Yang Dibahas: Wapres janji cari solusi sejahterakan guru honorer di SD Kaniti Kupang

8d2cc27d 015b 4c1d bada f7cafef24199 0

Komitmen Wapres untuk Tingkatkan Kesejahteraan Guru Honorer di SD Kaniti

Jakarta – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan janji untuk mencari solusi yang dapat meningkatkan kesejahteraan para guru honorer serta guru kontrak (PPPK) di SD Inpres Kaniti, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Janji tersebut disampaikan langsung kepada para pendidik saat ia melakukan kunjungan ke sekolah yang baru saja selesai direnovasi oleh pemerintah. “Saya paham bahwa saat ini masih ada banyak kekurangan, tapi kita terus berupaya cari jalan keluar, khususnya untuk PPPK dan guru honorer,” ujar Gibran, Senin (6/4), seperti dilansir dari siaran resmi Sekretariat Wakil Presiden, yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Kunjungan ke SD Inpres Kaniti

Kunjungan Gibran ke SD Inpres Kaniti merupakan yang kedua kalinya setelah pengunjungan sebelumnya pada bulan Mei 2025. Dalam kunjungan pertama, ia menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah kepada para guru dan murid. Kali ini, fokus utamanya adalah mengupas permasalahan pendidik. Kepala Sekolah SD Inpres Kaniti, Yuliana Nenabu, menyampaikan rasa terima kasihnya terhadap pemerintah yang telah memperbaiki fasilitas sekolah. Sebelumnya, bangunan sekolah dalam kondisi kurang memadai.

“Kami sampaikan keluhan, harapan kami adalah agar guru PPPK tidak dirumahkan. Di sini ada 10 orang, jika mereka dirumahkan, pendidikan di SD Kaniti akan terganggu,” tutur Yuliana kepada Gibran.

Dalam kesempatan itu, Gibran menekankan bahwa pemerintah tengah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, dan pemerintah daerah untuk memastikan tidak ada pendidik yang terkena dampak. “Kemarin, kami mengirim perwakilan dari Kemendagri dan Kemenkeu untuk berdiskusi panjang dengan Pak Gubernur NTT. Tujuannya agar tidak ada yang dirumahkan,” tambahnya.

Detail Renovasi

SD Inpres Kaniti merupakan salah satu sekolah yang direnovasi pemerintah pada tahun 2025 sebagai tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto. Proses revitalisasi berlangsung selama 90 hari kerja, mulai 1 Oktober hingga 29 Desember 2025. Perbaikan meliputi pembangunan 3 ruang kelas baru, renovasi 11 ruang kelas lama, serta penambahan satu ruang administrasi, satu rumah dinas guru, dan satu unit toilet.

Selain meninjau hasil renovasi, Gibran juga memotivasi para siswa agar lebih antusias dalam belajar. “Sekarang ruang kelas sudah bagus, dibangun dengan baik. Anak-anak harus semangat belajar, jangan ada tembok yang dicorat-coret,” ujarnya sambil didampingi para guru.

SD Inpres Kaniti kini memiliki 420 siswa yang terbagi dalam 16 rombongan belajar. Sekolah tersebut didukung oleh 25 guru dan dua tenaga kependidikan.