samping terapi. Selain itu, ONS juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan pasien yang sedang dalam fase remisi, pencegahan penurunan berat badan, atau pemulihan fungsi organ. Dengan mengetahui pentingnya nutrisi, pasien kanker dan tim medis dapat mengambil langkah tepat untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan efektivitas perawatan.

Menurut dr Fiastuti, tindakan pencegahan dan intervensi dini pada masalah nutrisi dapat mengurangi risiko komplikasi berat. “Nutrisi yang cukup bisa menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam pengobatan kanker,” pungkasnya. Ia menambahkan bahwa pasien yang terus mendapatkan asupan nutrisi sepanjang terapi cenderung lebih cepat pulih dan mengalami efek samping yang lebih ringan. Dengan demikian, penggunaan ONS dan skrining nutrisi sejak awal