Hasil Pertemuan: Dirut Bulog minta pimwil/pinca maksimalkan serap gabah petani

0EC67DEA 20B0 49E3 92D0 121F2DA45B88

Dirut Bulog Minta Pimwil dan Pinca Fokus pada Serapan Gabah Petani

Jakarta – Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog, menekankan pentingnya para kepala wilayah dan cabang memaksimalkan pengumpulan gabah dari para petani untuk mencapai target nasional. Pernyataan ini diberikan usai Rapat Percepatan Realisasi Pendanaan Penyerapan Gabah Setara Beras di Jakarta, Senin. “Kami mendorong seluruh jajaran Bulog di seluruh Indonesia agar mengoptimalkan panen awal tahun ini hingga bulan Juli,” ujarnya.

Kondisi Cuaca Mempercepat Proses Pengeringan

Rizal menyebutkan bahwa bulan Juni hingga Juli akan menjadi fase puncak dampak El Nino, yang sekaligus tepat berpadu dengan masa panen raya di berbagai sentra produksi padi nasional. Ia menilai cuaca panas pada masa panen membantu pengeringan gabah, sehingga kualitas hasil panen meningkat dan siap untuk diserap. “Ini dilakukan untuk antisipasi jika El Nino berlangsung lebih lama, bahkan hingga November,” tambahnya.

Kinerja Bulog Saat Ini Dipercepat

Bulog mencatatkan hingga 13 April 2026, penyerapan gabah telah mencapai 48,7 persen atau sekitar 1,9 juta ton beras dari target 4 juta ton. Sementara itu, stok beras perusahaan mencapai 4,727 juta ton dan diprediksi melampaui 5 juta ton dalam waktu dekat akibat percepatan pengumpulan di lapangan. Dirut Bulog menegaskan bahwa upaya kerja ditingkatkan tanpa hari libur untuk memastikan proses serapan dan pengelolaan beras berjalan efektif.

Komitmen Pemantauan Global dan Perubahan Iklim

Untuk mempertahankan ketersediaan pangan, Bulog meningkatkan kerja sama dengan berbagai kementerian, lembaga, BUMN pangan, serta BMKG. Pihaknya juga memperkuat koordinasi dengan DPR RI, khususnya Komisi IV dan VI, sektor swasta logistik, serta membangun pusat komando di Kantor Pusat. “Kami optimistis target 4 juta ton dapat tercapai sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan nasional di tengah tantangan geopolitik dan El Nino,” tutur Rizal.

“Karena apa? Untuk antisipasi kalau nanti El Nino-nya berkepanjangan bahkan di November dan lain sebagainya,” ujar Rizal.

Strategi Stabilisasi Harga

Dalam upaya menjaga harga beras, Bulog rutin memantau pasar bersama Badan Pangan Nasional dan Satgas Pangan. Selain itu, pihaknya melakukan operasi pasar langsung serta mengawasi produsen di lapangan. Rizal menegaskan bahwa sinergi dengan berbagai pihak menjadi kunci untuk menghadapi perubahan iklim dan tekanan global.