Main Agenda: Qodari tekankan komunikasi pemerintah harus proaktif dan adaptif
Qodari Tekankan Komunikasi Pemerintah Harus Proaktif dan Adaptif
Main Agenda – Jakarta, Selasa – Dalam upacara serah terima jabatan yang diadakan di Jakarta, Muhammad Qodari, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), menyoroti pentingnya mengubah cara berkomunikasi pemerintah agar lebih efektif menghadapi dinamika dunia digital saat ini. Menurut Qodari, paradigma komunikasi yang berlaku sebelumnya tidak lagi relevan mengingat kecepatan perubahan informasi di era media sosial. Ia menegaskan bahwa dengan kondisi yang semakin cepat dan kompleks, komunikasi pemerintah harus memperhatikan kemampuan untuk merespons secara cepat dan tepat.
Pola Komunikasi Lama Tidak lagi Memadai
Menurut Qodari, cara berkomunikasi yang digunakan pemerintah di masa lalu kurang mampu menjangkau masyarakat secara optimal. Ia menjelaskan bahwa dalam ruang digital, informasi bisa menyebar dengan sangat cepat, bahkan dalam hitungan detik. “Kini, kita harus memiliki sistem yang mampu mengikuti alur informasi tersebut agar pesan pemerintah tidak tertinggal dan mampu mencapai masyarakat dengan cepat,” ujarnya.
Qodari menegaskan bahwa ke depan, Bakom perlu lebih agresif dalam menyampaikan kebijakan pemerintah. “Program Bapak Presiden ini sangat banyak dan baru saja diluncurkan, jadi paradigma baru ini juga harus diimplementasikan dengan baik,” katanya.
Dalam sambutannya, Qodari menyebutkan bahwa dengan memperkuat pendekatan yang proaktif, pemerintah bisa membangun hubungan yang lebih baik dengan publik. Hal ini berarti, tim komunikasi harus tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mengantisipasi pertanyaan dan kebutuhan masyarakat. “Komunikasi tidak lagi sekadar memberi, tetapi juga menerima dan memahami apa yang diharapkan oleh masyarakat,” tambahnya.
Mengorkestrasi Narasi Kebijakan
Menurut Qodari, salah satu tugas utama Bakom adalah mengorkestrasi narasi kebijakan strategis pemerintah agar selaras dan konsisten di seluruh saluran. Ia menjelaskan bahwa dengan memiliki sistem yang terpadu, pesan-pesan penting dari pemerintah dapat tersampaikan secara efektif tanpa disalahartikan. “Ini penting karena masyarakat kini memperoleh informasi dari berbagai sumber, dan kita harus memastikan bahwa narasi kita tetap utuh dan jelas,” ujarnya.
Dalam hal ini, Qodari menekankan bahwa data dan analisis mendalam sangat diperlukan. Ia mencontohkan bahwa dengan menganalisis pola respons publik terhadap kebijakan tertentu, tim komunikasi bisa memperbaiki strategi mereka. “Kita harus menggali data, memahami pergerakan opini masyarakat, dan menyusun rencana yang bisa menyesuaikan diri dengan perubahan,” jelasnya.
Konsolidasi Internal Sebagai Langkah Awal
Qodari juga menyatakan bahwa konsolidasi internal adalah langkah penting untuk memperkuat strategi komunikasi nasional. Ia menjelaskan bahwa sebelum merancang strategi baru, pihaknya akan melakukan evaluasi terlebih dahulu untuk mengetahui bagian-bagian yang sudah berjalan baik dan perlu ditingkatkan. “Saya akan mendengarkan dari teman-teman apa saja yang sudah berjalan, lalu kita bangun sistem yang lebih baik,” ucapnya.
Dalam proses konsolidasi tersebut, Qodari menyebutkan bahwa kelembagaan Bakom akan diperkuat melalui pengaturan ulang struktur organisasi dan peningkatan efisiensi operasional. Ia menegaskan bahwa dengan membangun sistem yang lebih solid, Bakom bisa menjadi pilar penting dalam menyampaikan visi pemerintah kepada rakyat. “Kita harus memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan digital yang terus berkembang,” tambahnya.
Peran Penting Data dan Analisis
Salah satu fokus utama Qodari adalah penggunaan data sebagai dasar pengambilan keputusan dalam komunikasi. Ia menekankan bahwa tanpa data, kebijakan pemerintah bisa terkesan sembarangan. “Kita perlu membangun kepercayaan publik melalui keakuratan informasi dan kejelasan narasi,” katanya.
Menurut Qodari, komunikasi berbasis data tidak hanya membantu menyampaikan pesan, tetapi juga membantu mengevaluasi efektivitasnya. Ia mencontohkan bahwa dengan menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat, tim komunikasi bisa menyesuaikan strategi mereka secara lebih tepat. “Data adalah kunci untuk memastikan bahwa komunikasi kita selalu relevan dan membawa manfaat bagi publik,” ujarnya.
Kepuasan dan Apresiasi Terhadap Angga Raka Prabowo
Qodari menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi tinggi kepada Angga Raka Prabowo, mantan kepala lembaga sebelumnya. Ia mengungkapkan bahwa Angga telah membangun fondasi yang kuat untuk Bakom, termasuk proses transisi dari Presidential Communication Office (PCO) menjadi Badan Komunikasi Pemerintah. “Pak Angga telah menyusun struktur organisasi yang baik, merekrut tenaga profesional, dan menyiapkan kerangka anggaran yang menjadi dasar operasional lembaga ini,” imbuhnya.
Qodari menilai bahwa kontribusi Angga sangat berperan dalam meningkatkan koherensi narasi kebijakan dan mengoptimalkan sistem komunikasi pemerintah. “Dengan kerja keras dan dedikasinya, kita bisa memiliki fondasi yang kuat untuk mendorong komunikasi yang lebih efektif di masa depan,” katanya.
Dalam proses transisi tersebut, Qodari menyebutkan bahwa Angga telah memastikan semua aspek organisasi diatur dengan baik, termasuk pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia dan keuangan. “Dengan semua langkah yang dilakukan Pak Angga, Bakom kini memiliki kemampuan untuk bekerja lebih baik dan lebih profesional,” tambahnya.
Kepala Bakom juga menegaskan bahwa komunikasi yang proaktif dan adaptif adalah bagian dari visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebutkan bahwa kebijakan-kebijakan yang diusung pemerintah memerlukan penjelasan yang jelas dan konsekuen. “Kita harus memiliki komunikasi yang mampu menjawab semua pertanyaan masyarakat dan memberikan keyakinan bahwa program pemerintah benar-benar berdampak positif,” ujarnya.
Dengan memperkuat komunikasi dalam era digital, Qodari berharap Bakom bisa menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa upaya ini tidak hanya tentang menyebarkan informasi, tetapi juga membangun hubungan yang saling percaya. “Komunikasi yang efektif adalah kunci untuk menjaga kredibilitas pemerintah di tengah tantangan yang semakin kompleks,” tutupnya.
