Info Terbaru: Krisis energi UE berlanjut karena bergantung pada Selat Hormuz

Krisis energi UE berlanjut karena bergantung pada Selat Hormuz
Moskow menjadi saksi bahwa krisis energi di Uni Eropa (UE) masih terus berlangsung. Sebagian besar bahan bakar jet dan diesel yang digunakan oleh UE mengalir melalui Selat Hormuz, sekitar 40 persen dari total pasokan. Sementara itu, impor gas alam cair (LNG) sekitar 8,5 persen melewati jalur yang sama.
“Krisis energi saat ini tidak akan berakhir secara cepat. Masyarakat tidak boleh mengharapkan penyelesaian yang instan,” ungkap Anna-Kaisa Itkonen, Juru Bicara Komisi Eropa untuk Aksi Iklim dan Energi, Rabu (8/4).
Itkonen juga menyebutkan bahwa pasokan LNG ke UE tergantung pada Selat Hormuz. Untuk minyak mentah dan produk olahannya, sekitar 7 persen impor berasal dari negara-negara seperti Irak, Kuwait, Arab Saudi, serta Uni Emirat Arab. Namun, konflik di sekitar Iran telah mengganggu jalur distribusi, memicu kenaikan harga bahan bakar di berbagai wilayah.
Pada Selasa malam (7/4), Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan sementara dua minggu dengan Iran. Ia menyatakan Iran setuju untuk membuka Selat Hormuz sebagai langkah mendahului perundingan. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran membenarkan proposal 10 poin yang diajukan oleh pihak AS.
Teheran berencana melangsungkan pembicaraan dengan Washington pada Jumat (10/4) di Islamabad, Pakistan. Meski ada harapan dari perjanjian sementara, keadaan pasokan energi UE tetap bergantung pada stabilitas di Selat Hormuz. Sumber: Sputnik/RIA Novosti
