Momen Bersejarah: Sejumlah Dampak Gempa Sulut dan Malut

55b18b2c 9798 4018 ac71 5d0d792e2b19 0

Sejumlah Dampak Gempa Sulut dan Malut

Kamis (2/4) pukul 06.48 WITA, Laut Maluku diguncang gempa bumi dengan skala magnitudo 7,6. Getaran yang kuat terasa hingga wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Tidak hanya itu, gempa juga memicu terjadinya tsunami di sejumlah titik, dengan tinggi gelombang di bawah 1 meter. Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa. Berikut rangkuman dampak yang terjadi:

Korban di Manado

Humas Basarnas Sulawesi Utara, Nuriadin Gumeleng, mengungkapkan adanya dua korban di Manado. Satu dari mereka meninggal akibat tertimpa reruntuhan, sementara satu lainnya mengalami patah kaki setelah melompat dari toko saat gempa berlangsung. “Satu korban meninggal tertimpa reruntuhan sudah dibawa ke rumah sakit, yang satunya patah kaki karena loncat dari toko,” katanya, dilansir Antara.

“Satu korban meninggal tertimpa reruntuhan sudah dibawa ke rumah sakit, yang satunya patah kaki karena loncat dari toko.”

Identitas Korban Tewas

Korban tewas berasal dari Gedung KONI Manado yang rusak akibat gempa. Nuriadin Gumeleng menyebut nama korban, Deice Lahia, seorang perempuan berusia 70 tahun dari Tateli, Kabupaten Minahasa. Ia merupakan kakak dari mantan petinju Sulawesi Utara, Ilham Lahia. Keluarga tersebut bergerak di sekitar area gedung yang hancur.

Kerusakan di Ternate

Di Ternate, warga mengalami kepanikan terutama di daerah pesisir. Hasby, seorang warga, mengatakan getaran gempa memicu reaksi spontan dari ibu-ibu yang berada di dekat pantai. “Pas gempa tadi, ibu-ibu di pesisir panik, lari karena ada getaran kuat,” ujarnya.

“Pas gempa tadi, ibu-ibu di pesisir panik, lari karena ada getaran kuat.”

Sebagai respons, seluruh siswa SD, SMP, dan SMA di Kota Ternate dipulangkan lebih awal. “Semua siswa sudah dipulangkan karena takut gempa susulan,” tambah Hasby. Meski demikian, ia menyatakan bahwa hingga saat ini, Ternate dan area pesisirnya belum mengalami ancaman tsunami atau kerusakan bangunan signifikan.

Permukiman dan Kaca Pecah di Maluku Utara

Di Maluku Utara, gempa memengaruhi kantor Kementerian PUPR. Menteri PUPR, Dody Hanggodo, menjelaskan bahwa beberapa kaca di lokasi tersebut retak. “Kantor kami di Maluku Utara semua kacanya pecah,” katanya. Karyawan di Balai Jalan Nasional Maluku Utara sedang bekerja dari rumah sebagai langkah pencegahan. Hal ini dilakukan sesuai instruksi BMKG dan BPBD setempat.

BNPB Luncurkan Tim untuk Cek Dampak

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, untuk segera berangkat ke Sulawesi Utara dan Maluku Utara. “Kami sudah laporan ke beliau dan beliau memerintahkan kami, khususnya saya, untuk segera berangkat,” ujar Suharyanto dalam jumpa pers di Jakarta Timur.

“Kami sudah laporan ke beliau dan beliau memerintahkan kami, khususnya saya, untuk segera berangkat.”

Tim BNPB akan ditemani BMKG dan Basarnas, termasuk Kepala Deputi 3 Penanganan Darurat, Mayjen TNI Lukmansyah. Suharyanto juga menyebutkan rencana membawa logistik seperti pakaian dan air bersih, serta siap menyiapkan shelter jika diperlukan.

BNPB Minta Pemda Lakukan Tinjauan

Suharyanto menekankan pentingnya pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap dampak gempa. “Silakan nanti dari pemerintah daerah yang melakukan asesmen, yang melihat di masing-masing wilayah,” ujarnya. Tujuan evaluasi ini adalah menentukan status tanggap darurat. Jika kondisi tidak bisa ditangani oleh tingkat kabupaten/kota, status tersebut bisa ditetapkan langsung oleh pemerintah provinsi.

“Silakan nanti dari pemerintah daerah yang melakukan asesmen, yang melihat di masing-masing wilayah.”

Lebih lanjut, Suharyanto menegaskan bahwa pemerintah pusat tetap akan mendukung daerah terdampak, baik dalam status darurat maupun normal. Ia berkomitmen memberikan bantuan seoptimal mungkin kepada warga yang terkena dampak bencana.

Peluncuran Gempa Susulan

Hingga Kamis pukul 12.00 WITA, BMKG mencatat sebanyak 93 gempa susulan. Gempa terbesar dari deretan tersebut mencapai magnitudo 6. Sejumlah warga masih mengkhawatirkan kemungkinan gempa berikutnya yang bisa memperburuk situasi.