Hasil Pertemuan: Pemprov DKI renovasi museum MH Thamrin jadi ikon edukasi baru

224ea1f9 a179 441f a90f acdf7bd9d447 0

Pemprov DKI Jakarta Perkenalkan Museum MH Thamrin Sebagai Representasi Budaya Betawi

Jakarta – Pemerintah Daerah Kota Jakarta (Pemprov DKI) sedang melakukan pengembangan ulang Museum Mohammad Husni (MH) Thamrin di Jalan Kenari, Senen, Jakarta Pusat. Tujuan utamanya adalah menjadikan museum tersebut sebagai simbol baru kota Jakarta yang fokus pada pendidikan sejarah. “Saya ingin menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan rencana untuk memperbarui dan memperkuat Museum MH Thamrin di Jalan Kenari menjadi ikon edukasi modern,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo selama acara Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu.

“Anggarannya sudah tersedia, dalam waktu dekat ini kita mulai, dan itu akan menjadi ikon baru bagi Jakarta,” tambah Pramono.

Revitalisasi ini dirancang agar lebih menarik perhatian masyarakat, terutama generasi muda, baik warga lokal maupun pelajar dari daerah lain yang mengunjungi ibu kota. Selain memperbaiki fasilitas fisik, upaya ini juga bertujuan untuk meningkatkan peran museum sebagai sarana pengenalan sejarah dan tokoh penting Betawi. Pramono menyebutkan bahwa renovasi akan mencakup peningkatan interaktivitas dan keterinformasian.

Sebelumnya, Pemprov DKI telah memutuskan untuk menggelar pembaruan pada museum tersebut dengan dana sebesar Rp15 miliar. “Dalam rapat minggu lalu, saya sudah memutuskan untuk Museum Husni Thamrin, kita akan revitalisasi. Biayanya Rp15 miliar rupiah,” kata Pramono di Jakarta Selatan pada 2 Maret 2026.

Komitmen Pemprov DKI untuk Meningkatkan Sektor Kebudayaan

Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam memajukan bidang kebudayaan dan pendidikan berbasis sejarah. Pramono menekankan bahwa museum akan menjadi destinasi yang wajib dikunjungi, khususnya pelajar SD hingga SMA, sebagai bagian dari agenda karya wisata. “Saya berharap betul mereka belajar dari Husni Thamrin, dan nanti kita akan membuat museum itu betul-betul patut, pantas orang untuk belajar bagaimana tentang Jakarta,” jelas Pramono.

Museum MH Thamrin dikenal sebagai tempat penyimpanan jejak perjuangan tokoh Betawi. Namun, Pramono menyatakan bahwa kondisi fisik dan fasilitas saat ini perlu ditingkatkan agar lebih mewakili konsep edukasi modern. Dengan renovasi, dia ingin masyarakat tidak hanya berkunjung ke tempat wisata populer seperti Monas, Ancol, atau Taman Mini Indonesia Indah, tetapi juga memperhatikan museum yang memiliki nilai sejarah penting.