Special Plan: Aktris Aquene Djorghi nyanyi lagu tema film Semua Akan Baik-Baik Saja

Aktris Aquene Djorghi nyanyi lagu tema film Semua Akan Baik-Baik Saja

Special Plan – Jakarta, 13 Mei 2026 – Dalam film drama keluarga “Semua Akan Baik-Baik Saja”, aktris muda Aquene Djorghi tidak hanya berperan sebagai Malika tetapi juga memberikan kontribusi musikal yang istimewa dengan menyanyikan lagu tema berjudul sama. Lagu ini menjadi bagian penting dari narasi film, yang akan tayang di bioskop pada 13 Mei 2026. Aquene, yang kini mengenakan hijab, mengungkapkan pengalaman unik saat berpartisipasi dalam pembuatan lagu tersebut.

Keterlibatan dalam Proses Musik

Sebelum mengetahui lirik lengkapnya, Aquene sudah membawakan lagu tersebut. Proses ini menurutnya sangat berkesan karena ia menggambarkan nuansa emosional cerita dengan cara yang alami. “Pas bikin lagunya itu belum ada liriknya sama sekali. Jadi bikin liriknya itu sangat mepet sama Om Baim dan ada Kak Michelle,” jelasnya dalam gala perdana film di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu.

“Pas bikin lagunya itu belum ada liriknya sama sekali. Jadi bikin liriknya itu sangat mepet sama Om Baim dan ada Kak Michelle,” kata Aquene.

Pendampingan dari Sutradara dan Penulis Lagu

Durasi perekaman lagu “Semua Akan Baik-Baik Saja” ditemani langsung oleh sutradara Baim Wong dan penulis lagu Michelle Soenjoyo. Kedua pihak memastikan bahwa irama dan makna lagu sesuai dengan atmosfer film. Aquene menilai adegan dimana ia memainkan piano adalah bagian paling emosional dalam film tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kehadiran lagu ini memberikan dimensi baru pada kisah yang dihadirkan.

Kehadiran Sultan Djorghi yang Spontan

Sebuah adegan dadakan dalam film menghadirkan Sultan Djorghi, ayah Aquene, yang menurut Baim Wong menjadi keputusan spontan dalam skenario. “Itu acak saja sih, enggak direncanakan sama sekali. Waktu itu kita butuh orang yang rapi di situ, tapi kru, semuanya, termasuk saya, kurang memenuhi kriteria,” kata sutradara tersebut. Kebetulan, Sultan Djorghi sedang ada di lokasi syuting dan ingin menjemput putrinya. Baim memanfaatkan kesempatan ini untuk memasukkan ayah Aquene ke dalam kisah. Adegan ini menambah kesan realistis dan hangat, memperkuat hubungan emosional antara tokoh-tokoh dalam film. Aquene sendiri merasa senang karena dapat berbagi momen spesial dengan orang yang dekat di kehidupan nyata.

Lagu Tema dan Kesan Penonton

Lagu “Semua Akan Baik-Baik Saja” dipercaya menjadi alat ekspresi yang menggambarkan perjalanan harapan dan kebaikan dalam cerita. Bagi Aquene, bermain piano dalam adegan tersebut adalah pengalaman yang tak terlupakan. “Saya merasa lagu ini mengungkapkan sesuatu yang lebih dari sekadar musik. Ia menjadi bagian dari narasi yang menyentuh,” ujarnya. Film ini juga memperkenalkan lagu kedua dari lajur suara, yang diciptakan oleh Barsena Bestandhi. Lagu ini berjudul “Seperti Laut Kepada Langit” dan diharapkan dapat menambahkan dimensi estetika yang berbeda dari cerita. Meski sebagian besar fokus pada lagu tema, adegan ini menjadi pembuka bagi penonton untuk menikmati nuansa musikal yang lebih luas.

Kepresensi Aquene di bidang musik dan akting menunjukkan keberagaman bakatnya. Ia yang sebelumnya dikenal sebagai aktor muda perlahan mengembangkan minat dalam bernyanyi, yang kini diwujudkan dalam film ini. Lagu tema menjadi bukti bahwa ia mampu menyatukan dua dunia, yakni perfilman dan musik. Bagi Baim Wong, keterlibatan Aquene dalam menciptakan lagu tema adalah langkah kreatif yang menghasilkan kisah yang lebih menarik. “Saya pikir ini jadi cakupan yang bagus, karena ada komponen baru yang bisa memperkaya alur cerita,” kata sutradara tersebut.

Sebagai penutup, film ini diharapkan dapat menyentuh hati penonton dengan narasi yang penuh makna dan musik yang menyatu dengan jalan cerita. Lagu “Semua Akan Baik-Baik Saja” serta adegan piano Aquene menjadi bagian penting yang menunjukkan usaha kolaborasi antara aktor, sutradara, dan penulis lagu. Kehadiran Sultan Djorghi dalam adegan dadakan juga menambah kesan personal dan autentik, yang memperkuat kisah antar keluarga.

Aquene Djorghi menegaskan bahwa berpartisipasi dalam film ini bukan hanya pengalaman dalam akting tetapi juga kesempatan untuk mengekspresikan bakat musikalnya. “Saya senang bisa berkontribusi dengan cara yang berbeda. Lagu ini adalah bagian dari pesan yang ingin disampaikan film,” tuturnya.

Dalam rangkaian acara gala perdana, Aquene juga berbagi cerita tentang perjalanan kreatifnya dalam membuat lagu tema. Ia mengatakan bahwa proses ini mengajarkannya tentang kepercayaan diri dan kemampuan untuk menyampaikan perasaan melalui musik. “Saya belajar banyak tentang bagaimana menggambarkan emosi dengan vokal dan instrument, karena itu juga bagian dari peran Malika,” tambahnya.

Beberapa hari sebelum peluncuran film, Aquene membagikan kesan tentang bagaimana lagu ini berkembang dari ide awal hingga menjadi bentuk akhir yang menggembirakan. Ia mengungkapkan bahwa kebersamaan dengan Baim dan Michelle adalah faktor kunci dalam menciptakan lagu yang sesuai dengan tema film. “Kami saling mendukung dan memperbaiki ide satu sama lain. Hasilnya, lagu ini bisa memenuhi harapan kita semua,” katanya.

Baim Wong menyetujui bahwa adegan piano Aquene menjadi highlight film. “Adegan itu sangat menarik karena menggambarkan koneksi antara musik dan kisah. Aquene punya kepekaan untuk menyampaikan perasaan dengan cara yang alami,” ujarnya.

Dengan dua lagu tema yang dikemas dalam film ini, “Semua Akan Baik-Baik Saja” menjadi lebih dari sekadar drama keluarga. Musik yang dipadukan dengan narasi memperkaya pengalaman menonton, membuat kisah lebih mendalam dan menyentuh. Aquene Djorghi, dengan perannya sebagai Malika dan penyanyi, menjadi tokoh yang mampu membangun empat