Program Terbaru: Mentan Amran tegaskan Indonesia berpengalaman hadapi El Nino
Menteri Pertanian: Indonesia Berpengalaman Menghadapi Fenomena El Nino
Ditemui di Makassar, Sulawesi Selatan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Indonesia telah membangun kemampuan kuat dalam mengatasi dampak El Nino. Ia menyatakan bahwa meski fenomena ini sering disebut sebagai “Godzilla” yang menimbulkan kekeringan selama enam bulan, negara telah mengalami kondisi serupa di tahun 2015, 2023, dan 2024, sehingga bisa menjaga ketersediaan bahan pangan secara stabil.
“El Nino sering disebut seperti Godzilla, tapi sepertinya dampaknya masih lebih ringan dibanding tahun 2015. Kami telah berpengalaman dalam mengelola situasi seperti ini, baik saat menghadapi El Nino maupun La Nina,” ujarnya.
Mentan mengakui bahwa cuaca ekstrem yang terjadi saat ini mulai terasa dan bisa memengaruhi hasil pertanian. Namun, pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi adaptasi, termasuk peningkatan sistem pompanisasi dan perbaikan irigasi di lahan rawa. Kementerian Pertanian juga akan memperkuat pengoperasian 80.158 unit pompa air yang sudah disalurkan pada 2025 guna menghadapi potensi kekeringan ekstrem mulai April 2026.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa langkah-langkah tambahan akan dilakukan, seperti penambahan sekitar 40 ribu unit pompa air, untuk memastikan pasokan air pertanian tetap stabil meski ada kemarau panjang. “Saya tambah pompanisasi, harapan kita adalah 40 ribu unit. Dengan begitu, pertahanan kita semakin kuat,” tuturnya.
Stok Beras Mencapai Puncak Sejarah
Pada awal April 2026, stok beras yang disimpan di Gudang Perum Bulog mencapai tingkat tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, yaitu 4,5 juta ton. Mentan juga menyoroti ketersediaan bahan pangan yang dikelola di sektor Horeka, sebesar 12,5 juta ton, serta persediaan produksi pertanian yang siap panen, mencapai 11 juta ton. Dengan gabungan data tersebut, total pasokan bahan pangan nasional mencapai 23 juta ton.
“Dengan stok bahan pangan yang ada, kebutuhan rakyat Indonesia hingga 11 bulan ke depan akan terpenuhi. Jangka waktu kekeringan hanya 6 bulan, jadi kita aman,” jelasnya.
Mentan mengajak masyarakat untuk tenang menghadapi kondisi cuaca ekstrem, karena pemerintah telah menyiapkan sistem mitigasi yang terukur. Ia menegaskan bahwa keberlanjutan produksi pangan saat ini didukung oleh ketersediaan stok yang memadai dan strategi pengelolaan lahan yang efektif, sehingga stabilitas pasokan tetap terjaga meski ada ancaman El Nino.
