Rencana Khusus: JIEP perkuat infrastruktur digital kawasan Industri Pulogadung

JIEP Perkuat Infrastruktur Digital Kawasan Industri Pulogadung
Jakarta – PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) terus mengambil langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan dan daya saing kawasan industri. Upaya ini dilakukan melalui pengembangan infrastruktur digital di Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur. Dalam upaya tersebut, JIEP menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Kawasan Lintas Biru Digital, fokus pada pembangunan jaringan fiber optik dan layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Penandatanganan PKS
Direktur Utama JIEP, Satrio Witjaksono, mengatakan kerja sama ini bertujuan membangun jaringan telekomunikasi berkecepatan tinggi yang mendukung kebutuhan industri modern. “Kerja sama ini difokuskan pada pembangunan jaringan telekomunikasi berkecepatan tinggi yang mampu memenuhi kebutuhan industri modern yang semakin bergantung pada konektivitas data stabil dan cepat,” ujarnya di Jakarta, Jumat.
“Penguatan jaringan fiber optik serta layanan TIK di Kawasan Industri Pulogadung merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam menghadirkan layanan dan fasilitas terbaik bagi para tenant, sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan bagi investor,” jelas Satrio.
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi kawasan industri menjadi ekosistem modern, terintegrasi, dan berbasis teknologi. Satrio menegaskan bahwa sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta serta anggota Holding BUMN Danareksa, JIEP menganggap penguatan infrastruktur digital sebagai prioritas. Di tengah pertumbuhan industri yang semakin bergantung pada teknologi, perusahaan terus mendorong inisiatif strategis untuk meningkatkan fasilitas bagi para penyewa dan calon investor.
Kolaborasi dengan PT Jakarta Infrastruktur Propertindo
Selain PKS, JIEP juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Jakarta Infrastruktur Propertindo. Kolaborasi ini diharapkan memperluas cakupan layanan digital dan meningkatkan efisiensi operasional bagi pelaku usaha di kawasan tersebut.
“Ketersediaan infrastruktur telekomunikasi yang andal menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan industri yang kompetitif dan berkelanjutan. Hal ini juga akan memperkuat posisi Kawasan Industri Pulogadung sebagai salah satu kawasan industri unggulan di Indonesia,” ucap Satrio.
Menurut Satrio, di era industri 4.0, infrastruktur digital tidak hanya sebagai pelengkap, tetapi menjadi kebutuhan utama. Sistem produksi, logistik, dan pengelolaan data kini sangat bergantung pada jaringan telekomunikasi kuat. Dengan dukungan teknologi, para penyewa dapat meningkatkan efisiensi dan mempercepat proses bisnis mereka.
Ke depan, JIEP berkomitmen untuk mengembangkan inisiatif digital lainnya, termasuk menyusun model kawasan industri cerdas (smart industrial estate). Tujuan ini adalah agar Kawasan Industri Pulogadung tidak hanya menjadi pusat aktivitas industri, tetapi juga contoh pengembangan modern yang berbasis teknologi di Indonesia.
