Aktor Benidictus Siregar sebut masih suka dipanggil Juna Sekawan Limo

Aktor Benidictus Siregar sebut masih suka dipanggil Juna Sekawan Limo

Aktor Benidictus Siregar sebut masih suka – Jakarta, Rabu – Dalam pemutaran pratayang film “Sekawan Limo 2: Gunung Klawih” yang digelar di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, aktor Benidictus Siregar menyampaikan perannya sebagai Juna dalam film pertama seri ini telah memberikan dampak besar pada kariernya. Ia menilai posisi ini menjadi awal dari perkenalan publik dengan kemampuannya sebagai aktor layar lebar, bukan hanya sebagai komedian. Meski tak mengubah wajah luar, Beni merasa peran ini membawanya ke ranah baru yang lebih kompetitif.

Karakter yang Tak Mudah Tergantikan

“Karakter Juna dari Sekawan Limo 1 masih dikenang banyak orang, sampai sekarang ada yang terus memanggil nama itu,” ujar Beni. Ia mengakui bahwa popularitas Juna telah melekat dalam benak penonton bioskop, menjadikannya simbol kecil dari kehidupan seorang pemuda Jawa yang sederhana. Meski terlihat ringan, Beni menekankan bahwa kesuksesan karakter tersebut menuntut tanggung jawab yang lebih dalam, terutama dalam memperkuat penyelarasan identitas Juna di sekuel.

“Itu kerja keras dari Joshua yang juga ngobrol dengan kita. Walaupun komedi konsultannya Jojo (Joshua), Jojo selalu nampung ide bareng-bareng dari kita, dan dia yang memutuskan ‘jokes’ mana yang akan dipakai,”

Dalam proses membangun kekocakan karakter Juna untuk “Sekawan Limo 2,” Beni mengungkap bahwa ia mendapat bantuan besar dari Joshua Suherman, yang bertindak sebagai konsultan komedi. Menurut Beni, Joshua berperan krusial dalam menyaring dan mengembangkan setiap ide humor yang diusulkan oleh para komedian, termasuk dirinya dan Firza Valaza. Ia menjelaskan bahwa kehadiran Joshua membantu menjaga konsistensi kualitas humor sekaligus memberi ruang untuk eksplorasi yang lebih dalam.

Kolaborasi dengan Sutradara yang Akrab

Sementara itu, keberhasilan proses syuting film kedua ini juga didukung oleh hubungan baik dengan sutradara Bayu Skak. Beni mengatakan kerja sama dengan Bayu memudahkan komunikasi antara aktor dan tim, sehingga atmosfer produksi tetap dinamis. “Aku kan sempat bantuin ‘Yo Wis Ben’ juga di beberapa film dan series, jadi kayak udah agak paham gitu. Kalau di kepala terlintas ada sesuatu, aku juga akan langsung mengeluarkan ideku,” tambahnya.

Kerja sama intensif antara Beni dan Bayu Skak dinilai sangat membantu dalam menciptakan suasana yang menyenangkan selama proses produksi. Beni menilai keterbukaan dalam interaksi kreatif memperkuat chemistry di antara karakter yang diperankan oleh tim pemain. Terutama dalam membangun dinamika antara Juna dan Elsa Japasal, aktris yang memerankan pasangannya, keakraban tersebut membuka ruang untuk improvisasi yang lebih natural.

Kerja Keras di Balik Layar

Beni juga mengungkap bahwa peran Joshua sebagai konsultan komedi tak hanya berdampak pada alur cerita, tapi juga pada kepercayaan dirinya sebagai aktor. “Joshua menjalankan tanggung jawab besarnya dengan baik untuk menampung sekaligus menyaring setiap ide lelucon dari para komedian,” ujar Beni dalam wawancara setelah pemutaran pratayang. Ia menekankan bahwa peran ini memaksa dirinya untuk lebih berpikir matang dalam mengadaptasi humor ke dalam adegan, terutama ketika membangun karakter yang jauh dari kesan sebelumnya.

Dalam pengerjaan “Sekawan Limo 2,” Beni mengungkap bahwa ia dan tim membawa konsep baru dalam menghadirkan kocakan Juna. Meski tidak menghilangkan esensi kecerdasan dan kelempahan yang sudah terkenal, ia menambahkan lapisan kejutan untuk memastikan penonton tetap terhibur. “Kami memikirkan cara membuat Juna lebih segar di film kedua ini, tapi tetap merawat identitas aslinya,” tambahnya.

Proyek Film yang Menanti

Beni optimis bahwa “Sekawan Limo 2: Gunung Klawih” akan menjadi langkah awal dari serangkaian film yang siap meraih perhatian publik di 2026. Meski belum semua detail rampung, ia menyebut tahun ini menjadi tahun pertama dari gelombang film-film baru yang menantikan tayang. “Tahun 2026 mungkin baru jalan setengah, tapi aku sudah punya deretan film yang siap tayang sampai akhir tahun,” katanya.

Menurut Beni, proyek film kedua ini merupakan bagian dari proses transformasi dirinya sebagai aktor. Meski memulai karier dengan keahlian dalam komedi, ia berharap bisa menunjukkan kemampuan berakting di luar batas itu. “Sekawan Limo 2: Gunung Klawih” menjadi titik awal untuk menguji kemampuannya dalam menampilkan karakter yang lebih kompleks. Namun, ia tetap mempertahankan semangat kekocakan yang menjadi identitas utamanya.

Dalam membangun karakter Juna, Beni menyebut bahwa ia memperhatikan detail kecil yang bisa memengaruhi kesan publik. “Sekawan Limo 1 membuka jalan, tapi Sekawan Limo 2 harus menunjukkan perubahan yang nyata,” ujar Beni. Ia berharap film kedua ini bisa menghadirkan pengalaman yang lebih dalam bagi penonton, sambil tetap mempertahankan keunikan yang membuat karakter Juna dikenang.

Kompetisi dalam industri film semakin ketat, tetapi Beni percaya bahwa peran Juna memberinya peluang untuk menunjukkan kepemimpinan di ranah baru. “Karakter Juna adalah jembatan antara dunia komedi dan dunia akting. Aku ingin menunjukkan bahwa kekocakan bukan hanya tentang lucu, tapi juga tentang ketulusan,” katanya. Dengan dukungan tim yang solid dan konsep baru, Beni optimis film kedua akan menjadi karya yang memperkuat eksistensinya di industri perfilman.