Pembahasan Penting: Van Dijk: Kekalahan dari Manchester City jadi tanggung jawab tim
Van Dijk: Kekalahan dari Manchester City Jadi Tanggung Jawab Tim
Jakarta – Dalam pertandingan perempat final Piala FA 2025/2026 di Stadion Etihad, Manchester, Sabtu (4/4), Liverpool mengalami kekalahan telak 0-4 melawan Manchester City. Gol-gol City dicetak oleh Erling Braut Haaland pada menit ke-39, 45’+2, dan 57′, serta Antoine Semenyo di menit ke-50. Kekalahan ini memperparah tren buruk The Reds dalam pertandingan melawan tim tersebut, karena dari tiga pertemuan musim ini, mereka belum pernah menang.
Kapten Liverpool Beri Tanggung Jawab pada Tim
Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, mengakui kekalahan melawan Manchester City adalah kesalahan yang harus ditanggung oleh seluruh tim. “Semua tanggung jawab ada pada kami, karena kami tidak tampil maksimal di lapangan,” ujar Van Dijk dalam wawancara dengan laman resmi klub, Minggu. Ia menekankan bahwa persatuan tim tetap diperlukan, meskipun situasi sulit.
“Kami tahu bagaimana dunia sepak bola bekerja. Kami harus tetap bersatu, meskipun itu terasa berat,” kata Van Dijk.
Dalam pertandingan tersebut, Van Dijk menjadi faktor kunci saat wasit memberikan penalti ke Manchester City pada menit ke-39. Keputusan itu terjadi karena pelanggaran terhadap Nico O’Reilly. Penalti tersebut berhasil dipersembahkan oleh Erling Haaland, menjadi gol pembuka bagi The Citizens.
Van Dijk menyebut keluar dari Piala FA adalah pukulan besar bagi Liverpool. “Ini menjadi pukulan yang berat, dan sulit untuk saya menerima,” tambahnya. Meski demikian, ia meminta tim untuk segera melupakan kekalahan tersebut, karena ada jadwal berat menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) dalam leg pertama babak perempat final Liga Champions 2025/2026 di Stadion Parc des Princes, Rabu (8/4) malam waktu setempat.
Kapten tim juga mengungkapkan situasi yang kompleks. “Masih ada dua leg, tapi kami juga akan berhadapan dengan Fulham sebelum menghadapi PSG,” jelas Van Dijk. Ia menilai ini adalah momen yang berat untuk Liverpool, terutama karena PSG dianggap sebagai lawan yang kuat dan siap menantang.
