Program Terbaru: BPJS Ketenagakerjaan serap aspirasi penghuni Griya Pekerja Batam
BPJS Ketenagakerjaan Meninjau Fasilitas Griya Pekerja di Batam
Kunjungan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan untuk Mendengar Suara Penghuni
Batam, Kepulauan Riau – Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat bersama Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Bambang Joko Sutarto melakukan kunjungan ke Griya Pekerja, salah satu fasilitas hunian yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan. Tujuan utama dari kunjungan ini adalah menginspeksi kondisi hunian sekaligus berdialog langsung dengan para pekerja yang tinggal di kawasan tersebut.
“Kami hadir di sini untuk menyaksikan secara langsung fasilitas yang kami siapkan bagi para pekerja. Selain itu, yang paling penting adalah mendengar langsung dari sejumlah penghuni, terkait pengalaman mereka dalam menggunakan layanan Griya Pekerja,” kata Saiful dalam pernyataan resmi di Batam, Minggu.
Griya Pekerja, menurut Saiful, adalah bagian dari upaya BPJS Ketenagakerjaan mendukung Program Tiga Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan memenuhi kebutuhan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat, terutama pekerja. Ia juga menyebutkan bahwa kehadiran Griya Pekerja selaras dengan Asta Cita pemerintah, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan rakyat Indonesia.
Kawasan Griya Pekerja yang strategis, berdekatan dengan area industri, memberikan manfaat bagi para pekerja. Lokasi ini diklaim dapat mengurangi waktu tempuh dan risiko kecelakaan lalu lintas saat bepergian ke tempat kerja. Saiful menambahkan, pengurangan risiko kecelakaan lalu lintas menjadi salah satu keuntungan utama dari program ini.
“Dengan lokasi yang dekat dengan tempat kerja, diharapkan risiko kecelakaan lalu lintas dapat ditekan. Hal ini menjadi prioritas dalam upaya memastikan keselamatan para pekerja,” ujarnya.
Di Batam, BPJS Ketenagakerjaan telah mengoperasikan tiga unit Griya Pekerja, yaitu di Bumi Lancang Kuning, Muka Kuning, dan Kabil. Hingga saat ini, tingkat hunian mencapai sekitar 98 persen dengan total penghuni sebanyak 5.000 pekerja aktif. Angka ini menunjukkan kebutuhan tinggi akan hunian yang nyaman dan terjangkau di kawasan industri.
Adanya Griya Pekerja juga dinilai memberi dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar. Menurut Saiful, program ini mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di lingkungan hunian. “Griya Pekerja adalah bagian dari fokus utama kami yang mengedepankan prinsip coverage, care, dan credibility. Kehadiran kami menjadi bentuk kepedulian terhadap peserta program,” tuturnya.
Seorang penghuni, Reno dari Duri, mengungkapkan pengalaman positifnya selama tinggal di Griya Pekerja Lancang Kuning. Ia menyebut fasilitas yang tersedia memadai, lingkungan aman, serta biaya sewa yang terjangkau. “Saya tinggal di sini selama 8 bulan. Keamanan dan kenyamanan Griya Pekerja sangat baik, ditambah biaya sewanya yang ringan,” kata Reno.
Saat ini, BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen mengembangkan program ini lebih luas. Lokasi baru akan diperluas ke Pasar Minggu, DKI Jakarta; Cikarang, Jawa Barat; serta wilayah Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. “Manfaat yang dirasakan pekerja menjadi motivasi kami untuk terus memperluas akses Griya Pekerja,” pungkas Saiful.
