Momen Bersejarah: Dari Kupang, Gibran lanjutkan kunker ke Minahasa temui korban gempa
Kunjungan Wapres Gibran ke Minahasa Setelah Aktivitas di Kupang
Selasa, Wapres Gibran Rakabuming Raka melanjutkan perjalanan kerjanya ke Minahasa, Sulawesi Utara, setelah menyelesaikan agenda di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kunjungan tersebut dilakukan pada Senin (6/4) malam, dengan fokus pada kunjungan ke Desa Tateli, tempat salah satu korban gempa ditemui. Gempa yang terjadi pada Kamis (2/4) sebelumnya mengguncang area Bitung dan perairan sekitarnya, serta wilayah Maluku Utara.
Empati Pemerintah kepada Korban Bencana
Dalam kunjungannya, Wapres Gibran langsung melayat ke rumah duka untuk memberikan penghormatan kepada keluarga Deitje Lahia, seseorang yang meninggal akibat reruntuhan bangunan di Manado. Siaran resmi Sekretariat Wapres menyebutkan bahwa tindakan ini menunjukkan perhatian dan empati pemerintah terhadap korban bencana.
“Kehadiran Wapres di lokasi diharapkan bisa memberikan dukungan moril bagi keluarga korban sekaligus memastikan bahwa upaya penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tulis Sekretariat Wapres dalam siaran terkini.
Sementara itu, pihak keluarga telah memakamkan jasad Deitje, yang meninggal di tempat kejadian karena tertimpa bangunan runtuh di Gedung KONI. Pemerintah, menurut pihak Sekretariat, tetap memantau kerusakan dan dampak gempa terhadap masyarakat. Gibran menyampaikan belasungkawa langsung kepada keluarga, sambil menegaskan bahwa penanganan darurat terus berlangsung.
Respons Pemerintah Pasca-Gempa
Setelah gempa melanda Sulawesi Utara dan Maluku Utara, sejumlah kementerian segera mengirim tim untuk menangani situasi. Kementerian Pekerjaan Umum mengerahkan anggota untuk memeriksa infrastruktur di daerah terkena dampak. Menurut Menteri PU Dody Hanggodo, kondisi jalan dan jembatan di Minahasa Utara serta Bitung masih aman.
“Untuk Minahasa Utara, Bitung, sementara ini jalan-jalan, jalan jembatan masih aman,” ujar Dody Hanggodo kepada wartawan di Jakarta, Kamis (2/4).
Gempa berkekuatan magnitudo 7,6 ini menyebabkan kerusakan pada bangunan dan satu korban jiwa. Deitje Lahia, warga Desa Tateli, menjadi korban yang meninggal setelah tertimpa reruntuhan. Dengan kunjungan ke Minahasa, pemerintah berupaya memastikan dukungan yang diberikan kepada masyarakat terdampak terus berjalan optimal.
