Meeting Results: Pusat produksi Ford di Spanyol dicaplok Geely
Pusat Produksi Ford di Spanyol Diambilalih Geely
Meeting Results – Jakarta, Rabu – Pengalihan pabrik produksi Ford di Spanyol ke tangan produsen mobil asal Tiongkok, Geely, telah dibenarkan melalui laporan terbaru dari CarsCoops. Meski belum ada pernyataan resmi dari kedua pihak, kabar ini menimbulkan perubahan signifikan dalam skema kerja perusahaan asal Amerika Serikat tersebut. Fasilitas produksi yang berlokasi di Spanyol akan dimanfaatkan oleh Geely untuk mengembangkan kendaraan multi-energi berdasarkan Global Intelligent New Energy Architecture. Platform ini sudah digunakan dalam pembuatan Galaxy A7 dan E5, dua model yang dipasarkan oleh produsen Tiongkok tersebut.
Latar Belakang dan Konfirmasi Pengalihan
Sebelumnya, Jim Farley, CEO Ford, sering menyebutkan ancaman dari produsen otomotif Tiongkok, termasuk Geely. Namun, kini perusahaan harus menerima realitas pengalihan fasilitas tersebut. Menurut sumber di CarsCoops, transaksi ini dianggap sebagai langkah strategis untuk mengakomodasi kebutuhan pasar Eropa terhadap kendaraan berkelanjutan. Meskipun belum ada pernyataan resmi, ada indikasi bahwa Geely akan memperluas jaringan produksi mereka dengan memanfaatkan lokasi di Spanyol.
“Kami masih terus berdiskusi dengan berbagai perusahaan tentang berbagai topik, termasuk pengalihan fasilitas ini,” ujar juru bicara Ford kepada media.
Kabarnya, Geely akan menggunakan pabrik tersebut untuk menghasilkan kendaraan yang menggabungkan berbagai teknologi energi, seperti bahan bakar konvensional, listrik, dan hybrid. Ini sejalan dengan rencana industri global untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Kendaraan yang dihasilkan nantinya akan memiliki konsistensi dengan visi produk-produk berbasis energi hijau dari Geely.
Detail Model yang Bakal Dikembangkan
Menurut laporan, model baru yang diproduksi di pabrik Ford ini akan memiliki kode internal 135. Tersedia pilihan mesin hybrid, plug-in hybrid, dan listrik, yang menunjukkan keberagaman teknologi yang akan dikembangkan. Meskipun belum jelas jenis model spesifik, industri otomotif mengungkapkan kemungkinan bahwa EX2 akan menjadi pilihan utama. Model ini merupakan crossover listrik kompak dengan dimensi panjang 162,8 inci (4135 mm), lebar 71,1 inci (1805 mm), dan tinggi 61,8 inci (1570 mm).
Berdasarkan data yang diberikan, EX2 akan memiliki jarak sumbu roda sepanjang 104,3 inci (2650 mm). Model ini menawarkan dua pilihan baterai, yaitu 30,1 kWh dan 40,1 kWh, yang mampu memberikan jangkauan CLTC hingga 193 mil (310 km) dan 255 mil (410 km). Dalam hal performa, motor yang dipasang di belakang bisa menghasilkan daya 78 hp (58 kW / 79 PS) atau 114 hp (85 kW / 116 PS), tergantung pada konfigurasi baterai.
Sejumlah analis menganggap EX2 sebagai bakal penerus dari model Puma Ford. Meski ukuran EX2 lebih besar, desain dan konsep drivetrain yang mirip dapat menciptakan kompetisi yang lebih ketat di segmen crossover listrik. Pengalihan ini juga diharapkan bisa mempercepat kehadiran kendaraan berenergi ganda di pasar Eropa, yang saat ini sedang mengalami transisi menuju mobilitas berkelanjutan.
Reaksi dari Pihak Ford dan Geely
Jim Farley menegaskan bahwa Ford tetap aktif dalam diskusi strategis dengan berbagai perusahaan, termasuk yang bergerak di bidang energi baru. Meski demikian, ia mengecilkan arti laporan tersebut, menyatakan bahwa pengalihan pabrik masih dalam tahap perundingan. “Ini adalah langkah kecil dalam perencanaan besar untuk menciptakan solusi inovatif di industri otomotif,” tambahnya.
“Kami belum bisa memberikan komentar resmi terkait spekulasi, meskipun beberapa pihak menganggap kesepakatan tersebut telah selesai,” kata juru bicara Geely Eropa kepada Automobilwoche.
Kabar mengalihkan pabrik Ford ke Geely menimbulkan perdebatan di kalangan pengamat. Sebagian menganggap ini sebagai keputusan bijak untuk mengurangi biaya operasional, sementara lainnya menilai sebagai tanda kekuatan Geely dalam merebut pasar Eropa. Meskipun Geely mengklaim tidak menyerahkan detail perjanjian, industri otomotif secara umum meyakini bahwa pengalihan ini sudah hampir selesai.
Perspektif Industri dan Konsekuensi
Transisi ini menjadi salah satu contoh nyata pergeseran dominasi industri otomotif global. Dengan mengakuisisi fasilitas Ford, Geely memperkuat posisi mereka di Eropa, yang merupakan pasar strategis bagi produsen Tiongkok. Fasilitas di Spanyol, yang sudah dioperasikan selama beberapa dekade, akan menjadi basis untuk memproduksi kendaraan yang berorientasi lingkungan, terutama dalam konteks kebijakan kota-kota Eropa yang membatasi emisi karbon.
Peralihan ini juga menarik perhatian pihak ketiga, termasuk perusahaan lokal di Spanyol. Mereka berharap pengalihan akan meningkatkan investasi dalam industri otomotif, terutama di sektor listrik. Selain itu, penggunaan platform Global Intelligent New Energy Architecture diharapkan bisa mempercepat pengembangan kendaraan yang kompatibel dengan berbagai standar energi, termasuk penggunaan baterai dan teknologi pengisian yang modern.
Kabarnya, Geely juga akan memanfaatkan pabrik tersebut untuk menghasilkan kendaraan yang berbasis pada arsitektur serupa. Ini berpotensi menjadi perluasan dari model-model yang sudah ada, seperti Galaxy A7 dan E5. Dengan menyediakan pilihan mesin beragam, Geely berusaha menjangkau berbagai segmen pasar, dari kelas mewah hingga menengah. Keterlibatan Ford dalam proses ini mungkin akan memberikan dampak terhadap kepercayaan konsumen terhadap merek mereka di Eropa.
Kesimpulan dan Perkembangan Selanjutnya
Pengalihan pabrik Ford ke Geely menunjukkan pergeseran dominasi industri otomotif dari produsen Eropa ke Asia. Meski Ford belum mengungkap
