Yang Terjadi Saat: Investasi di KEK ETKI Banten diproyeksikan capai Rp18,8 triliun

Tangerang – Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Rizal Edwin Manansang mengatakan investasi di Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten hingga 20 tahun mendatang diproyeksikan mampu mencapai Rp18,8 triliun dan membuka 13 ribu lapangan kerja. "KEK di Banten saat ini terus berkembang pesat. Bahkan proyeksi 20 tahun ke depan bisa menarik investasi sebesar Rp18,8 triliun dan membuka lebih dari 13 ribu lapangan kerja.
Ini tentu menjadi hal yang sangat membanggakan bagi Provinsi Banten," kata Edwin Manansang di Tangerang, Jumat. Seusai acara seremoni Topping Off medical suiters di D-Hub SEZ BSD City Tangerang, Edwin mengatakan kawasan KEK Banten di wilayah BSD City telah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2024 dan resmi beroperasi pada November tahun lalu. Hingga akhir tahun 2025, kawasan ini telah mencatat realisasi investasi sebesar Rp1,9 triliun, menyerap 836 tenaga kerja, serta melibatkan 14 pelaku usaha.
"Artinya, dalam waktu kurang dari dua tahun, kawasan ini telah menunjukkan capaian yang membanggakan," kata dia. Sementara itu, dalam lima tahun pertama, kawasan ini diperkirakan mampu menghemat devisa keluar hingga Rp1,5 triliun serta berpotensi menghasilkan devisa sebesar Rp4,2 triliun. "Capaian ini menunjukkan bahwa KEK semakin berperan dalam mendorong investasi dan pengembangan sektor-sektor baru, termasuk sektor kesehatan," tambahnya lagi.
Saat ini di Indonesia terdapat 25 KEK yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Salah satu yang tengah dikembangkan adalah KEK di Banten, yang berfokus pada sektor kesehatan, pendidikan, teknologi, dan ekonomi kreatif, serta telah menunjukkan progres yang sangat baik. Sementara itu realisasi investasi di 25 KEK Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai Rp82,6 triliun atau terealisasi 98 persen dari target yang ditetapkan.
Investasi ini didominasi sektor manufaktur dan pengolahan, serta berhasil menyerap 88.591 tenaga kerja.
