Aktris cilik Ellea Candice buat sang ibu ikut akting Sekawan Limo 2

Aktris Cilik Ellea Candice Buat Sang Ibu Ikut Akting dalam Sekawan Limo 2

Aktris cilik Ellea Candice buat sang – Di tengah ramai perbincangan tentang film horor komedi terbaru yang baru saja selesai pembuatan, perhatian publik juga tertuju pada keikutsertaan aktris cilik Ellea Candice dalam proyek ini. Dengan usia enam tahun, Ellea berhasil memainkan peran sebagai anak dari karakter Andrew, yang diperankan oleh Indra Pramujito. Film ini, berjudul “

Sekawan Limo 2: Gunung Klawih

“, dibuat oleh sutradara Bayu Skak, dan menurut penjelasan Ellea, pengalaman bermain di lokasi syuting ini terasa sangat menyenangkan.

Rensia Sanvira: Dari Penonton Jadi Pemain

Kehadiran Ellea dalam film ini tidak hanya menjadi sorotan karena usianya yang muda, tetapi juga karena ibunya, Rensia Sanvira, turut serta memerankan karakter Linda, nenek Angel (anak Andrew) dalam cerita. Awalnya, Rensia merasa ragu saat ditawari oleh sutradara Bayu Skak untuk ikut bermain. “Saya kaget, ‘Mas Bayu benaran mengajak saya? Saya belum pernah punya pengalaman’ gitu kan. Tapi ya luar biasanya Mas Bayu dia bilang, ‘Enggak apa-apa, kita sama-sama belajar’ gitu. Jadi terima kasih Mas Bayu, terima kasih juga semuanya sudah kasih ibu dan anak ini pengalaman yang sangat menyenangkan,” ujar Rensia saat ditemui dalam konferensi pers di bioskop Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu.

Dalam proyek ini, Rensia berperan sebagai nenek yang menjaga Angel, sementara Ellea menjadi anaknya. Kehadiran ibu dan anak dalam satu film menambah dimensi kisah, menggambarkan hubungan keluarga yang dekat dan saling mendukung. Bayu Skak, yang juga terlibat dalam produksi film sebelumnya “

Sekawan Limo 1

“, mengakui bahwa keterlibatan Rensia sangat berarti dalam proses syuting. “Ibu Ellea adalah bagian penting dari cerita ini. Dia membantu menciptakan atmosfer yang lebih realistis, karena adegan-adegan yang melibatkan anak kecil membutuhkan kehadiran orang tua untuk memastikan suasana yang nyaman,” terang Bayu.

Peran Kecil, Dukungan Besar

Ellea, yang merupakan bintang muda dalam film ini, mengungkapkan bahwa ia merasa senang karena bisa bermain bersama pemeran utama dan karakter-karakter menarik. “Seru, seru banget. Paling suka digendong sama Om Bayu,” kata Ellea, yang tampak antusias saat berbicara tentang pengalaman barunya di dunia perfilman. Meski usianya masih kecil, Ellea terlihat sudah terbiasa dengan lingkungan syuting, terutama karena selama perekaman ia selalu didampingi oleh ibunya.

Salah satu adegan yang paling menantang bagi Ellea adalah ketika ia harus berhadapan dengan karakter menyeramkan dalam film, yaitu Jun Ping, seorang vampir dari Negeri Tirai Bambu yang diperankan oleh Stanley Hao. Meski merasa takut, Ellea tetap berusaha menyelesaikan perannya dengan baik. “Paling takut sama hantunya, Kak Stanley, karena seram banget. Tapi aslinya baik,” ujarnya. Stanley Hao, yang juga seorang kreator konten media sosial, mengakui bahwa Ellea memang menunjukkan kemampuan luar biasa untuk menghadapi situasi yang tak biasa bagi usianya.

Kolaborasi yang Membawa Kebahagiaan

Kehadiran Ellea di film ini bukan hanya menghibur, tetapi juga menjadi pengalaman baru bagi Rensia Sanvira. Sebagai seorang ibu, Rensia mengakui bahwa ia selama ini lebih suka menonton dari pada ikut bermain. Namun, dengan dukungan dari Bayu Skak dan tim produksi, ia akhirnya bersedia menantang diri sendiri untuk memerankan Linda. “Saya merasa lega setelah memutuskan untuk ikut bermain. Saya melihat Ellea berusaha keras, dan itu membuat saya ingin menjadi bagian dari proses kreatifnya,” tutur Rensia.

Ellea sendiri juga menggambarkan perannya dengan cara yang lucu dan menyenangkan. Meski ketakutan terhadap karakter menyeramkan menjadi bagian dari adegan, ia justru menyukai kesempatan tersebut. “Saya suka bermain dengan hantu, meski kadang-kadang hantu itu justru membuat saya berteriak,” imbuh Ellea dengan senyum lebar. Bayu Skak, yang juga memanggil Ellea dengan sebutan “Om Bayu” dalam percakapannya, menyebutkan bahwa ia selalu berusaha memastikan anak-anak seperti Ellea merasa nyaman di lokasi syuting. “Anak-anak membutuhkan kehangatan dan kepercayaan, jadi saya selalu berusaha membuat mereka merasa aman, meski sesekali mereka juga harus menghadapi tantangan yang sedikit menegangkan,” jelas Bayu.

Dalam film “

Sekawan Limo 2: Gunung Klawih

“, Ellea dan Rensia Sanvira saling mendukung satu sama lain. Kehadiran ibu yang juga menjadi pemain membuat proses syuting lebih harmonis dan penuh keceriaan. Rensia, yang terbiasa menjadi penonton, kini menjadi bagian dari kisah yang ia dambakan sejak lama. “Bermain dalam film ini adalah keinginan saya sejak dulu. Saya bisa melihat Ellea tumbuh, dan itu membuat saya tak sabar untuk terus melangkah bersamanya,” kata Rensia dengan penuh semangat.

Bagi Ellea, film ini juga menjadi langkah awal yang penting dalam karier aktingnya. Meski masih dianggap sebagai bintang cilik, ia mulai memahami tanggung jawab dan kegembiraan yang terkait dengan dunia pertelevisian. “Saya senang bisa membintangi film, dan saya harap nanti bisa bermain lebih banyak lagi,” ujarnya dengan mimik wajah yang penuh harapan. Dukungan dari ibunya, yang juga menjadi bagian dari cerita, menjadi kekuatan besar bagi Ellea dalam menghadapi tantangan di luar kemampuan anak seumurnya.

Kehadiran Ellea dan Rensia Sanvira dalam film ini menunjukkan bagaimana kolaborasi antara anak dan orang tua bisa menciptakan kisah yang menarik. Dengan karakter yang saling melengkapi, mereka memperkaya cerita dengan nuansa emosional yang lebih dalam. Bayu Skak, sebagai sutradara, mengakui bahwa partisipasi Rensia tidak hanya menambah kesan kekeluargaan, tetapi juga membantu membuat karakter Linda lebih hidup dan terasa autentik. “Kehadiran Rensia membuat Linda bukan hanya sekadar nenek, tetapi juga seorang ibu yang memiliki perhatian dan cinta yang tulus,” kata Bayu.

Sekawan Limo 2: Menantikan Tayang

Setelah proses syuting yang penuh keasyikan, film “

Sekawan Limo 2: Gunung Klawih

” siap untuk membagikan kisahnya kepada penonton. Film ini akan tayang secara serentak di seluruh jaringan bioskop Tanah Air mulai 27 Mei 2026. Para penggemar sudah menantikan momen ini, terutama karena melibatkan anak kecil dan karakter-karakter yang unik. “Saya yakin film ini akan membuat penonton tertawa sekaligus merasa menegangkan. Dan pasti akan ada momen-momen yang membuat mereka terkesan dengan keberanian Ellea dan kehangatan Rensia,” kata Bayu.

Dalam penjelasannya, Bayu Skak juga menegaskan bahwa film ini adalah kelanjutan dari “

Sekawan Limo 1

“, yang sukses mencuri perhatian publik. Dengan tema horor dan komedi yang saling melengkapi, “

Sekawan Limo 2

” diharapkan mampu menawarkan pengalaman tontonan yang berbeda. “Kami ingin menunjukkan bahwa film horor bisa menyenangkan